PENGETAHUAN, UP DATE

Ulasan Pemblokiran Tik ToK

0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second
Polish 20200829 172112839
Apakah Penyebab Adanya Usaha Pemblokiran Tik ToK?. Ilustrasi gambar dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, PENDIDIKAN IPTEK Siapa yang tidak kenal Aplikasi ‘Tik Tok’ namun akhir-akhir ini Aplikasi ini jadi sorotan di beberapa negara. Lalu, mengapa Aplikasi Tik Tok menjadi sorotan, apakah karena dapat membahayakan keselamatan pengguna?, atau persaingan bisnis?, atau membahayakan keamanan nasional suatu negara?, atau apakah sengaja agar menjadi perbincangan dunia sehingga ‘Rating’ Tik Tok semakin naik?. Berikut ini ulasan lengkapnya.

TikTok, sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok (RRC), aplikasi yang banyak diminati generasi milenial ini merupakan platform sosial video pendek yang dipadukan dengan musik, pengguna bisa berimajinasi sebebasnya berekspresi dengan membuat konten kreatif yang mudah diunggah dan sinkronisasi musik, efek spesial, dll.

Tik Tok dikenal sebagai Douyin artinya “video pendek vibrato” diluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, lahir April 1983 di Longyan, Fujian, seorang pengusaha internet Tiongkok. Selain Tik Tok, Ia juga pendiri:

  • ByteDance tahun 2012, bernilai US $75 Miliar, startup paling berharga di dunia.
  • Toutiao, pengumpul berita.

Kekayaan pribadi Zhang diperkirakan capai $22,6 Miliar (orang terkaya ke 9 di RRC). Zhang kuliah di Universitas Nankai di Tianjin, jurusan Mikroelektronika lalu beralih ke Teknik perangkat lunak, di wisuda tahun 2005. Istrinya satu kampus. Pada Februari 2006, Zhang menjadi karyawan kelima dan insinyur pertama di situs web perjalanan Kuxun, dan setahun kudian dipromosikan menjadi direktur teknis. Tahun 2008, Zhang berhenti dari Kuxun. Lalu bekerja di Microsoft, meninggalkan Microsoft karena aturan korporat perusahaan. Bergabung ke startup Fanfou, yang akhirnya gagal. Pada tahun 2009, ketika Kuxun akan diakuisisi oleh Expedia, Zhang mengambil alih bisnis pencarian real estate Kuxun dan memulai 99fang.com yang merupakan perusahaan pertamanya.

Pencekalan

Tik Tok di Indonesia, pada Selasa siang tanggal 3 Juli 2018, pernah di blokir di Indonesia. Pada waktu itu selama 1 bulan Kemenkominfo telah lakukan pemantauan dan mendapati laporan keluhan tentang aplikasi ini. Menurut RU diantara (Menteri Kemenkominfo pada waktu itu) banyak sekali konten negatif terutama sekali untuk anak-anak. Pemblokiran aplikasi ini juga dikoordinasikan dengan Kementerian PPA. Lalu, seminggu kemudian di lepas pemblokirannya setelah TikTok bernegosiasi, membuat berbagai perubahan, termasuk menghapus konten negatif, membuka kantor penghubung pemerintah, dan menerapkan batasan usia serta mekanisme keamanan.

Tik Tok di India, merupakan 1 dari 59 aplikasi buatan China yang diblokir India mulai Senin (29/6/2020). Apakah pemblokiran merupakan buntut dari bentrokan maut di perbatasan antara militer India dengan China, yang menewaskan 20 tentara India?. Pemerintahan India prasangka bahwa Aplikasi ini membagikan informasi pengguna di India dengan pemerintah asing (termasuk China).

Tik Tok di Amerika, pada Kamis tanggal 07 Agustus 2020, Donald Trump secara resmi mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang penggunaan luas dua aplikasi (Tik Tok salah satunya). Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebutkan mengenai “darurat nasional” dalam perintah eksekutif yang beredar. Ancaman melarang TikTok dikecualikan jika aplikasi yang berbasis di China ini diakuisisi oleh perusahaan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Instagram bulan ini meluncurkan fitur video bermusik baru yang akan bisa menjadi saingan TikTok. Apakah ini semakin mengancam aplikasi video singkat milik perusahaan China tersebut, yang terancam di blokir dan di beri waktu hingga 15 September 2020 untuk membahas akuisisinya oleh perusahaan teknologi AS Microsoft.

Sumber berita net.

(Redaksi).

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

error

www.intinews.co.id berita siber pers nasional

Facebook7k
Instagram5k
YouTube945
YouTube
WhatsApp13k
Pinterest333
Pinterest
fb-share-icon
Telegram20
WeChat666
RSS330
Follow by Email2k