Prov. KEPRI, NASIONAL, UP DATE

Terdakwa Nurdin Basirun Di Vonis, PR Jaksa KPK Mejahijaukan Pejabat Pemprov Kepri Yang Beri Uang Ke Terdakwa

0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second
Screenshot 20200409 162723
Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si., Kelahiran di Moro, Karimun, Kepulauan Riau, 7 Juli 1957, Gubernur nonaktif Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Foto dok. IINTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, PROVINSI KEPRI – Nurdin Basirun, Gubernur nonaktif provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang beberapa waktu lalu tertangkap oleh KPK, pada hari ini digelar sidang secara on line sidang putusan terdakwa atas nama Nurdin Basirun, Nomor: 106/TPK/PN.Jkt.Pst tanggal 9 april 2020, dibacakan pada hari ini Kamis (9 april 2020), Pukul 12.00 WIB.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta gelar sidang secara online, dengan;

  • Majelis Hakim di ruang sidang Kusuma Atmadja PN Jakpus,
  • Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di ruang rapat penuntutan Gedung Merah Putih KPK, dan
  • Terdakwa (Nurdin Basirun) yang didampingi Tim Penasehat Hukum (PH) di ruang merah putih lt. (#) dasar Gedung Merah Putih KPK.

Sidang secara On line ini di pimpin Majelis Hakim Dr. Yanto. SH., MH., dan JPU ; Muh.Asri, Agung Satria Wibowo dan Rikhi BM. Sedangkan terdakwa Nurdin Basirun yang didampingi Penasehat Hukum (PH) Dr. Andi Asrun dan Tim.

Baca juga: Mendagri Tunjuk Wagub Isdianto Sebagai Plt. Gubernur Kepri

Proses Persidangan

Terbukti

  • Dakwaan Kesatu : Pasal 12 ayat (1) a UU tipikor jo pasal 55 jo 64 KUHP.
  • Dakwaan Kedua :Pasal 12B UU tipikor

Hal memberatkan:

  • Bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas korupsi.
  • Tidak akui perbuatan.

Hal meringankan:

  • Berlaku sopan
  • Belum pernah di hukum

Amar Pengadilan:
Pidana penjara : 4 tahun, Denda : Rp200 juta, subsider 3 bulan, UP : Rp4.228.500.000,- Subsider 6 Bulan, Pencabutan Hak politik: 5 tahun.

Barang bukti (BB): berbeda dengan amar BB tuntutan yang mana BB Uang yang ditemukan di rumah dinas terdakwa menurut Majelis Hakim: “dikembalikan”, sedangkan di tuntutan “dirampas utk Negara”, BB yang lain ‘conform’ JPU.

Biaya perkara (BP): Rp7.500,-

Menyikapi tersebut terdakwa Nurdin Basirun : “pikir-pikir”, dan JPU : “pikir-pikir”

Polish 20200409 161358710
Mulkansyah, Ketua LSM Riau Corruption Watch (RCW). Foto dokumentasi INTINEWS.co.id

Mulkansyah, Ketua LSM Riau Corruption Watch (RCW) ketika dihubungi dari WhatsApp (WA) dengan Awak media ini mengatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Republik Indonesia sidang Nurdin Basirun ini sudah diputuskan, maka KPK harus menindaklanjuti yang pada persidangan-persidangan sebelumnya terungkap adanya beberapa Pejabat atau Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kepri yang pernah memberikan Dana (Uang) kepada terdakwa Nurdin Basirun.

“Dengan sudah diputuskannya terdakwa Nurdin Basirun, maka Jaksa Penuntut Umum KPK juga harus menangkap semua Pejabat atau Kepala Dinas di Provinsi Kepri yang berikan Uang kepada Nurdin Basirun yang terungkap pada waktu persidangan-persidangan sebelumnya. Jika Jaksa KPK tidak melanjuti ini, akan menjadi momok semangat Pemberantasan Korupsi di Indonesia,” jelas Mulkan.

Baca juga: Derap Langkah Gubernur Provinsi Kepri Menuju Gedung KPK

Selanjutnya Mulkan juga menjelaskan jika seandainya Jaksa KPK tidak menindaklanjuti apa yang sudah terungkap tentang beberapa Pejabat atau Kepala Dinas yang berikan Uang kepada terdakwa di persidangan-persidangan di depan pengadilan kasus ini pada beberapa waktu lalu, sampai kapan pun akan menjadi ‘PR’ Lembaga Pemberantasan Korupsi itu Memejahijaukan mereka.

“jika seandainya Jaksa KPK tidak menindaklanjuti apa yang sudah terungkap tentang adanya Pemberian Uang dari Pejabat atau Kepala Dinas Pemprov Kepri kepada terdakwa dipersidangan yang lalu, maka sampai kapanpun ini akan menjadi PR Lembaga Pemberantasan Korupsi Memejahijaukan mereka,” ucap Mulkan dengan tegas mengakhiri pembicaraan.

(Redaksi)

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: