Kota TANJUNGPINANG, PETI ES, UP DATE

Polemik Warga Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Beri Uang Ikhlas Dari Pada Tidak Dapat BLT

0 0
Read Time:3 Minute, 50 Second
intinews
Lurah Tanjung Ayun Sakti, M. Septian Putra Perdana, S.IP., (3/9). Foto, INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, KOTA TANJUNGPINANG Dampak pandemi Covid-19 sampai saat ini masih dirasakan masyarakat hidup susah semakin terasa susah karena masyarakat tersebut hanya sebagai ‘penonton‘ ketika Pemerintahan Presiden Ir. Joko Widodo yang telah menggelontorkan Triliunan Rupiah dengan berbagai macam program bantuan baik itu untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), menumbuhkan kembali giat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bantuan kebutuhan pokok masyarakat (sembako) dan sebagainya. Beberapa masyarakat di Kota Tanjungpinang tepatnya di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti (TAS) mungkin karena tidak mau hanya diposisikan sebagai ‘penonton’ dalam pemberian BLT itu menjadikan bumerang.

intinews kasus blt
Dugaan PUNGLI BLT. ilustrasi foto, INTINEWS.co.id

Diketahui Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah gratis dan seharusnya tepat sasaran mengakomodir warga tidak mampu. BLT tahap pertama, bantuan Pemko Tanjungpinang untuk masyarakat Kota Tanjungpinang dengan anggaran BLT sebesar Rp.18,7 Miliar, dengan jumlah penerima sebanyak 31.220 Kartu Keluarga (KK) yang masing-masing Rp.600.000.- /KK.

Baca juga: ‘Omnibus Law’ Bukan Solusi Krisis, Penghambat Investasi Di Indonesia Masalah Korupsi Dan Ketidakpastian Hukum Yang Melingkupinya

Untuk jumlah penerima di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti sebanyak 1120 penerima. Namun pemberian BLT menjadi polemik warga di RW.07, RT.01. Beberapa Warga yang kondisi susah yang seharusnya mendapatkan bantuan tersebut justru tidak mendapatkan bantuan.

“Dari pada kami tidak dapat BLT, kami berikan saja,” terang warga yang tidak mau namanya disebutkan itu.

Mendapat informasi tersebut, awak media ini lanjut bergerak Pulbaket.

Ketika di konfirmasi oleh awak media ini melalui pesan “WA”,  Plt. Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP., tidak mau menjawab wawancara tertulis beberapa pertanyaan terkait adanya dugaan ‘pungli’ BLT kepada beberapa masyarakat di Kelurahan TAS.

Lurah Tanjung Ayun Sakti, M. Septian Putra Perdana, S.IP., yang merupakan jebolan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu mengatakan sebagai Lurah di TAS tidak ada aturan bahwa BLT di potong, begitu juga tidak ada memerintahkan RW atau RT mengutip atau menarik uang BLT dari masyarakat, di Jalan Lembah Purnama, Kamis, (3/9/2020).

“Kami klarifikasi Pemerintahan Kota Tanjungpinang Kelurahan Tanjung Ayun Sakti di Kecamatan Bukit Bestari tidak pernah memerintahkan atau memberitahu kepada setiap RT di Kelurahan kami untuk menarik uang pembayaran BLT kepada masyarakat,” jelas M. Septian Putra Perdana, S.IP., Lurah TAS, Kamis, (3/09).

Baca juga: Kritik Sikap Pemerintah Yang Pentingkan Citra Dalam Menangani Covid-19

Pak Lurah juga menegaskan bahwa dari dirinya pribadi tidak ada memerintahkan kepada siapapun, dan Pak Lurah juga menanyakan kepada setiap staff di Kelurahan TAS, mereka tidak ada memerintahkan RW atau RT untuk menarik uang kepada masyarakat agar dapat BLT.

“Saya pribadi tidak ada perintahkan, dan saya sudah tanya setiap staff saya, dan staff saya tidak ada perintah untuk menarik uang agar dapat BLT,” terang Pak Lurah, Septian, S.IP.

Pak Lurah TAS menerangkan ketika dapat info dari awak media ini, Dia sudah ‘cross checked’ ke Pak RW, ternyata ada 1 (Satu) Orang RT, tetapi itu bukan atas perintah dari siapa-siapa. Pengumpulan uang itu dari warga yang menerima BLT memberi masukkan kepada Pak RT untuk mengumpulkan uang.

“Setelah dapat info dari abang, Saya ‘cross checked’ ke Pak RW, ada 1 (Satu) RT tetapi itu bukan atas perintah dari siapa-siapa, bukan pandai-pandai Pak RT, itu kalau menurut bahasanya begini katanya ada warga yang tidak dapat jadi warga yang menerima itu beri masukkan kepada Pak RT untuk dikumpulkan di kasih kepada yang tidak dapat. Tetapi kemudian karena istilahnya Pak RT ini ragu-ragu atau takut setelah di tanya Pak RW, uangnya sudah di kembalikan ke warga,” jelas Pak Lurah TAS, Septian, S.IP..

intinews co id
RW 7, Pak Heriwanto, (3/9). Foto INTINEWS.co.id

RW 7, Pak Heriwanto setelah mendapatkan informasi dari Kelurahan, langsung Pak RW menemui Pak RT.01, menjelaskan ini (pengumpulan uang) merupakan wacana dari masyarakat sendiri, jumlah penerima BLT ada 43 warga, ternyata dalam 3 hari ini Uangnya baru terkumpul Rp.700.000.-  (Tujuh Ratus Ribu) dan masyarakat sendiri yang antar duit. Setelah Pak RT dapat informasi dari Pak RW bahwa nanti masih ada susulan, Pak RT pun langsung mengembalikan duit itu ke masyarakat.

Ketika ditanyakan kenapa warga yang kondisinya susah itu tidak masuk rekap penerima BLT, jawab Pak Lurah Tanjung Ayun Sakti, M. Septian Putra Perdana, S.IP., “itu akan kami konfirmasi lagi kepada Pak RT.”.

Selayaknya APH jika SDM Unggul dapat melaksanakan kerja…kerja…kerja  dengan perhatikan selalu setiap bantuan apapun yang diupayakan oleh Pemerintahan Ir. Joko Widodo itu tepat sasaran.

(Redaksi).

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: