NASIONAL, UP DATE

Komisi II DPR Mempertimbangkan Pendapat Presiden Joko Widodo Tentang Masa Kampanye Pemilu Tahun 2024

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second
https://intinews.co.id
Ilustrasi https://intinews.co.id

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengungkapkan bahwa Komisi II DPR akan mempertimbangkan pendapat Presiden Joko Widodo tentang masa kampanye dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang, yang diusulkan selama 90 hari.

“Pendapat Presiden tersebut akan menjadi bahan pertimbangan kami, Komisi II DPR untuk mengambil keputusan. Dan saya kira fraksi-fraksi lain di DPR, termasuk juga Mendagri, akan mempertimbangkan sepenuhnya pendapat Presiden tersebut,” kata Yanuar ketika ditemui awak media, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Sejatinya, lanjut politisi Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini, hasil pertemuan Komisi II DPR bersama jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu, ada 2 (dua) opsi terkait durasi masa kampanye, yakni;

  • 75 hari
  • 90 hari

Baca juga: Pergerakan DPW Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Kaltim Menuju Pemilu 2024

Saat itu, KPU di minta untuk membuat simulasi apabila kampanye berlangsung dalam waktu 75 hari. Sehingga akan terlihat hambatan, kesulitan dan risiko yang kemungkinan akan muncul. Meski demikian, hasil simulasi KPU tersebut pun belum diterima Komisi II DPR. Pasalnya hingga saat ini pun Komisi II DPR belum memutuskan durasi masa kampanye apakah 90 hari atau 75 hari.

“KPU agar menjelaskan hal- hal terkait durasi kampanye 75 hari itu, apa hambatannya, kesulitannya dan bahkan risiko yang mungkin muncul,” ujar Yanuar.

Dijelaskan legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat X tersebut, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Komisi II DPR untuk memutuskan durasi masa kampanye seperti efektifitas dan efisiensi. Hal itu sebagai salah satu upaya meminimalisir potensi pertentangan, perseteruan bahkan konflik yang mungkin saja terjadi akibat durasi kampanye yang panjang. Tidak hanya itu, Yanuar menilai, semakin lama masa kampanye, membuat biaya kampanye semakin meningkat dan membuat praktik politik uang lebih terbuka.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Komisioner KPU di Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo menyampaikan 6 (enam) arahan penyelenggaraan Pemilu 2024. Presiden dan KPU mengungkapkan bahwa sebisa mungkin kampanye di persingkat. Hal itu semata agar lebih efisien dan tidak menimbulkan masalah di masyarakat yang berlama-lama, sehingga kampanye akan dilangsungkan dalam durasi 90 hari.

@Sumber berita, https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/39081/t/Komisi+II+Akan+Pertimbangkan+Pendapat+Presiden+Terkait+Masa+Kampanye

(Redaksi)

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: