Penangkapan Ravio Patra, Anggota DPR Ajak Semua Pihak Berpikir Objektif Atas Upaya Preventif Polri

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan meminta semua pihak mampu melihat secara objektif atas kasus penangkapan Ravio Patra oleh Polri.

Menurutnya sudah menjadi tugas Polri untuk meminta keterangan dari Ravio untuk kepentingan penyelidikan, karena dalam perspektif penegak hukum mereka menduga Ravio menjadi orang yang langsung yang mengirimkan pesan-pesan yang berdampak negatif di tengah masyarakat.

“Saya meminta semua pihak untuk jernih dan berpikir obyektif terkait dengan penangkapan Ravio Patra oleh Polisi,” ujar Arteria dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, Senin (27/4/2020).

Baca juga: Menkominfo Serukan Lawan Ancaman Kebebasan Media

Dia (Arteria Dahlan) juga menguraikan bahwa ada pesan berisi hasutan bernada provokatif yang menyebar. Berdasarkan hasil analisis pihak Polri, diperoleh informasi pendahuluan, bahwa pesan itu berasal dari nomor telepon yang terdaftar atas nama Ravio. Sementara itu, sebelumnya tidak diketahui bahwa ponsel Ravio telah diretas oleh seseorang.

Menurut Arteria, demi hukum upaya Polri untuk meminta keterangan dan upaya paksa menangkap Ravio untuk kepentingan penyelidikan dapat diterima. Karena dalam perspektif penegak hukum mereka menduga Ravio menjadi orang yang langsung yang mengirimkan pesan-pesan tersebut.

“Toh, saat ini Ravio sudah tidak ditahan dan statusnya sebagai Saksi,” ujarnya.

Baca juga: ‘Hukum’ Dalam Informasi dan Transaksi Elektronik

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, seandainya perbuatan tersebut nyata adanya, hal tesebut menjadi kewajiban hukum Polri atas nama undang-undang untuk melakukan Fungsi Penegakan Hukum dan melindungi Keamanan Negara.

“Justru kita ambil positifnya bahwa Polri bekerja preventif untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” ungkap Arteria.

Dia juga mengatakan, persoalan ini sederhana saja, jika memang Ravio tidak melakukan hal tersebut, sebaiknya Ravio melakukan klarifikasi dan sekaligus membuktikan bahwa ia bukan merupakan pelaku, buktikan bahwa ponselnya diretas, kalau perlu serahkan ponselnya untuk diperiksa di Labfor dan atau Unit Cyber Crime.

Terlebih lagi saat ini sudah dilakukan upaya kompromi dan mengedepankan humanisme, walau belum terbukti ponsel Ravio diretas, Ravio telah diperbolehkan pulang.

“Kini saatnya kita kawal bersama proses hukumnya dan saya yakin Polri profesional,” tandas Arteria.

Baca juga: Kolaborasi Jadi Modal Utama Wujudkan Kebebasan Media

Menurutnya, pemerintah saat ini tidak alergi akan kritik, bahkan Presiden Joko Widodo berkali kali mengingatkan semua bahwa pemerintahan yang efektif terlahir dari kritik, dan Jokowi mengistilahkan bahwa pemerintahan saat ini hidup dalam rumah kaca, yang siapapun dapat dengan mudah melihat dan mengkoreksi kerja-kerja pemerintahan.

“Apalagi menurut saya, kita sangat butuh sosok pemuda-pemuda seperti Ravio yang mampu melihat kerja-kerja pemerintah dalam perspektif dan sudut pandang yang berbeda. Jadi tenang saja, percayakan pada proses hukum yang sedang berjalan. Saya akan kawal proses penegakan hukumnya, dan Ravio serta penasihat hukumnya kan masih memiliki hak untuk mengajukan upaya hukum apabila ditemukan proses penegakan hukum yang menyimpang,” papar Arteria.

@Sumber berita&foto, http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/28563/t/Anggota+DPR+Ajak+Semua+Pihak+Berpikir+Objektif+atas+Upaya+Preventif+Polri

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: