Dok INTINEWS co id Kejati Kepri
Bapak AGUSTIAN SUNARYO, SH., CN., MH. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Kepulauan Riau (Kepri). Foto, istimewa.

INTINEWS.CO.ID, PERS RILIS Kejaksaan Tinggi (Kejati Kepri), Siaran Pers terkait Oknum Kejaksaan Negeri Bintan dan Oknum Kejaksaan Negeri Tanjungpinang yang telah mencoreng Korps Adhyaksa.

Dokumen INTINEWS Pers Rilis Kejati Kepri
Foto tangkapan layar pers rilis Kejati Kepri perihal penangkapan 2 Oknum (Kejari Bintan dan Tanjungpinang).

SIARAN PERS

Nomor: 17/L.10.3/Penkum/07/2021

TIM INTELIJEN KEJAKSAAN TINGGI KEPRI BEKERJASAMA DENGAN INTEL KEJARI BINTAN BERHASIL MENGAMANKAN OKNUM PEGAWAI KEJAKSAAN NEGERI TANJUNG PINANG DAN OKNUM PEGAWAI KEJAKSAAN NEGERI BINTAN SERTA SATU ORANG SWASTA YANG DI DUGA MEMERAS KEPALA DESA DI KABUPATEN BINTAN.

Pada hari Kamis tanggal 1 Juli 2021 Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan berhasil mengamankan (MR) oknum pegawai Tata Usaha pada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan (BI) oknum pegawai tata usaha pada Kejaksaan Negeri Bintan serta satu orang Swasta dengan inisial (RR). Ketiga pelaku di duga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa di wilayah Kabupaten dengan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk pengamanan kegiatan.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, Nomor : 01, 02
dan 03/L.10.15/Fd.1/07/2021 tanggal 1 Juli 2021 ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan.

Adapun kronologis penetapan tersangka terhadap para pelaku adalah sebagai
berikut :

  • Pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan menerima informasi masyarakat perihal adanya 2 (dua) orang yang mengaku sebagai Jaksa di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Jaksa di bagian Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan;
  • Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan diperoleh informasi bahwa kedua oknum yang mengaku Jaksa tersebut mengaku mempunyai data kegiatan fiktif Desa dan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk pengamanan kegiatan;
  • Selanjutnya bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan melaporkan ke bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan langsung merespon dengan membentuk Tim Pengamanan SDO Kejati Kepulauan Riau dengan bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan;
  • Setelah dilakukan operasi pengamanan oleh Tim Pengamanan SDO Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan dengan melakukan permintaan keterangan diperoleh kesimpulan adanya indikasi perbuatan tercela dan indikasi perbuatan pidana yang dilakukan oleh para pelaku sehingga diserahkan ke bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau untuk dilakukan inspeksi kasus;
  • Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau diperoleh kesimpulan adanya dugaan pelanggaran etika/perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum pegawai sedangkan terhadap indikasi adanya perbuatan pidana langsung diserahkan kepada bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan untuk proses hukum lebih lanjut;
  • Pada tanggal 1 Juli 2021 para pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi yakni melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa di wilayah Kabupaten Bintan yakni dengan meminta uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
  • Selanjutnya para tersangka yakni MR,BI dan RR langsung ditahan oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan dengan status penahanan rutan di Rutan Polres Bintan dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan swab antigen dan dinyatakan “negatif” dan terhadap barang bukti berupa uang sejumlah Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sudah dilakukan penyitaan.

Tindakan penangkapan dan penahanan terhadap para pelaku menerapkan protokol Kesehatan.

Tanjung Pinang, 01 Juli 2021.
ASISTEN INTELIJEN KEJAKSAAN TINGGI KEPULAUAN RIAU,

AGUSTIAN SUNARYO, SH., CN., MH.

 6 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan