NASIONAL, UP DATE

Dapat Dikatakan Ketidakadilan Dengan Kenaikan BBM Merupakan Kekerasan Yang Paling Mendasar Bagi Seluruh Kaum Bumi Putra Indonesia Ucap Agung Mozin

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL – Pada hari Sabtu, 3 September 2022, tepat pukul 13.30 WIB, harga BBM dinaikkan, dengan dalil pengalihan subsidi BBM tersebut bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran. Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM, di Istana, Jakarta, ditemani Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Kenaikan BBM ini menjadi catatan buruk di era Jokowi, yang akan memperpanjang dan memperburuk kemiskinan ‘Kaum Bumi Putra Indonesia‘. Sehingga dapat dikatakan ketidakadilan dengan kenaikan BBM merupakan kekerasan yang paling mendasar bagi seluruh Kaum Bumi Putra Indonesia ucap Agung Mozin.

Dapat Dikatakan Ketidakadilan Dengan Kenaikan BBM Merupakan Kekerasan Yang Paling Mendasar Bagi Seluruh Kaum Bumi Putra Indonesia Ucap Agung Mozin
Agung Mozin Politisi Senior, Salah satu Tokoh populer. Foto dokumen www.intinews.co.id

Awak media ini melalui WhatsApp (WA) menghubungi salah satu tokoh populer di Indonesia yaitu Pak Agung Mozin, Politisi Senior yang jadi Ketua Umum Satu Jari Indonesia. Menurut Pak Agung Mozin catatan buruk kenaikan BBM Era Jokowi, memperpanjang dan memperburuk kemiskinan ‘kaum Bumi putra Indonesia’ terbukti saat ini, betapa mudahnya Kita menemukan ketidakadilan dalam berbagai bentuk di seluruh lini kehidupan.

“Ketidakadilan telah mempengaruhi berjuta-juta anak bangsa, tanpa menyadari telah menurunkan taraf hidup ke dalam kondisi level ‘sub human‘, yaitu kondisi di mana manusia disamakan dengan hewan, di luar standar kehidupan perikemanusiaan, bahkan minimal,” terang Pak Agung Mozin kepada Awak media ini, (7/9).

Baca juga: Boby Jayanto Menyatakan Ganti Kepala BUMD Tanjungpinang Untuk Kepentingan Siapa?

Menurut Pak Agung Mozin, kondisi ‘sub human‘ yang paling mengerikan adalah kemiskinan. Karena kemiskinan dapat membunuh sebagaimana peperangan yang brutal. Namun, kemiskinan lebih dasyat dari sekedar membunuh, karena kemiskinan bisa menyebabkan kerusakan fisik, psikologis dan moral.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa ketidakadilan dengan kenaikan BBM merupakan ‘kekerasan’ yang paling mendasar bagi seluruh Kaum Bumi Putra Indonesia” – Agung Mozin, Politisi Senior –

Dapat Dikatakan Ketidakadilan Dengan Kenaikan BBM Merupakan Kekerasan Yang Paling Mendasar Bagi Seluruh Kaum Bumi Putra Indonesia Ucap Agung Mozin
Agung Mozin Politisi Senior. Foto dokumen WWW.INTINEWS.CO.ID

Lanjut Politisi Senior ini, Ironisnya, ketidakadilan dipertahankan atau didiamkan secara ‘konstitutional’ melalui instrumen demokrasi bernama DPR, di mana segelintir kelompok orang dengan hak istimewa (‘previledged‘) menggiring umat manusia ke dalam kondisi ‘sub human’ tersebut. Pada akhirnya mereka mengalami tidak keberdayaan, ketidakadilan, penistaan, dan tidak memiliki harapan, serta tanpa kepastian masa depan. Oleh karena itu, kebutuhan yang paling mendesak yaitu membangunkan dan membukakan mata mereka kaum bumi putra Indonesia. Untuk itu, diperlukan sebuah gerakan bersama elemen mahasiswa dan masyarakat. Kaum bumi  putra yaitu kaum miskin dan lemah tertindas oleh ketidakadilan kolosal dengan kebijakan menaikan BBM.

Baca juga: Apatis Bagian Kesatu Rahma Tidak Mumpuni Sebagai Walikota Tanjungpinang

Menurut Politisi Senior itu, terjadinya perihal pengingkaran bahkan penyelewengan amanat konstitusi kepada kaum miskin dan lemah.

“Padahal hak-hak mereka (kaum miskin dan lemah) secara konstitusional dipelihara oleh negara, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan landasan Idiil negara, yakni Pancasila. Artinya, ini adalah amanah konstitusi yang harus terus diperjuangkan demi tegaknya cita-cita kemerdekaan Indonesia,” jelas Pak Agung Mozin, salah satu tokoh populer di Indonesia ini kepada awak media ini, (7/9).

Mengakhiri pembicaraannya Pak Agung Mozin dengan memberikan pertanyaan. Menjadi suatu pertanyaan; Apakah lebih mengutamakan menyelamatkan kehidupan kaum bumiputera yang masih miskin dan lemah atau lebih mengutamakan sebuah ambisius kaum oligarki kapital?.

(Redkasi)

ajax loader

Tinggalkan Balasan