Kota TANJUNGPINANG, UP DATE

Wow Seorang Pers Tanjungpinang Mau Ke Mesjid Raya Di Dempet Dan Bogem Di Tengah Perjalanan

Dok INTINEWS co id korban pemukulan
Sekitaran Jam 17.00 WIB, RS di Visum DI IGD RSUD Raja Ahmad Thabib, Batu 8, Kota Tanjungpinang, Selasa (9/3). Foto INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, KOTA TANJUNGPINANG Negara Republik Indonesia adalah negara hukum, dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) dikatakan bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

UUD 1945 ini menegaskan semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Prinsip ini dinamakan equality before the law, yakni norma yang melindungi hak asasi warga negara.

Baca juga: “Harus di Hukum Seberat-beratnya jika ada keterlibatan Aparat Pemerintah di Pernikahan Dini,” menurut Seskab pada Hari Keluarga Nasional (Harganas)

Rasa nyaman dan aman setiap warga negara berhak dilindungi, termasuk keselamatan masyarakat di jalan raya dalam berkendara. Kejadian begal, sesuatu tindakan kriminalistas yang sudah acap kali di dengar masyarakat. Modus operandi begal dengan cara di jalan raya yang tiba-tiba mendempetkan motornya ke calon korban atau menghadang calon korban lalu melakukan aksi kejahatannya.

Dok INTINEWS co id Visum
Tanda terima pembayaran Visum RS di RSUD “Raja Ahmad Thabib”, Batu 8, Kota Tanjungpinang, Selasa (9/3).

Selasa, (9/3) Sekitar jam 16.00 WIB, RS, seorang wartawan, dengan motornya (mio) yang ingin ke mesjid raya, dekat GOR kaca puri, Jalan Teuku Umar, Kota Tanjungpinang-Provinsi Kepri. Di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Soekarno Hatta (samping Gedung Gita Bahari) tiba-tiba di dempet sama orang tidak dikenal (OTK).

“Tiba-tiba Saya di dempat sama orang tak di kenal, lalu motor saya di tendang, hampir terjatuh dan reflek motor berhenti. Orang itu datangi saya lalu membuka helem dan maskernya. Helem yang di pakai orang itu mau di hantam ke saya,” ucap RS, yang di pipi kirinya terlihat biru dan membengkak.

RS menerangkan bahwa atas kejadian itu ramai yang melihat, ada beberapa pengendara mobil, motor dan masyarakat di sekitar itu, berhenti dan melihat kejadian yang dialaminya itu.

Atas kejadian itu RS merasakan keselamatan diri terancam, dalam khawatir dan cemas RS bukan tidak beralasan karena “bogem mentah” yang mendadak (cepat) itu mendarat ke pipi kiri RS. RS baru mengenal OTK itu setelah orang itu membuka helm dan maskernya yang ternyata TL.

“Setelah Orang itu membuka Helm dan maskernya baru saya ketahui dia, TL. Dengan situasi dan kondisi diri yang masih dalam keadaan kebingungan atas kejadian di tendang motor saya itu, Tangan TL dengan cepat memberikan “bogem” mendarat ke pipi kiri saya, dia mau pukul saya lagi, saya mengelak. Lalu TL mengucapkan syukur kau aku temu di jalan raya, kalau di tempat sepi aku matikan kau,” jelas RS menceritakan tragedi yang dialaminya itu kepada awak media ini.

Baca juga: Mendagri minta ASN Terlibat Korupsi Segera di PECAT !.

RS atas saran keluarganya, meminta ia melaporkan kejadian yang alaminya itu ke Polres Kota Tanjungpinang. Setalah laporan itu, RS di antar sama 1 orang anggota Polres ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri “Raja Ahmad Tabib” Jalan W.R. Supratman, Batu 8, Kota Tanjungpinang.

Dengan peristiwa ini RS meminta keadilan hukum, karena RS sempat berpikir dirinya di begal.

Awak media ini sudah berusaha mengkonfirmasi ke TL dengan melalui pesan dan telpon beberapakali ke WhatsApp (WA) TL. Namun, sampai berita ini di publikasikan TL masih belum menjawab.

Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menegaskan semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Makna equality before the law ditemukan di hampir semua konstitusi negara. Inilah norma yang melindungi hak asasi warga negara. Kesamaan di hadapan hukum berarti setiap warga negara harus diperlakukan adil. Konstitusional dengan nilai keadilan yang harus diwujudkan dalam rasa nyaman dan aman setiap warga negara.

Karena Negara Indonesia adalah negara hukum maka setiap warga di larang melakukan perbuatan kesewenang-wenangan kepada siapapun.

(Redaksi)

ajax loader

Tinggalkan Balasan