Dokumentasi INTINEWS co id Anggota IPK
Kondisi Leonardo Aritonang korban pengeroyokan puluhan orang, di ketika dimasukkan ke mobil ambulance (kiri), dan masih tidak sadarkan diri (kanan) di RS. Embung Fatimah, Batu Aji, Kota Batam-Kepri. Foto Istimewa.

NTINEWS.CO.ID, BATAM Negara hukum, setiap warga negara berhak memiliki rasa nyaman dari tindakan kesewenang-wenangan yang melanggar hukum, peraturan dan perundangan yang berlaku apapun itu bentuknya.

Dok INTINEWS CO ID IPK TPI
Ketua DPD IPK Kota Tanjungpinang Muhammad Sopian, S.Sos. Foto dokumentasi INTINEWS.co.id

Muhammad Sopian, S.Sos., Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Tanjungpinang menyatakan jangan pernah melupakan kejadian dugaan pengeroyokan yang di alami oleh Leonardo Aritonang, yang biasa di sapa “Leo” pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Dugaan pengeroyokan itu terjadi di Komplek Ruko Mitra Mall Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Bukan hanya Leonardo Aritonang sebagai korban dari pengeroyokan tersebut, juga Turut Lumban Toruan menjadi korban.

“Pada hari Rabu, 12 Mei 2021, sekitar pukul 23.00 WIB, Turut Lumban Toruan juga Leonardo Aritonang pergi ke Komplek Ruko Mitra Mall Kecamatan Batu Aji karena di telpon oleh “Rcdo” yang meminta berjumpa di situ. Sekitar puluhan orang sudah menunggu di situ. Selang beberapa menit pembicaraan terjadilah pengroyokan itu”, terang Sopian, Ketua DPD IPK Kota Tanjungpinang.

Baca juga: Menelusuri Dasar Hukum Pemprov Kepri Menggelontorkan Dana JPS Covid-19 Sebesar 24 Miliar Lebih Ke Sekolah Sebagai Bantuan SPP

Sebagai Ketua DPD IPK Kota Tanjungpinang, Sopian kaget membaca berita-berita yang memviralkan kejadian pengeroyokan yang menimpa anggota DPD IPK Batam, Ia pun langsung menghubungi (Koordinasi) ke Pimpinan DPD IPK Kota Batam.

“Kaget setelah membaca berita-berita yang memberitakan tentang dugaan pengeroyokan itu. Saya langsung hubungi Pimpinan DPD IPK Kota Batam. Leonardo Aritonang kritis tidak sadarkan diri. yang saat ini masih di Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam. Turut Lumban Toruan yang juga menjadi korban sudah membuat laporan ke Polresta Barelang, Kota Batam tertanggal 13 Mei 2021,” jelas Muhammad Sopian, S.Sos., Senin (17 Mei 2021).

Dok Intinews co id LP Anggota IPK
Laporan Turut Lumban Toruan (juga korban pengeroyokan) di Polresta Barelang, Kota Btam. Foto istimewa.

Muhammad Sopian menjelaskan sampai saat ini kami akan terus menunggu keadilan hukum sampai keputusan Pengadilan, Negara Republik Indonesia ini punya hukum. Aparat hukum, mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Kapolri Jendral Sigit Listyo Sigit Prabowo, berharap semua yang melakukan perbuatan itu di tangkap dan di hukum. Kami juga siap membantu aparat hukum untuk mencari mereka semua sampai dapat siapa saja mereka yang melakukan perbuatan itu.

“Jangan bar-bar, kami juga bisa, namun perlu di ingat Negara ini punya Hukum. mengutip dari pernyataan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo di berita detik com tertanggal 14 Desember 2020 (https://news.detik.com/berita/d-5293848/pernyataan-jokowi-soal-warga-tak-boleh-semena-mena-pgi-negara-ini-punya-hukum) “Jadi sudah merupakan kewajiban aparat penegakan hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil,” ujar Jokowi setelah berolahraga sepeda di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (13/12/2020). Dan mengutip pernyataan Kapolri Jendral Jendral Sigit Listyo Sigit Prabowo di berita detik com tertanggal 13 April 2021 (https://news.detik.com/berita/d-5530680/kapolri-tak-habis-pikir-jika-kapolda-kapolres-tak-mau-baca-wa-masyarakat) “Saya nggak kenal, itu WA dari siapa, saya buka dan kemudian saya teruskan. Kadang saya jawab, saya teruskan. Jadi, kalau saya yang jadi Kapolri masih mau menerima dan membaca pengaduan-pengaduan tersebut, saya nggak bisa bayangkan kalau seorang kasatker, seorang kapolda, kapolres, rekan-rekan yang dinas di Propam tidak mau membaca,” ucapnya. Jadi, atas dasar itu Kami menunggu dan berharap penegak hukum menangkap siapapun mereka baik yang melakukan tindakan itu dan yang menyuruh melakukan perbuatan itu terhadap anggota kami. Kami juga siap membantu aparat hukum untuk mencari mereka semua sampai dapat siapa saja mereka yang melakukan perbuatan itu, kami akan selalu tunggu sampai putusan pengadilan” ucap Muhammad Sopian kepada awak media ini, Senin (17 Mei 2021).

Baca juga: Propam Harus Usut Tuntas Kasus Narkoba Oknum Polri Jangan Ada Kesan Penegakan Hukum Tajam Ke Bawah Namun Tumpul Ke Atas

Menutup wawancara Ketua IPK DPD Kota Tanjungpinang menyatakan bahwa “dengan cara pengeroyokan itu tidak laki !!!.”.

(Redaksi)

 16 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan