Dirgahayu Ke-73 Korpaskhas TNI AU, Sejarah Panjang Pasukan Komando

Pimred dan keluarga besar www,intinews.co.id mengucapkan selamat Dirgahayu Ke-73 Korpaskhas, dan mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan yang diberikan setiap prajurit Baret Jingga TNI AU kepada Negara Republik Indonesia. Foto INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, PENDIDIKAN&IPTEK – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Republik Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang dalam perjuangan membela negara Republik Indonesia. Salah satu sejarah itu adalah lahirnya pasukan komando (elit) yang dimiliki oleh AU yaitu Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) atau dikenal dengan pasukan Baret Jingga.

Berawal dari permintaan Gubernur Kalimantan Mohammad Noor kepada Kasau Marsekal Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan guna membantu perjuangan rakyat Kalimantan, di sambut baik oleh Kasau dengan menunjuk Tjilik Riwut untuk menyiapkan prajurit-prajurit AURI melaksanakan tugas penerjunan di Kalimantan.
Pada tanggal 17 Oktober 1947, dini hari sebuah pesawat dakota memecah keheningan daerah Maguwo lepas landas menyeberangi lautan dan menelusuri belantara rimba  Kalimantan menuju Kotawaringin sebagai daerah sasaran penerjunan.   Pesawat dakota yang diawaki  Kapten pilot Bob Freeberg dengan Copilot Makmur Suhodo serta di bantu Jump master Amir Hamzah dan Pemandu jalan Mayor Tjilik Riwoet bersama 13 pejuang prajurit AURI sebagai satgas dakota ri-002 siap melaksanakan penerjunan di kotawaringin, kalimantan untuk meneruskan perjuangan bangsa indonesia. Tepat pukul 07.00 WIB pesawat dakota yang membawa 13 pejuang prajurit AURI berada diatas sasaran melakukan penerjunan di daerah Sambi, Kotawaringin,  Kalimantan Tengah.
Prajurit Korpaskhas. Foto Redaksi/Ogi “Jhenggot
Tugas yang dibebankan kepada ketiga belas penerjun tersebut adalah membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat Kalimantan, membuat stasiun radio untuk perhubungan Yogyakarta – Kalimantan serta mengusahakan dan menyempurnakan daerah penerjunan untuk dijadikan daerah penerjunan selanjutnya.

Peristiwa penerjunan yang dilakukan oleh tiga belas prajurit AURI di Kalimantan tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan tempur Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, yang dikukuhkan dua puluh tahun kemudian berdasarkan keputusan Men/Pangau nomor 54  tahun 1967, tanggal 12 Oktober 1967 bahwa tanggal 17 Oktober 1947 ditetapkan sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Dan tanggal itu pun merupakan awal sejarah penerjunan oleh prajurit TNI yang merupakan operasi penerjunan pertama di indonesia serta dapat dikatakan untuk yang pertama kalinya operasi lintas udara dilakukan di Indonesia.

Baca juga: DANLANTAMAL VIII Pimpin Pencanangan Bulan TRISILA TNI AL Di LANTAMAL VIII

Dalam perjalanan sejarahnya dan  dengan dinamika penyempurnaan organisasi serta pemantapan satuan-satuan TNI maka berdasarkan keputusan Kasau  nomor kep/22/iii/1985, tanggal 11 maret 1985, Kopasgat berubah menjadi Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Puspaskhas).

Melihat perkembangan tugas, peran, fungsi dan eksistensi satuan-satuan paskhas dalam operasi gabungan TNI maupun sistem operasi udara diyakini semakin nyata dan sangat relevan, serta seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI dan TNI Angkatan Udara tanggal 7 juli 1997 sesuai Kep Pangab nomor kep/09/VII/1997, status Puspaskhas ditingkatkan dari Badan Pelaksana Pusat menjadi Komando Utama Pembinaan sehingga sebutan Puspaskhas berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas).

12 Ciri-ciri Prajurit Komando. Foto Redaksi/Ogi “Jhenggot”
Berdasarkan skep Kasau nomor skep/73/III/1999 tanggal 24  Maret 1999, Korpaskhas membawahi 3 wing  paskhas, Detasemen Bravo dan Detasemen Kawal Protokol Paskhas.    Setelah berubah status menjadi kotama pembinaan dan sebagai konsekuensi dari skep kasau di atas maka pada bulan September 1999 dibentuklah satuan wing paskhas yang terdiri dari:
  1. Untuk wilayah barat, Wing I Paskhas di Jakarta,  membawahi tiga skadron paskhas dan  empat flight paskhas bs.
  2. Untuk wilayah timur, Wing II Paskhas di Malang membawahi tiga skadron paskhas dan dua flight paskhas bs.
  3. Wing III Diklat Paskhas di Bandung membawahi 3 satuan pendidikan.

Pasukan Baret Jingga yang dimiliki TNI AU merupakan satuan tempur elit yang memiliki kemampuan di udara, laut dan darat. Dengan memiliki kualifikasi para-komando dalam melaksanakan tugas yang di emban oleh setiap prajurit Korpaskhas.

Tugas dan tanggung jawab Korpaskhas sama dengan pasukan tempur lainnya yaitu sebagai satuan tempur negara, namun prajurit paskhas selalu siap diterjunkan di segala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menjalankan semua tugasnya, dengan spesialisasi kematraan udara.

Warna baret jingga Paskhas terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Bandung, yaitu tempat pasukan elit ini di bina.

Moto Paskhas ialah “Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana“, yang artinya melaksanakan tugas tanpa menghitung untung dan rugi.

Pada hari ini, Sabtu 17 Oktober 2020, Pimred dan keluarga besar www,intinews.co.id mengucapkan “selamat Dirgahayu Ke-73 Korpaskhas, dan mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan yang diberikan setiap prajurit Baret Jingga TNI AU kepada Negara Republik Indonesia”.

@Sumber berita, Net.

(Redaksi)

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: