dokumen intinews co id kompalain 1
Kritikan dari salah satu masyarakat terhadap perihal penanganan Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang Timur, (3/7). Foto dokumentasi INTINEWS.co,id

INTINEWS.CO.ID, KOTA TANJUNGPINAG Kegiatan yang dilaksankan oleh Satgas Covid-19 (coronavirus disease 2019) Kota Tanjungpinang di pasar bintan center, Tanjungpinang Timur, Sabtu pagi (3/7/2021) mendapatkan banyak respons dari masyarakat baik itu dari para pedagang dan pembeli/konsumen.

Dokumen Intinews co id wawancara Penganan Covid 19
Lis Darmansyah, Anggota DPRD Provinsi Kepri, ketika di wawancara di rumahnya terkait persoalan penanganan Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang di pasar bintan center, (3/7). Foto INTINEWS.co.id

Lis Darmansyah, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan keberdaannya di situ sedang menemani istri belanja, terang Lis Darmansyah menceritakan kronologisnya kepada awak media ini ketika di wawancara di rumahnya, (3/7).

“Sehubungan dengan tadi pagi itu adalah spontanitas saja, dan kebetulan memang aktivitas saya sabtu pagi jika tidak ada kegiatan mengantar istri saya belanja ke pasar. Ketika di pasar saya melihat pasar agak sepi dari biasanya. Sambil berbelanja Saya tanya ke pedagagang, kenapa sepi?. Ada razia Swab, jawab pedagang. Mau ada pemeriksaan antigen jawab pedagang lainnya. Saya menyampaikan ke pedagang Itu bagus suatu hal yang positif, Pemerintah membantu proteksi masyarakat dari OTG yang berjalan-jalan, penularan virus covid19. Setelah itu, beberapa menit kemudian tiba-tiba pintu-pintu besi di pasar itu di tutup, orang-orang pada berhamburan/berlari sambil berteriak kabur-kabur. Yang berlarian di kejar, di tangkap dan di paksa melakukan antigen dan sebaginya, tapi akhirnya ada banyak yang berontak, ada perlawanan disitu. Saya heran, kenapa melakukan dengan cara-cara begini dalam pengananannya?. Saya secara pribadi ataupun institusi (Anggota DPRD Provinsi Kepri) sangat mendukung sekali, dan memberikan edukasi/sosialisasi himbau peningkatan disiplin dan penegakkan prokes (protokol kesehatan). Nah, kalo dilakukan dengan cara-cara begini itu kan sudah tidak benar lagi. Tentunya penerapan itu harus dilakukan dengan cara-cara elegan, tidak menimbulkan kepanikan, tidak menimbulakan kekalutan bagi masyarakat. Lihat cara-cara yang baik, contoh yang dilakukan oleh TNI dan Polri dalam melakukan vaksin dan edukasi, adakah resistensi/penolakan masyarakat?, tidak ada sama sekali, artinya apa?, mereka (TNI&Polri) melakukannya dengan SOP yang sudah jelas, sehingga yang banyak memberikan keberhasilan dalam peningkatan vaksinasi di Kepri ini rata-rata TNI dan Polri. Artinya Pemerintah (Pemko Tanjungpinang) ambil ini sebagai contoh dan rujukan yang baik, bahwa Pemerintah (Pemko Tanjungpinang) juga melakukan upaya-upaya dengan melakukan pendekatan yang persuasif dan rasa kekeluargaan, bukan dengan pendekatan kekuasaan,” terang Lis Darmasyah kepada awak media ini (3/7).

Baca juga: Plt. Kadisdik Kota Tanjungpinang Perihal Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Kota Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2021/2022

Lis Darmansyah, Anggota DPRD Provinsi Kepri yang dari Dapil Kota Tanjungpinang itu juga menanggapi persoalan ‘kesiapan’ Pemerintah Kota Tanjungpinnag dalam melaksanakan kegiatan tadi di pasar bintan center.

“Coba lihat yang hadir berkerumun seramai-ramai itu petugasnya, tempat ala kadarnya, kursi juga ala kadarnya. Pasanglah tenda lalu ditempatkan yang terbuka, diumumkan terlebih dahulu, dan sebagainya yang ‘safety’ (kepada petugas dan untuk masyarakat). Nah, artinya pemetaan untuk melaksanakan tugas-tugas itu sudah di lakukan (Pemko Tanjungpinang). Saya tidak mengkomplain soal program itu, saya mendukung. Tetapi cara-cara penerapan dalam melaksanakan tes antigen itu rasa saya yang sangat jauh dari pada yang namanya dilakukan dengan cara pendekatan kekeluargaan, itu yang saya sampaikan. Jadi dalam hal ini, permasalahan ini tentunya Pemerintah (Pemko Tanjungpinang) harus mengevaluasi hal-hal apa yang sudah dikerjakan. Maksud saya mengkeritik (masukan/input) itu supaya dilakukan evaluasi, sehingga penerapan dan pelaksanaan pencegahan ini nantinya tidak (kembali) menimbulkan peta konflik dalam masyarkat,” jelas Lis Darmansyah, mantan Walikota Tanjungpinang itu.

Lis Darmansyah juga mengatakan bahwa Pemko Tanjungpinang dalam menempatkan yang bertugas (Dinas/Instansi) tadi itu kebanyakan yang bukan bekaitan dengan fungsinya.

“Itu yang bertugas, bayakan yang bukan berkaitan dengan fungsinya. Seharusnya Dinas/Insatansi terkait, contohnya: Sat Pol PP, Kesbangpol, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Sekda. Ini yang di bawa DLH, Bapeda, PU, hubungannya apa?, kerjaaannya saja (Dinas/Instansi yang di bawa tadi) belum tentu beres. Jadi penyelenggaraan pemerintahan itu bukan semata-mata karena kedekatan, membuat kebijakan itu bukan karena kedekatan tetapi karena profesionalitas, karena sesuai dengan tugas dan fungsinya,” jelas Lis Darmansyah.

Walikota Tanjungpinang, Rahma melalui telpon Whatsapp (WA) kepada awak media ini mengatakan kegiatan yang dilaksanakan Satgas Covid-19 di pasar bintan center, Tanjungpinang Timur itu resmi, sudah sesuai aturan, dan dari masyarakat tadi dapat animo baik.

“Pelaksanaan itu tadi resmi, sudah dilaksanakan sesuai aturannya, semua ini untuk keselamatan pedagang dan masyarakat (pembeli/konsumen) dan keluarganya,” jawab Rahma, (3/7).

Baca juga: Wow Seorang Pers Tanjungpinang Mau Ke Mesjid Raya Di Dempet Dan Bogem Di Tengah Perjalanan

Lalu, ketika di tanya persolan apa tanggapan Walikota terhadap adanya keritikan dari masyarakat (Lis Darmasnyah) tadi?, masyarakat yang akan mengetahui nantinya.

“Tadi ada masyarakat (pembeli/konsumen) yang meminta sendiri agar dirinya di antigen dengan hasil negatif dan bahkan (kuatir) sayur yang sudah dibelinya tidak jadi di bawa pulang dia. Pelaksanaan tadi terdapat 12 orang yang ‘positif’, 10 Orang dari pedagang dan 2 Orang dari pemebeli/konsumen. Persoalan ada yang mengkritik itu biarlah masyarakat yang mengetahaui sendiri nantinya,” jawab Rahma.

Baca juga: Kehilangan Hp Setalah Didatangi Orang Mengaku Wartawan

Sementara Endang Abdullah, Wakil Walikota Tanjungpinang, yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tanjungpinang dan latar belakangnya ‘Orang Kesehatan’ ketika ingin di minta wawancara perihal penangan Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang di Bintan Center, batu 10, Kota Tanjungpinang, melalui pesan Whatsapp menolak di wawancara, (3/7).

“Maaf Mas Saya Lagi Giat,” pesan WA Endang Abdullah kepada awak media ini.

Entah kenapa Endang Abdullah Wakil Walikota Tanjungpinang itu tidak mau berkomentar perihal adanya persolaan penanganan Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang di pasar bintan center. Bukankah seharusnya sebagai Orang yang berlatar belakang “Pendidikan dan Pekerjaan di dunia kesehatan” selayaknya memiliki kepedulian suatu sikap yang lebih antusias?, dan bukankah merupakan Orang yang mumpuni dalam hal menerangkan persoalan protokol kesehatan, prosedur petunjuk teknis (Jukni) keadaan ‘safety’ keselamatan diri baik bagi petugas/satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang sebagai pelaksana dan Masyarakat sebagai pembeli (Perlindungan Konsumen)?.

(Redaksi)

 62 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan