NASIONAL, UP DATE

Masih Ada Mengaku HTI Di Lapor

www INTINEWS co id 2
Ormas yang di larang di Indonesia. Ilustrasi gambar dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL – Jakarta, Heriansyah memolisikan M. Ismail Yusanto sebagai terlapor karena eksis di medsos mengeklaim sebagai Juru bicara (Jubir) HTI.

Diketahui bahwa Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada tanggal 19 Juli 2017 Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM telah resmi mencabut status badan hukum HTI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI.

Dilakukannya pencabutan itu sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M. Ismail Yusanto dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena pengakuan masih aktif sebagai anggota HTI yang sudah dibubarkan dan dilarang negara Indonesia.

“Kami melaporkan Ismail Yusanto karena masih mengaku sebagai Jubir HTI, padahal organisasi ini sudah dibubarkan dan terlarang serta terus mempropagandakan khilafah ala HTI ke publik khususnya melalui media sosial dia,” ungkap pelapor kasus, Heriansyah di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Pelapor meyakini pengakuan M. Ismail Yusanto di media sosial itu bisa mengakibatkan kegaduhan di kalangan masyarakat. Pernyataan M. Ismail Yusanto bisa membuat kelompok HTI kembali berorganisasi.

dokumentasi INTINEWS 20200829 175631
Laporan. Foto dari medsos tweet

Laporan Heriansyah sudah di registrasi dengan nomor Laporan: TBL/5137/VIII/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ, laporan tertanggal 28 Agustus 2020, dengan Pasal yang dilaporkan, sebagai berikut:

  • Pasal 82A Ayat (2) juncto Pasal 59 Ayat (4) Poin (b) & (c) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas dan atau Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 169 KUHP.

Diketahui bahwa kenapa HTI dibubarkan, ada beberapa alasan, diantaranya :

  • Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.
  • Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.
  • Aktivitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber net.

(Redaksi).

ajax loader

Tinggalkan Balasan