Dunia Akan Kiamat Jika Gerakan Kutub Bumi Sangat Cepat

Rotasi Bumi dari barat ke timur. Sumber, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rotasi_

INTINEWS.CO.ID, PENDIDIKAN&IPTEK Bumi berputar pada sumbu atau disebut poros. Sumbu ini garis khayal membentang melalui pusat bumi dari kutub utara ke kutub selatan, dimiringkan di sudut sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbit yang mencakup matahari dan bumi. Baru ini, ada penjelasan dari Para Ahli bahwa adanya ‘keanehan’ dari gerakan kutub Planet Bumi patut jadi perhatian Manusia di dunia.

Baca juga: Karakter Seseorang Berdasarkan Tanggal Lahirnya

Dari kutipan https://www.sciencealert.com, tertanggal 15 Mei 2020, Penelitian yang dipublikasikan di Nature Geoscience, sebagai berikut:

“Para peneliti dari University of Leeds di Inggris dan Technical University of Denmark telah menganalisis 20 tahun data satelit, menemukan bahwa persaingan monolitik antara dua lobus gaya magnet berbeda di dekat inti cenderung terjadi di balik dorongan kutup yang berkeluyuran.”

” Ketika posisi tepat dari utara magnetik Bumi terletak untuk pertama kalinya pada tahun 1831, itu tepat di sudut Kanada Arktik, di Semenanjung Boothia di wilayah Nunavut.”

” Sejak itu, serangkaian pengukuran baru telah mencatat titik ini melayang ke utara dengan rata-rata sekitar 15 kilometer (sekitar 9 mil) setiap tahun.”

” Sejak 1990-an, gerakannya (posisi kutub magnet utara) meningkat 4 (empat) kali lipat, ke kecepatan saat ini antara 50 dan 60 kilometer (sekitar 30 dan 37 mil) setahun. Pada akhir 2017, sprint kutub membawanya dalam jarak 390 kilometer (240 mil) dari kutub utara geografis.”

Tracking the magnetic north pole’s drift towards Siberia (Livermore etal., Nature Geoscience, 2020).

Dalam Hipotesis pergeseran kutub adalah hipotesis yang menduga bahwa poros rotasi planet tidak selalu berada di tempat yang sama; dengan kata lain, kutub planet telah atau akan “bergeser”. Hipotesis pergeseran kutub lebih banyak didiskusikan dalam konteks bumi. Namun, pada Tahun 1831 Posisi Tepat dari utara magnetik Bumi terletak untuk pertama kalinya terjadi.

Baca juga: Riset Genetika dan Antropologi Ubah Sejarah Migrasi Leluhur

Hipotesis ini telah menarik perhatian dalam ilmu semu karena usul bahwa perubahan posisi kutub dapat menjelaskan beberapa bencana pada masa lalu, seperti banjir besar dan gempa bumi. Di antara komunitas ilmu pengetahuan, bukti menunjukan bahwa tidak pernah terjadi pergeseran kutub yang cepat dalam 200 juta tahun terakhir. Pergeseran kutub yang cepat mungkin pernah terjadi 800 juta tahun yang lalu, ketika ‘Benua Rodinia’ masih ada. Namun, Dari kutipan di atas tadi menerangkan adanya pergerakkan/posisi kutub bumi semakin Tahun semakin cepat.

Pergeseran kutub planet Bumi yang ‘tidak normal’ mengakibatkan efek pada dunia ini :

  • Pergeseran kutub yang lambat hanya akan menyebabkan perubahan iklim global.
  • Pergeseran kutub yang cepat akan menyebabkan kehancuran akibat gempa bumi dan tsunami.

Pergeseran kutub sering dianggap sebagai salah satu ancaman bagi umat manusia, dan apakah karena ini akan “Dunia Kiamat” atau “Armagedon” atau “Bumi Baru”?.

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: