Mistik Pajangan Kucing

Maneki neko dengan Tangan Kanan diangkat
Maneki neko dengan tangan kiri diangkat
INTINEWS.CO ID, PENDIDIKAN&IPTEKSering kali kita melihat ada Pajangan Patung Kucing kecil lagi duduk dengan salah satu kaki depannya diangkat (dan ada yang bergerak-gerak) disebut dengan nama “Maneki Neko”, pernahkah kita ketahui tentang ‘cerita’ Patung Kucing ini apakah mitos atau lagenda atau kisah nyata?. Apakah dengan meletakkan Patung Kucing ini ada membawa kegaiban, baik itu keberuntungan atau Roh tertentu atau takhayul ?.
Maneki neko (招き猫kucing mengundang) adalah patung kucing dari Jepang yang dibuat dari porselen atau keramik, dengan sebelah kaki depan pajangan kucing ini diangkat seperti sedang memanggil orang. Masyarakat yang meletakkan pajangan ini tujiannya akan ada keberuntungan. Pemiliknya biasa memajang patung kucing ini di toko, restoran dan tempat-tempat usaha.
Ada 2 model Maneki neko, yaitu;
  1. yang mengangkat kaki depan sebelah kanan, dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara
  2. yang mengangkat kaki depan sebelah kiri, dipercaya mendatangkan pembeli.

Maneki neko umumnya tidak dibuat dengan kedua belah kaki depan diangkat karena tidak ingin dikatakan sudah menyerah angkat tangan.

Model pajangan ini biasanya adalah kucing belang tiga, kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci. Maneki neko juga dibuat dalam warna-warna lain seperti kuning emas atau hitam. Kucing yang menjadi model maneki neko konon sedang mencuci muka dengan menggunakan sebelah kaki depan.

Dalam bahasa Inggris, maneki neko disebut fortune cat (kucing keberuntungan) atau beckoning cat (kucing memanggil).

Ada beberapa cerita tentang asal usul maneki neko, namun sulit ditentukan versi yang paling benar.

  1. Legenda Gōtoku-Ji
    Cerita ini berasal dari kuil Gōtoku-ji, Setagaya, Tokyo. Penguasa Domain Hikone yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang berburu dengan burung elang, dan lewat di depan kuil Gōtoku-ji. Di depan pintu gerbang, ia melihat kucing peliharaan biksu yang seperti memanggilnya untuk masuk ke kuil. Ajakan kucing tersebut diikuti Ii Naotaka yang masuk ke dalam kuil untuk beristirahat. Ketika baru saja ia meluruskan kaki, turun hujan disertai petir. Ii Naotaka sangat gembira karena tidak basah kehujanan. Sebagai rasa terima kasih kepada kucing di kuil, Ii Naotaka menyumbangkan uang untuk pembangunan kembali Gōtoku-ji menjadi sebuah kuil yang megah. Ketika kucing tersebut mati, sebuah makam didirikan oleh biksu. untuknya Beberapa lama kemudian, Aula Manekineko didirikan di lingkungan kuil berikut sebuah patung yang diberi nama Manegineko (招福猫児). Bentuknya berupa kucing yang sedang mengangkat sebelah kaki depan.

merupakan kuil klan Ii. Di kuil ini terdapat makam Ii Naosuke yang tewas akibat pembunuhan di luar pintu gerbang Sakuradamon, Istana Edo pada tahun 1860.

2. Legenda Jishō-in, Cerita ini berasal dari Jishō-in, sebuah kuil di Shinjuku, Tokyo, Seorang samurai bernama Ōta Dōkan tersesat di jalan setelah hampir kalah  dalam Pertempuran Egotagahara (sekitar 1476-1478). Tiba-tiba di hadapannya, muncul seekor kucing yang melambaikan kaki depan, dan mengajaknya untuk beristirahat di Jishō-in. Setelah beristirahat, kekuatan Ōta Dōkan pulih dan menang dalam pertempuran. Sebagai rasa terima kasih, patung Jizōson berbentuk kucing dipersembahkan kepada kucing tersebut. Di kemudian hari, patung berbentuk kucing disebut-sebut sebagai cikal bakal maneki neko.

Menurut kisah lain dari kuil yang sama, seorang pedagang kaya yang ditinggal mati anak tercintanya mempersembahkan patung Jizōson berbentuk kucing.

Maneki neko dianggap sebagai benda pembawa keberuntungan. Orang Jepang banyak yang membelinya pada tahun baru. Maneki Neko sering dijual bersama kumade di kios pasar kaget yang berjualan di luar kuil Shinto. Selain itu, toko pajangan yang menjual maneko neko dalam berbagai ukuran sering dijumpai di kota-kota dengan tradisi dagang yang kuat.

Pinggiran kota Takasaki, Prefektur Gunma dikenal sebagai pusat kerajinan maneki neko dan daruma. Maneki neko asal Takasaki umumnya dibuat dengan teknik hariko (rangka kayu ditempel washi). Selain itu, maneki neko produksi Takasaki juga dibuat dari keramik atau plastik.

@Sumber berita&foto, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Maneki_neko

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: