NASIONAL, UP DATE

Revisi UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, Akan Ditambah Kewenangan KPI Mengawasi Media Digital

0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

kominfo wapres KPI dan Wapres awasi media baru

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL – Pesatnya perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), untuk itu sebagai pengelola sistem penyiaran nasional diharapkan dapat menjaga independensi dan eksistensinya di tengah dinamika dan transformasi penyiaran yang semakin memasuki era digital.

“Saya kira peran KPI ini penting sekali, karena memang diberi kewenangan [mengawasi], walaupun baru sampai ke televisi dan radio. Kalau bisa media baru,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menerima audiensi jajaran pimpinan KPI Pusat di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/02/2020).

Lebih lanjut Wapres mengingatkan agar KPI tegas kepada media-media yang menayangkan tayangan tidak mendidik.

 “Hal ini bukan dalam rangka mengekang kebebasan, tetapi untuk menjaga ketertiban,” ucapnya.

Baca juga : Tingkatkan Peran Cendekiawan Muslim dalam Pembangunan SDM Unggul

Sebelumnya, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, melaporkan bahwa saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan DPR sedang membahas revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang di dalamnya akan ditambahkan kewenangan KPI untuk mengawasi media digital. Agung menyampaikan dinamika penyiaran di dalam negeri seperti perkembangan digitalisasi dan media baru. Dikatakannya bahwa pengawasan media baru belum ada karena tidak adanya regulasi yang menaungi.

“Pengaturan media baru sangat diperlukan karena menyangkut sejumlah hal selain hanya pengawasan juga finansial bagi negara melalui pajak. Rencananya di undang-undang 32 mau masuk yang direvisi sekarang. Draft dari DPR ada kata-kata penyiaran bukan hanya dari konvensional tetapi juga dari internet, sehingga Youtube, Netflix, sudah bisa masuk,” ungkap Agung.

Baca juga: Evaluasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu Kota Tanjungpinang bersama Insan Pers Kota Tanjungpinang

Oleh karena itu, Agung menyampaikan harapan kiranya pemerintah dapat mendorong proses penyelesaian revisi undang-undang penyiaran tersebut. Melalui revisi undang-undang ini, selain menambah wewenang KPI untuk mengawasi media digital, juga menjadi kunci untuk menuntaskan digitalisasi siaran. Sehingga televisi analog yang ada saat ini dapat bermigrasi menjadi televisi digital. Dengan migrasi ini, keuntungan yang akan diperoleh adalah jaringan internet menjadi semakin cepat, karena tidak lagi menggunakan sistem analog yang boros frekuensi.

“Kalau kita masih bertahan sepuluh tahun lagi dengan analog, misalnya, itu nanti handphone kita bisa tidak bisa dipakai lagi, karena fiber optic tidak lagi bisa menyuplai data,” papar Agung.

Ketua KPI Pusat mengatakan soal rencana menyelenggarakan Hari Penyiaran Nasional tahun 2020 di Kota Manado pada 1 April mendatang ke Wapres. Persiapan peringatan Harsiarnas yang akan dihadiri masyarakat penyiaran di Indonesia sudah dilakukan sejak jauh hari. Pimpinan KPI juga menyampaikan undangan dan meminta kesediaan Wapres untuk hadir pada acara peringatan Hari Penyiaran Nasional Ke-87.

Baca juga: 1.244 Pasal dan 79 UU Direvisi

Hadir bersama Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Poernomo, Koordinator Bidang Kelembagaan Irsal Ambia, Koordinator Bidang Isi Siaran Mimah Susanti, Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran Mohammad Reza, Asisten Komisioner Huda, serta Perencana Hukum dan Humas Umri.

Sementara pada kesempatan ini Wapres didampingi;

  • Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar,
  • Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi,
  • Anggota Tim Ahli Wapres Nurdin Tampubolon, dan
  • Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan Mohammad Iqbal.
@Sumber berita&foto, https://www.kominfo.go.id/content/detail/24488/wapres-harap-kpi-antisipasi-transformasi-penyiaran-

(Redaksi).

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: