pemprov kepri feb 38

INTINEWS.CO.ID, PROVINSI KEPRI Tanjungpinang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemko Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengklaim kuota Gas elpiji 3 Kg bersubsidi mencukupi kebutuhan masyarakat, namun pemanfaatannya perlu dikendalikan sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Kepala Disperindag Tanjungpinang Atmadinata, di Tanjungpinang, Selasa, (16/02), mengatakan, kuota gas elpiji 3 kg bersubsidi yang di berikan Pertamina 6905 metrik ton, mengalami kenaikan di banding tahun 2020.

“Sebenarnya, kuota gas bersubsidi tahun 2020 sudah mencukupi untuk masyarakat miskin dan UMKM, namun ditambah lagi pada tahun ini karena terjadi kelangkaan,” ucapnya.

Baca juga: Di Kota Tanjungpinang Polemik Kartu Kendali Gas Elpiji Bersubsidi

Kelangkaan gas elpiji bersubsidi tersebut, menurut Dia disebabkan penjualan gas tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran. Saat ini, masih ada keluarga yang mampu menggunakan gas bersubsidi, padahal itu tidak diperbolehkan.

Selain itu, pembelian gas bersubsidi di pangkalan ternyata kembali di jual kembali kepada masyarakat dengan harga yang tinggi atau lebih dari Rp.20.000 per Gas Elpiji 3 Kg.

Sementara harga eceran tertinggi gas bersubsidi hanya Rp.18.000 per Gas elpiji 3 Kg.

Untuk mengendalikan gas tersebut, kata Dia dibutuhkan kebijakan khusus. Kebijakan yang di ambil berupa kartu kendali gas bersubsidi. Pada kartu itu tercatat nama pangkalan, tempat pembelian gas bersubsidi.

Jumlah pangkalan gas di Tanjungpinang sebanyak 203 pangkalan.

“Pemegang kartu di Pangkalan A, contohnya, tidak dapat membeli di Pangkalan B. Volume gas yang di beli juga di atur dalam setiap bulan,” tegasnya.

@Sumber berita&foto, https://kepriprov.go.id/home/berita/5198

(Redaksi)

 5 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan