INTINEWS.CO.ID, PROV. KEPRI Siaran Pers Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau B-535/21000/HM.240/2025. Rilis BPS Provinsi Kepri mencatat neraca perdagangan Kepri mengalami surplus US$1.210,33 juta sepanjang periode Januari hingga Juli 2025.

Neraca Perdagangan Kepri Mengalami Surplus US$1.210,33 Juta Sepanjang Periode Januari Hingga Juli 2025
Ilustrasi dokumentasi INTINEWS.Co.Id (1/9)

Secara rinci, nilai ekspor sepanjang Januari-Juli 2025 tercatat US$14.320,16 juta, lebih tinggi dibandingkan impor yang mencapai US$13.109,83 juta. Surplus sepanjang Januari–Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$519,78 juta dan komoditas migas yang juga mengalami surplus US$690,56 juta.

Baca juga: BPS Provinsi Kepri Mengenai Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau Triwulan II 2025

Kinerja positif sebagian besar komoditas unggulan masih berlanjut sepanjang Januari-Juli 2025. Ekspor mesin/peralatan lsitrik capai US$5.842,39 juta, naik 46,98 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan ekspor mesin-mesin/pesawat mekanik naik 97,57 persen menjadi US$1.562,95 juta.

Namun, tidak semua komoditas unggulan mencatat kinerja positif. Ekspor benda-benda dari besi dan baja turun 60,48 persen menjadi US$604,86 juta. Tiga besar negara tujuan ekspor Kepri adalah:

  1. Singapura,
  2. Amerika Serikat,
  3. Malaysia.

Share ketiga negara ini sebesar 56,95 persen dari total ekspor Kepri pada Januari-Juli 2025. Singapura tetap menjadi pasar ekspor utama Kepri dengan nilai mencapai US$3.984,46 juta (27,82 persen), disusul Amerika Serikat sebesar US$3.358,64 juta (23,45 persen) dan Malaysia sebesar US$813,53 juta (5,68 persen). Ekspor ke Singapura didominasi oleh bahan bakar mineral, mesin/peralatan listrik, dan mesin-mesin/pesawat mekanik.

Dari sisi impor, nilai impor Kepri pada Januari-Juli 2025 tercatat sebesar US$13.109,83 juta atau meningkat 37,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor non migas (86,42 persen), dengan nilai impor US$11.330 juta, naik 34,86 persen. Peningkatan juga terjadi pada impor sektor migas sebesar 60,86 persen menjadi US$1.779,83 juta. Dilihat dari 3 jenis barang memiliki kontribusi utama dalam impor Kepri (63,85 persen), peningkatan impor terjadi pada jenis barang mesin/peralatan listrik sebesar 33,65 persen menjadi US$4.687,53 juta dan jenis barang mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 32,98 persen menjadi US$1.810,41 juta. Sementara itu, jenis barang benda-benda dari besi dan baja mengalami penurunan impor sebesar 3,12 persen menjadi US$736,42 juta.

Sepanjang periode Januari-Juli 2025, Tiongkok menjadi negara utama asal impor Kepri dengan nilai sebesar US$4.751,74 juta (36,25 persen), diikuti Singapura sebesar US$1.369,35 juta (10,45 persen), dan Malaysia sebesar US$1.037,51 juta (7,91 persen). Impor dari ketiga negara ini mendominasi 54,61 persen terhadap total impor Kepri.

Dari sisi negara mitra, periode Januari-Juli 2025, Kepri mencatat surplus perdagangan tertinggi dengan Singapura (US$2.615,12 juta), Amerika Serikat (US$2.450,47 juta), dan Saudi Arabia (US$534,05 juta). Sebaliknya, masih pada periode Januari-Juli 2025, defisit terdalam perdagangan tercatat dengan Tiongkok (US$4.032,74 juta), Taiwan (US$847,91 juta), dan Fed Russia (US$481,66 juta).

Untuk bulan Juli saja, nilai ekspor Kepri mencapai US$2.001,78 juta, naik 15,14 persen dibanding Juli 2024. Sementara nilai impor mencapai US$1,680,45 juta, naik 10,49 persen dibanding Juli 2024. Secara khusus, surplus neraca perdagangan Kepri pada Juli 2025 mencapai US$321.33 juta.

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun

Terjadi inflasi pada bulan Agustus 2025

BPS Provinsi Kepri mencatat pada bulan Agustus 2025 terjadi inflasi sebesar 0,18 persen (m-to-m). Indeks harga konsumen (IHK) dari 108,30 pada Juli 2025 naik menjadi 108,50 pada Agustus 2025. Kondisi ini berbeda dibandingkan Agustus 2024, dimana terjadi deflasi sebesar 0,45 persen. Secara tahunan, terjadi inflasi sebesar 2,19 persen, dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,07 persen.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,83 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,24 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki pada Agustus 2025 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen dan memberikan andil inflasi 0,01 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 0,31 persen dan memiliki andil inflasi 0,02 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada bulan Agustus 2025 (m-to-m) adalah angkutan laut, cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, buncis, kacang panjang, cabai hijau, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (skm), sotong (segar), daun bawang, daging sapi, kol putih/kubis, kentang, dan sawi putih/pecay/pitsai. Sementara itu, beberapa komoditas berperan dalam menahan laju inflasi, antara lain angkutan udara, tomat, kangkung, bayam, wortel, dan cabai rawit tercatat mengalami deflasi pada Agustus 2025.

Menurut wilayah, secara bulanan tercatat 3 kabupaten/kota yang menjadi wilayah pencatatan inflasi di Kepri seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Karimun, yaitu sebesar 1,03 persen, berikutnya Kota Tanjungpinang inflasi 0,26, dan Kota Batam mengalami inflasi 0,08.

Nilai Tukar Petani Naik

BPS Provinsi Kepri turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Kepri pada Agustus 2025 yang mencapai 103,53, atau naik 1,43 persen dibanding Juli 2025. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,65 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,21 persen. Selain itu, BPS Provinsi Kepri juga mencatat kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Kepri pada Agustus 2025 sebesar 0,27 persen
(m-to-m).

Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat

Angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri pada Juli 2025 tercatat mencapai 158,04 ribu kunjungan atau naik 25,02 persen dibandingkan Juli 2024 yang sebanyak 126,42 kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025, total kunjungan wisman mencapai 1,08 juta kunjungan, atau meningkat 20,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Selanjutnya, jika dirinci kunjungan wisman pada Juli 2025 paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Singapura (45 persen), Malaysia (22,7 persen), dan Tiongkok (4,8 persen). Sejalan dengan itu, rata-rata lama menginap tamu asing di Kepri pada Juli 2025 juga mengalami peningkatan menjadi 2,10 malam dari sebelumnya 1,90 malam pada Juni 2025.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Juli 2025 mencapai 49,50 persen. Angka ini lebih rendah secara bulanan (m-to-m) 0,51 poin dibandingkan Juni 2025, serta masih rendah 2,86 poin dibandingkan Juli 2024 (y-on-y). Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS Provinsi Kepri adalah jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), yang pada Juli 2025 tercatat mencapai 401,8 ribu perjalanan, atau naik 50,38 persen dari Juli 2024. Selanjutnya, secara kumulatif dari Januari – Juli 2025 perjalanan wisnus di Kepri mencapai 2,5 juta perjalanan.

Jumlah penumpang di sejumlah moda transportasi meningkat

BPS Provinsi Kepri mencatat, pada Juli 2025 jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat mencapai 176,8 ribu orang, turun 12,08 persen (y-on-y) dibandingkan Juli 2024. Sementara itu, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara internasional mencapai 5,73 ribu orang, atau naik 142,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan keberangkatan penumpang juga terjadi pada moda angkutan laut domestik. Jumlah penumpang angkutan laut domestik yang berangkat tercatat 414,28 ribu orang, naik 8,96 persen dibandingkan Juli 2024. Sedangkan penumpang angkutan laut internasional yang berangkat mencapai 268,72 ribu orang, atau naik 12,08 persen dibandingkan tahun lalu.

Narahubung Media
Resa Surya Utama
Ketua Tim Humas dan Protokol
Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau
bps2100@bps.go.id

(Redaksi/Irfan)