Virus Corona Jarak Penyebaran Maksimal 6 Meter

Virus Corona. ilustrasi foto dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, PROVINSI KEPRITanjungpinang, Pemprov Kepri melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menghimbau siswa di Natuna tetap bersekolah seperti biasa. Masyarakat diminta untuk tidak khawatir atas karantina WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Pasalnya lokasi karantina jauh dari pusat pemukiman warga.

“Karantina warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Huabei RTT ditempatkan di Hanggar Lanud Raden Sajad, Ranai yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari pemukiman penduduk sehingga tidak ada celah trasmisi virus kepada masyarakat Kabupaten Natuna,” sebut Dr. H. Tjetjep Yudiana, M.Kes, Kadis Kesehatan Kepri, Senin (3/2).

Sehubungan dengan hal tersebut, dipandang belum diperlukan untuk meliburkan siswa sekolah. Karena dipandang akan menimbulkan kekhawatiran berlebihan kepada masyarakat. Juga dipandang dapat melumpuhkan aktivitas masyarakat Natuna.

Tjetjep menyebutkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena virus ditularkan melalui percikan ludah atau batuk dan bersin, dari jarak maksimal 6 (enam) meter. Sementara Lanud Raden Sajad berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman masyarakat.

Masa inkubasi nCoV-2019 atau virus corona adalah 10-14 hari. Dengan gejala umum dapat berupa;

  • demam dengan suhu lebih dari 38 derajat selsius,
  • batuk,
  • pilek,
  • nyeri tenggorokan, dan
  • sesak nafas.

Virus ini juga dapat di cegah dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Selalu mencuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun di air mengalir,” tambah Tjetjep.

dr. Dyah Marianingrum, M.Kes., Sp.PA., Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUP Raja Ahmad Tabib juga mengingatkan bahwa masyarakat jangan percaya dengan hoax tentang corona. Virus corona tidak dapat menular melalui benda mati.

“CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit adalah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat) sudah mengeluarkan bahwa keamanan barang dari Cina itu bebas dari virus,” sebut wanita yang akrab disapa Dokter Aning ini.

Baca juga : Tingkatkan Daya Saing Industri Farmasi, Kemenkes Manfaatkan e-Katalog dan Riset Terapan

“Karena virus itu ada umurnya. Tidak sepanjang hari, virus itu akan berkembang biak dan seterusnya. Jadi berkembang biaknya melalui dari bersin dan dahak,” tambah Dokter Aning.

Ia juga mengingatkan tata cara batuk yang baik dan benar. Yaitu ketika batuk di tutup dengan menggunakan tisu atau dengan lengan tangan. Jadi tidak memuncratkan cairan batuk atau bersin ke orang lain.

“Semuanya sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, cuci tangan,” tambah Dokter Aning.

@Sumber berita, https://kepriprov.go.id/home/berita/

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: