pemprov kepri feb 20

INTINEWS.CO.ID, PROVINSI KEPRI Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada awal tahun 2020 ini secara kumulatif mengalami kontraksi sebesar minus (-) 3,80% (persen).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo di Tanjungpinang, Jum’at, (5/2).

“Ekonomi Kepulauan Riau tahun 2020 secara kumulatif (c-to-c) mengalami kontraksi sebesar -3,80 persen, setelah pada tahun 2019 mampu tumbuh sebesar 4,84 persen,” ujar Agus pada release berita statistik.

Baca juga: Penyampaian Hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 Oleh BPS Provinsi Kepri

Agus mengatakan pada pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV-2020 juga mengalami kontraksi sebesar -4,46 persen.

“Sementara dari sisi produksi kontraksi ekonomi terutama disebabkan oleh kategori Konstruksi dengan andil kontraksi sebesar -1,80 persen,” tegas Agus.

Sedangkan di lihat dari sisi Pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto memberikan andil kontraksi terbesar yaitu -4,07 persen.

Baca juga: Masyarakat Cerdas Sebagai Konsumen, Ketua Baru BPSK Kota Tanjungpinang

Agus menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau triwulan IV-2020 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 4,53 persen.

“Dari sisi produksi, kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah kategori Konstruksi dengan andil 1,35 persen dan kategori Industri Pengolahan sebesar 1,31 persen” jelas Agus.

Dan dari sisi pengeluaran, yang mempunyai andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah Konsumsi Pemerintah sebesar 1,08 persen.

Dalam lingkup regional, PDRB Provinsi Kepri triwulan IV-2020 memberikan kontribusi sebesar 7,67 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera.

@Sumber berita&foto, https://kepriprov.go.id/home/berita/5175

(Redaksi)

 4 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan