
INTINEWS.CO.ID, KESEHATAN – Wabah Covid-19 (Virus Corona) sudah mendunia, hampir seluruh media sosial maupun di pemberitaan on line memberitakan perihal ini. Dari beberapa artikel tersebar di ‘dunia maya’ ada menerangkan salah satu indikasi kematian orang terinfeksi Virus Corona karena cairan kental/lendir atau disebut “Dahak” menutupi saluran udara di paru-paru dan akhirnya mati karena gagal napas. Benarkah “Dahak” salah satu penyebab kematian tersebut?.
Dijelaskan lebih lanjut dari artikel terkait kematian pasien terkena corana karena ‘Pneumoonia Virus Corona’ bahwa ada cairan kental abu-abu di paru-paru pasien, lendir putih berbusa di rongga trakea, kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit. Karena pembengkakan ini, jalur udara menghasilkan lendir yang berlebihan sehingga sulit untuk bernapas, yang menyebabkan batuk, napas pendek, dan mengi.
Baca juga: Obatnya Diabetes
Mengapa tidak bisa menghirup oksigen dengan dukungan ventilator?. Karena cairan kental itu menghalangi jalur oksigen (Jalannya tidak bisa dilewati). Sejumlah besar oksigen dihirup, tetapi penyumbatannya tambah meningkat. Oksigen tidak dapat disalurkan ke dalam darah, dan akhirnya sepeti tercekik oleh cairan kental ini.
Penggunaan alat ventilator oksigen memungkinkan jadi kontra-produktif. Tekanan oksigen akan mendorong lendir lebih dalam ke ujung paru-paru, sehingga semakin memperparah keadaan hipoksia pasien. Jadi, cairan kental yang disebut “Dahak” ditangani terlebih dahulu.
Baca juga: Definisi, Gejala, dan Pengobatan Penyakit ASAM URAT








