Senin, Februari 09, 2026

Gaya Hidup, PENGETAHUAN, UP DATE

Cerita Legenda Urban Tentang Asal Muasal Urutan 12 Shio

INTINEWS.CO.ID, GAYA HIDUP Ada 12 Shio dalam kelender Cina. 12 Shio yang dipercayai mempengaruhi sifat, kepribadian, keberuntungan, kesehatan, dan jodoh. Ini lah cerita legenda urban tentang asal muasal urutan 12 Shio.

Cerita Legenda Urban Tentang Asal Muasal Urutan 12 Shio
Ilustrasi. dokumentasi INTINEWS.Co.Id (31/1).

Shio juga digunakan di negara-negara Asia yang terpengaruh dengan kebudayaan Tionghoa, meski terdapat perbedaan sebagian binatang dalam shio. Jadi Shio digunakan tidak hanya terbatas bagi kalangan Tionghoa/Cina saja. 

Urutan 12 Shio dari yang pertama sampai yang terkahir, yaitu :

  1. Tikus (鼠 – Shǔ)
  2. Kerbau (牛 – Niú)
  3. Macan (虎 – Hǔ)
  4. Kelinci (兔 – Tù)
  5. Naga (龙 – Lóng)
  6. Ular (蛇 – Shé)
  7. Kuda (马 – Mǎ)
  8. Kambing (羊 – Yáng)
  9. Monyet (猴 – Hóu)
  10. Ayam (鸡 – Jī)
  11. Anjing (狗 – Gǒu)
  12. Babi (猪 – Zhū)

Baca jugaAyo Lihat Karakter Berdasarkan Hari Lahir

Berbagai cerita yang menceritakan tentang penetapan 12 (Dua Belas) hewan yang jadi bagian dari shio-shio tersebut. Sangat sulit menelusur asal-muasalnya 12 Shio. 12 (Dua Belas) binatang dalam shio terbentuk pada masa awal peradaban Tiongkok.

Dari berbagai banyak cerita, berikut ini salah satu cerita yang sering/banyak dikisahkan orang. Dalam legenda yang mengisahkan bahwa Kaisar Giok memerintahkan bahwa tahun-tahun dalam penanggalan akan dinamai dengan nama-nama hewan berdasarkan urutan mereka sampai ke kediamannya.

Dalam mencapai ke tempat kediaman Kaisar Giok tersebut, hewan-hewan harus menyeberangi sebuah sungai.

Kucing dan tikus tidak bisa berenang, tetapi si kucing dan si tikus pandai, dengan meminta tumpangan pada kerbau. Kerbau yang baik hati dan naif mempersilakan mereka naik ke punggungnya.

Tapi ada alkisah dari legenda lain yang menceritakan bahwa si kerbau bersedia memberi tumpangan agar bisa mendengar nyanyian tikus. Saat kerbau sudah hampir sampai ke tepian sungai, si tikus mendorong kucing hingga jatuh ke sungai.

Si tikus pun langsung secepatnya turun dari punggung kerbau, sehingga si tikus lah yang pertama sampai ke tempat kediaman Kaisar Giok, dan langsung menjumpai Kaisar Giok.

Si tikus pun menjadi hewan urutan pertama shio tahun dalam penanggalan, dan Kerbau menjadi urutan kedua.

Baca juga: Karakter Seseorang Berdasarkan Tanggal Lahirnya

Macan yang merupakan binatang yang larinya cepat dan kuat pun tidak berdaya dengan kencangnya arus sungai, sehingga si macan terseret arus sampai ke hilir sungai tersebut. Macan pun tiba ke tempat kediaman Kaisar Giok di urutan ketiga.

Kelinci menyeberangi sungai tersebut dengan melompati batu-batu yang ada di sungai. Di tengah sungai, lompatan si kelinci sempat kehilangan pijakan, namun kelinci beruntung karena saat itu ada kayu mengapung mengalir di sungai yang langsung dimanfaatkan kelinci sampai ke tepi sungai. Sehingga kelinci sampai ke tempat kediaman Kaisar Giok di urutan keempat.

Naga dalam perjalanannya menuju ke tempat kediaman Kaisar Giok, ketika tiba di suatu desa harus menurunkan hujan terlebih dulu di desa itu. Naga juga memberikan bantuan kepada kelinci saat kelinci diatas kayu yang mengapung di sungai. Naga menghembuskan napasnya sehingga kelinci dapat terdorong sampai ke tepi sungai. Jadi naga di urutan kelima yang tiba ke tempat kediaman Kaisar Giok 

Kuda tiba setelah naga, Namun alangkah terkejutnya kuda ketika melihat ular yang tiba-tiba muncul karena si ular bersembunyi di tapal kuda. Kuda pun terjatuh karena terkejut, sehingga si ular sampai ke tempat kediaman Kaisar Giaok di urutan keenam, dan Kuda di urutan ketujuh.

Ayam, monyet dan kambing tiba bersamaan. Ayam menemukan rakit untuk menyeberang, sedangkan monyet dan kambing yang menyeret dan menarik rakitnya, berusaha menyingkirkan semua rumput liar. Kaisar Giok berkenan atas kerja sama mereka, kemudian menyatakan kambing sebagai hewan kedelapan, monyet sebagai hewan kesembilan, dan ayam sebagai hewan kesepuluh.

Anjing adalah binatang yang larinya cepat dan pandai berenang tapi si anjing malah bermain-main air di sungai tersebut sehingga melupakan waktu. Si anjing pun jadi hewan urutan kesebelas.

Babi sebelum pergi sudah banyak makan. Di tengah perjalanan pun si babi terlelap tidur, sehingga babi di urutan Keduabelas.

Kucing yang sudah tenggelam tidak dimasukkan menjadi anggota dua belas shio. Hal ini yang membuat kucing dendam, dan selalu memburu tikus.

Tapi ada alkisah dari legenda lain yang menceritakan bahwa suatu hari, dewa mengumumkan akan mengadakan jamuan yang dilangsungkan esok hari. Tikus pun membohongi kucing, dengan memberitahu ke kucing bahwa jamuan diadakan lusa, bukan besok. Besok nya, dua belas hewan datang ke jamuan dewa, tidak termasuk kucing yang telah dibohongi si tikus.

Begitulah singkatnya cerita legenda urban mengenai 12 Shio.

Sumber: Net

(Redaksi/R. Mukmin)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!