WWW.INTINEWS.CO.ID

"Sulit dapat KEADILAN berdasarkan KEBENARAN maka LAWAN PENINDASAN itu dengan Data Fakta !." (Pemred INTINEWS.co.id)

Pemilu Pertama di Indonesia Dan Satu-satunya Pemilu Yang Pernah Dilaksanakan Masa Pemerintahan Presiden Soekarno

INTINEWS. CO. ID, PENDIDIKAN&IPTEK - Ada kata bijak "Jangan pernah Melupakan Sejarah". Di era Kemerdekaan Republik Indonesia banyak Tokoh/Pemuda yang mumpuni berpikiran maju untuk Indonesia, tapi pemikiran itu tidak luput dari 'kepentingan' sehingga lenyap. Melawan lupa, salah satu Tokoh tersebut adalah Burhanuddin Harahap. Perjuangan dan Pemikiran Burhanuddin Harahap sebagai "Pemrakarsa" sudah selayaknya Presiden Ir. Joko Widodo memberikan penghargaan, seperti sebagai ; "Bapak Demokrasi Indonesia" atau "Bapak Anti Korupsi Indonesia". Kenapa?. Baca berikut ini.

INTINEWS. CO. ID, PENDIDIKAN&IPTEK – Ada kata bijak “Jangan pernah Melupakan Sejarah”. Di era Kemerdekaan Republik Indonesia banyak Tokoh/Pemuda yang mumpuni berpikiran maju untuk Indonesia, tapi pemikiran itu tidak luput dari ‘kepentingan’ sehingga lenyap. Melawan lupa, salah satu Tokoh tersebut adalah Burhanuddin Harahap. Perjuangan dan Pemikiran Burhanuddin Harahap untuk Indonesia berdemokrasi dan pemerintahan yang anti korupsi sebagai “Pemrakarsa” sudah selayaknya Presiden Ir. Joko Widodo memberikan penghargaan, seperti sebagai ; “Bapak Demokrasi Indonesia” atau “Bapak Anti Korupsi Indonesia”. Kenapa?. Baca berikut ini.

Burhanuddin Harahap (ejaan lama: Boerhanoeddin Harahap), lahir di Medan, Sumatra Utara, 27 Desember 1917, meninggal di Jakarta, 14 Juni 1987 (pada umur 69 tahun).

Burhanuddin Harahap adalah Perdana Menteri Indonesia ke-9, Kabinetnya bernama Kabinet Burhanuddin Harahap, memerintah antara 12 Agustus 1955 sampai 24 Maret 1956.

Baca juga: “Menciptakan SDM Unggul atau Tunggul”

Burhanuddin Harahap, Kami Perkenalkan (1952), p94.jpg
Burhanuddin Harahap pada tahun 1956. Sumber foto https://id.m.wikipedia.org

Burhanuddin Harahap merupakan keturunan Sultan Aru Barumun yaitu Aminuddin Harahap gelar Baginda Pamenang, di wilayah Pasir Pangaraian, Rokan Hulu. Ayahnya merupakan seorang Jaksa di Medan, Sumatra Utara, bernama Junus Harahap.

Perdana Menteri Burhanuddin Harahap partai politiknya Masyumi, pada era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Banyak yang dilakukan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap P, diantaranya:

  • Pada masa jabatannya menjadi Perdana Menteri tahun 1955, dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia yang pertama kali sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia, dan yang Pertama kali di Indonesia, juga Pemilu ini merupakan satu-satunya Pemilu yang pernah dilaksanakan pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno.
  • Burhanuddin Harahap juga berperan besar dalam pelaksanan Konferensi Asia-Afrika. Burhan mengundang semua perwakilan negara Asia Afrika walaupun terlaksana pada era Ali Sastroamidjojo.
  • Burhanuddin Harahap juga membubarkan Uni Indonesia Belanda yang disetujui Sultan Syarif Hamid II sebagai Ketua Republik Indonesia Serikat d.
  • Burhanuddin tidak mau membayar sisa hutang Belanda.
  • Burhanuddin juga Menghidupkan Pemberantasan Korupsi sehingga puluhan pejabat yang tersandung korupsi pada masanya banyak di tangkap oleh polisi militer meskipun pemberantasan korupsi dihapuskan oleh Sukarno karena banyak tokoh PNI yang terlibat korupsi seperti Iskak Tjokrohadisurjo.
  • Burhanuddin juga berperan dalam perdamaian dengan DI Aceh. Dia mengabulkan tuntutan Aceh jadi Provinsi yang terpisah dari Sumatra bagian Utara.
  • Dibawah pimpinannya, ia mendirikan USU di Aceh dan Sumut sebagai lembaga pendidikan.

Baca juga: “Halo…Pak Joko Widodo, Tolong Kirimkan ‘Kucing’ Yang Menerkam ‘Tikus’ Tanpa Pandang Bulu”. (Bagian 1)

Kepemimpinan Burhanuddin Harahap yang bagus, tetapi digantikan Sukarno dengan Kabinet Ali mengakibatkan perselisihan di Kubu Hatta yang mendukung penuh Burhanuddin Harahap. Dan Perselisihan itu mengakibatkan M. Hatta mundur dari Wakil Presiden Republik Indonesia karena tak dihargai Sukarno.

Baca juga: Termasuk Rektor Pertama UGM Prof. Sardjito, Presiden Jokowi Berikan Anugerah 6 Pahlawan Nasional

Burhanuddin menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia bergabung dengan Partai Masyumi pada tahun 1946 dan kemudian diangkat menjadi Ketua Fraksi Masyumi di DPRS RI.

Ia meninggal di RS Jantung Harapan Kita dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

@Sumber berita, https://id.m.wikipedia.org/wiki/

(Redaksi).

%d blogger menyukai ini: