Anggota DPRI RI Mulyanto Menilai Pemerintah Abaikan Isi Kesimpulan Rapat Komisi VII DPR RI Dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif

DR. H. MULYANTO, M.Eng. Foto, www.dpr.go.id

INTINEWS.CO.ID, NASIONALAnggota Komisi VII DPRI RI, Mulyanto menilai Pemerintah telah mengabaikan isi kesimpulan rapat yang telah disepakati antara Komisi VII DPR RI dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif tanggal 4 Mei 2020 lalu. Salah satunya secara tegas mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian harga jual BBM.

“Kesimpulan rapat poin kelima saat itu menyebutkan Komisi VII mendesak Menteri ESDM RI untuk secepatnya memberikan penjelasan secara terbuka dan masif terkait harga BBM sebagaimana diamanahkan pada Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 di saat rendahnya harga minyak mentah dunia,” ujar Mulyanto dalam siaran persnya, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Bentuk Tidak Peduli Hasil Keputusan Rapat KOMISI I DPR RI ‘Kode Alam’ Memudar Rasa Terhormat Lembaga Tinggi Negara

Sementara di poin ke enam, lanjut Mulyanto, jelas tercantum bahwa Komisi VII DPR RI mendesak Menteri ESDM RI melakukan penyesuaian harga BBM dengan merevisi Keputusan Menteri ESDM No. 62 Tahun 2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar, yang disalurkan Melalui SPBU dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

“Dan kini, setelah lebih dari tiga pekan dibuat kesimpulan rapat kerja bersama tersebut, hingga kini Pemerintah belum juga melakukan penyesuaian harga. Ini artinya Pemerintah mengabaikan kesimpulan rapat kerja tersebut. Sikap ini jelas bertentangan dengan undang-undang dan mengabaikan fungsi pengawasan DPR RI,” tegas politisi Fraksi PKS ini.

Baca juga: DPR Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Untuk itu Fraksi PKS akan menggalang dukungan pembentukan panitia khusus (Pansus) BBM agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga harga BBM belum diturunkan hingga saat ini.

Menurutnya, Pansus BBM ini sangat penting di bentuk sebagai wujud kesungguhan DPR RI menindaklanjuti aspirasi rakyat terkait harga BBM. Melalui Pansus ini DPR RI dapat menanyakan secara rinci dan komprehensif berbagai persoalan yang menyebabkan harga BBM belum diturunkan.

Sebagai informasi, harga jual BBM non-subsidi di seluruh SPBU masih berdasar harga lama, tanpa ada pengurangan sedikitpun. BBM jenis;

  • Pertalite dijual; Rp 7.650 per liter,
  • Pertamax Rp 9.000 per liter,
  • Pertamax Turbo Rp 9.850 per liter,
  • Dexlite Rp 9.500 dan
  • Pertamina DEX Rp 10.200 per liter.
@Sumber berita, http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/28872/t/Pemerintah+Abaikan+Kesimpulan+Rapat+tentang+Penyesuaian+

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: