Jumat, April 17, 2026

NASIONAL, UP DATE

RRC Menghancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto Menyayangkannya

Anggota DPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt., Ilustrasi gambar dokumentasi INTINEWS.co.id
INTINEWS.CO.ID, NASIONAL – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Legislator yang merupakan dari daerah pemilihan (Dapil) Banten II ini memberikan pernyataan perihal Republik Rakyat Tiongkok atau Republik Rakyat Cina (RRC) yang telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang, di berita situs web
http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/30237/t/DPR+Sayangkan+Penghancuran+Ribuan+Masjid+di+China, tertanggal 28-09-2020, petikannya sebagai berikut:
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menyayangkan sikap otoritas China yang telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang, serta melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap masyarakat muslim. Ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk cepat bertindak melakukan protes terhadap kegiatan tersebut.

“Berdasarkan laporan, saya mendapat info bahwa terdapat ribuan masjid dihancurkan oleh Pemerintah China, pelanggaran HAM juga terjadi di sana. Pemerintah kita harus cepat bertindak,” kata Yandri saat Rapat Kerja dengan Menteri Agama, Menteri Keuangan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi: Tahun 2019 Sudah 1.671 Sekolah/Madrasah Dibangun Maupun Direnovasi

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, masjid merupakan tempat suci bagi masyarakat yang beragama Islam. Tindakan otoritas China menunjukkan masih terdapat rasisme dalam beragama.

“Bukan hanya masjid, tetapi semua tempat ibadah seluruh agama jika diperlakukan seperti itu akan kita protes,” tegas Yandri.

Baca juga: Presiden Joko Widodo: “Setiap Rupiah Uang Rakyat Dalam APBN Harus Digunakan Secara Bertanggung Jawab, Transparan dan Sebesar-besarnya Untuk Kepentingan Rakyat”

Legislator dapil Banten II itu menilai, jika Pemerintah Indonesia tidak cepat bertindak dengan menegur keras otoritas China terhadap langkah penghancuran masjid yang terjadi, akan mengakibatkan kekacauan di dalam negeri, khususnya terhadap masyarakat keturunan Tionghoa.

“Jika pemerintah kita tidak lakukan protes lewat Dubes China atau lainnya, maka saya khawatirkan akan terjadi kekacauan di (Indonesia) sini. Apalagi masyarakat kita banyak yang keturunan Tionghoa juga, tentu ini akan sangat berbahaya, apalagi kita ini (negara dengan umat) muslim terbesar di dunia,” pesan Yandri.

Diketahui, sebuah laporan dari lembaga konsultan di Australia pada Jumat (25/9/2020) menyebutkan otoritas China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang. Kelompok-kelompok HAM mengatakan, lebih dari 1 juta warga Uighur dan orang-orang Muslim yang sebagian besar berbahasa Turki, ditahan di kamp dan para penduduk dipaksa menghentikan kegiatan tradisional dan keagamaan.

Laporan Australian Strategic Policy Institute (ASPI) menyebut sekitar 16.000 masjid telah hancur atau rusak, berdasarkan citra satelit yang mendokumentasikan ratusan situs suci itu. Sebagian besar penghancuran terjadi dalam 3 tahun terakhir, dan diperkirakan 8.500 masjid hancur total, yang mencantumkan kerusakan lebih banyak terjadi di luar pusat kota Urumqi dan Kashgar.

Banyak masjid yang lolos dari penghancuran total telah dicopot kubah dan menaranya, menurut penelitian itu, yang memperkirakan kurang dari 15.500 masjid utuh dan rusak dibiarkan berdiri di sekitar Xinjiang. Jika laporan itu benar adanya, akan menjadi jumlah terendah rumah ibadah Muslim di wilayah tersebut sejak dekade pergolakan nasional yang di picu Revolusi Kebudayaan pada 1960-an.

(Redaksi).

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!