Polish 20200601 134328350
Selamat Hari Lahir Pancasila Ke-4 (2016-2020), Pimred www.intinews.co.id mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. Joko Widodo. ilustrasi Gambar dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, PENDIDIKAN&IPTEKPada hari ini, Senin 1 Juni 2020 bangsa Indonesia memperingati hari lahir Pancasila yang Ke-4. Kenapa baru yang Ke-4 kali, bukankah Pancasila sudah ada pada kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945?. Berikut ini sejarahnya.

Terlebih dahulu perlu di ketahui bahwa di Negara Republik Indonesia ini ada 2 (dua) hari besar berkaitan dengan Pancasila, yaitu:

  1. Peringatan Hari Lahir Pancasila, setiap tanggal 1 Juni.
  2. Peringatan Hari Kesakitan Pancasila, setiap tanggal 1 Oktober.

Baca juga: Presiden Joko Widodo: “Pers Indonesia Bangun Semangat Positif”

Hari Kesakitan Pancasila

Diperingati setiap tanggal 1 Oktober, Perbuatan kudeta Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Gerakan 30 September (Gerakan 30 September/PKI) disingkat G30S/PKI, atau Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), atau juga Gestok (Gerakan Satu Oktober). Peristiwa Pergerakan PKI yang terjadi selewat malam pada tanggal 30 September sampai awal bulan 1 Oktober 1965 dengan korban 7 (Tujuh) Perwira Tinggi TNI gugur (Pahlawan Revolusi) dan beberapa orang turut di bunuh dalam usaha kudeta PKI pada waktu itu.

Screenshot 20200601 142852
71 Tahun lamanya (1945 -2016) waktu untuk menetapkan Hari Lahir Pancasila. Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo melalui Keputusan Presiden, (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 ditetapkannya Hari Lahir Pancasila, dan sebagai hari libur Nasional. ilustrasi foto dokumentasi INTINEWS.co.id

Hari Lahir Pancasila

Diperingati setiap tanggal 1 Juni, peringatan ini sempat menjadi perdebatan di era Orde Baru. Era Reformasi, kembali diperdebatkan untuk penentuan menetapkan tanggal berapa untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, karena ada dua tanggal lain yang juga berkaitan, yaitu;

  1. Tanggal 22 Juni.
  2. Tanggal 18 Agustus.

Tanggal 1 Juni terpilih, tanggal tersebut di tahun 1945 istilah “Pancasila” pertama kali diungkapkan oleh Ir. Soekarno pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Gagasan Bung Karno dalam pidatonya, tentang dasar negara Indonesia. Bung Karno memiliki keinginan untuk menghentikan perdebatan di antara anggota BPUPKI. Selain Bung Karno, gagasan juga diberikan antara lain:

  • Radjiman Wediodiningrat,
  • M. Yamin, dan
  • Soepomo.

Akhirnya yang dianggap paling ‘pas’ adalah pidato milik Bung Karno (Ir. Soekarno).

Baca juga: Presiden Jokowi : Dukung Penuh Riset dan Inovasi Terkait Penanganan Covid-19

Kekalahan Tentara Kekaisaran Jepang di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang di Indonesia berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan atau BPUPK) , dan menjadi BPUPKI, tambahan “Indonesia”. Di Gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta (pada zaman Belanda sebagai GedungVolksraad “Perwakilan Rakyat” tahun 1925) sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila.

BPUPKI mengadakan sidang pertamanya dari tanggal 29 Mei dan selesai tanggal 1 Juni 1945. Tanggal 28 Mei 1945 rapat di buka, dan pembahasan dimulai tanggal 29 Mei 1945 bertemakan “Dasar Negara”. Telah berjalan beberapa hari namun masih tidak dapat titik terang, pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakannya “Pancasila”. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi, lalu membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut.
Terbentuklah Panitia Sembilan terdiri dari:
  1. Ir. Soekarno,
  2. Mohammad Hatta,
  3. Mr. AA Maramis,
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso,
  5. Abdul Kahar Muzakir,
  6. Agus Salim,
  7.  Achmad Soebardjo,
  8. Wahid Hasjim,
  9. Mohammad Yamin.

Bertugas merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia dengan berdasarkan pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka (17 Agustus 1945).

Rumusan Pancasila dari penggalian Bung Karno berhasil dirumuskan untuk dicantumkan di Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai Dasar Negara Republik Indonesia merdeka pada sidang PPKI I (tanggal 18 Agustus 1945).

Baca juga: Presiden Joko Widodo Mengeluarkan Instruksi Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak.

Lalu, penetapan Hari Lahir Pancasila membutuhkan suatu proses yang panjang (membutuhkan berpuluhan tahun) selama itu sampai Negara ini di Pimpin oleh Ir. Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia yang akhirnya Hari Lahir Pancasila bisa ditetapkan.

Dibutuhkan 71 Tahun lamanya (1945 -2016) hanya untuk menetapkan Hari Lahir Pancasila yang mempunyai arti sangat penting bagi Negara ini. Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo pada tahun 2016 melalui Keputusan Presiden, (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 ditetapkannya Hari Lahir Pancasila, dan juga sebagai hari libur Nasional.

Dan sejak 1 Juni 2017 peringatan Hari Lahir Pancasila yang Ke-1 di Bumi Nusantara ini.

Pancasila pegangan dalam kehidupan sehari-hari sebagai jati diri atau identitas Rakyat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang esensial menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan di tengah-tengah keberagaman Bangsa Indonesia. Terima kasih Bapak Ir. Joko Widodo, karena Bapak Ir. Joko Widodo di Negara ini bisa memperingati Hari Lahir Pancasila. Hormat saya, Pimred berita harian www.intinews.co.id.

(Redaksi).

 8 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan