INTINEWS.CO.ID, KAB. BINTAN – Pemberitaan terkait dugaan Kades ancam wartawan cukup menjadi perhatian publik di Pulau Bintan dan sekitarnya. Oleh karena itu Awak media ini malakukan konfirmasi ke Kepala Desa Kelong Alimin tentang dugaan mengancam wartawan.
Desa Kelong merupakan sebuah wilayah desa kepulauan yang terletak di Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Saat ini Desa Kelong dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) bernama Alimin.

Mengutip dari situs web detikposnew. com yang diposting tertanggal 11 Agustus 2026, dengan judul “Kades Kelong Dikabarkan Ancam Wartawan, Cegah Pemberitaan Terkait Kinerjanya, Tahun 2025” sebagai berikut,
Ancaman sang kades, saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa, Sore, 11/8/2026.
“Kalau berani beritakan terkait kinerja saya, akan saya cari kamu,” begitu kalimat yang disampaikan Kades Kelong kepada wartawan tersebut, yang terdengar penuh tekanan dan niat mengintimidasi demi membungkam pemberitaan.
Lalu kutipan selanjutnya bertuliskan bold/tebal, juga ada berhuruf besar semuanya dengan warna merah sebagai berikut,
Wartawan DetikposNew.com, Menyampaikan bahwa kalau apapun terdi terkait saya dan di manapun, hanya Kades Kelong Alimin yang pernah mengancam mencari saya dan ini perlu di ketahui oleh aparat penegak hukum dan menjadi catatan.
Terkait temuan ini kades Kelong di konfirmasin, namun bukan jawaban yang diterima wartawan terkait kenerjanya, melainkan ancaman, AKAN KUCARI KAMU BILA BERANI BERITAKAN, hak apa kamu beritakan terkait kinerja saya,” ucapnya.
Terkait perihal tersebut Awak media ini pun melakukan upaya konfirmasi ke Bapak Alimin yang merupakan Kades Kelong. Awak media ini pun langsung bergerak dari Kota Tanjungpinang menuju Kijang Kota yang terletak di wilayah Kabupaten Bintan, dan pertemuan tersebut di salah satu kedai kopi di Jalan Barek Motor, Kecamatan Bintan Timur, Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB.
Tampak Kades Kelong Alimin bersama beberapa warganya (termasuk Pak RW dan Pak RT di Desa Kelong) dan beberapa wartawan ikut dalam konfirmasi saat itu. Awak media ini pun menyalami Pak Kades Alimin, dan menunjukkan Kartu Pers dan Kartu UKW Utama nya dari Dewan Pers kepada Pak Kades Alimin.
Kades Alimin pun dengan suasana kekeluargaan dan keharmonisan dalam bercerita perihal mencuatnya dugaan ancaman saat wartawan melakukan konfirmasi terkait kinerja dan penggunaan anggaran Pemerintah Desa Kelong Tahun Anggaran 2025.
“Sebelumnya komunikasi dengan saling pesan WhatsApp. Saya siap dikonfirmasi dan ajak pertemuan, seperti Kita saat ini,” terang Pak Kades Alimin kepada awak media ini, (22/8).
Lanjut Pak Kades Alimin,
“Lalu setelah itu saat saya ditelpon, Saya angkat. Dalam pembicaraan ditelpon itu tidak ada Saya mengeluarkan ancaman. Buat apa Saya angkat telpon kalau Saya tidak menghargainya. Saya tidak ada mengancam dia,” terang Pak Kades Alimin, (22/8).
“Saya bukan orang yang tidak suka di kritik. Sebagai Kepala Desa sangat siap dan menerima semua kritikan yang bersifat membangun,” tegas Pak Alimin, (22/8).
Pak Kades Kelong juga menerangkan bahwa Ia sebagai Kades paham bahwa selain unsur APH, para awak media juga merupakan bagian dari mitra Kades.
“Jadi terkait dengan wartawan tersebut Saya terbuka untuk memberikan penjelasan apabila Ia kembali dikonfirmasi kembali mengenai kinerja maupun penggunaan anggaran Desa Kelong. Bang Ogi lihat sendiri bagaimana saya saling menghargai dengan kawan-kawan pers,” jelas Pak Kades kepada awak media ini, (22/8).
Pak RW dan Pak RT di Desa Kelong juga menerangkan kepada Awak media ini, bahwa Pak Kades Kelong adalah sosok saling menghargai. Jika ada 1 atau 2 orang warga Desa Kelong yang tidak menyukai Pak Kades Alimin wajar saja. Dan kinerja Pak Kades bukan tidak Kami pantau, jika Pak Kades berkerja tidak benar kami warganya yang duluan mengkritiknya. Mungkin ini miskomunikasi saja, itulah kalau menyampaikan sesuatu yang sensitif melalui telpon tidak terelakkan terjadinya miskomunikasi. Makanya jika dengan pertemuan kayak Kita sekarang ini kan, apa yang mau di konfirmasi semua menjadi terang benderang.
Berkaitan dengan anggaran Desa Kelong tahun anggaran 2025, seperti penyertaan modal BUMDes bahwa anggaran tersebut telah digunakan sesuai peruntukan dan kegiatan yang dianggarkan telah dilaksanakan. Kades Alimin membantah apabila pelaksanaan kegiatan tersebut dikaitkan dengan kegiatan fiktif, karena bukti pelaksanaan kegiatan tersedia, dokumentasi dan bukti administrasi ada. Ia mengatakan dirinya telah mengingatkan kepada perangkat desa agar setiap kegiatan benar-benar terealisasi.
Mengenai pos anggaran tersebut, Pak Alimin memberikan penjelasan bahwa Dia sudah bekerja sesuai dengan aturan, Saya siap di proses. Seandainya terdapat persoalan dalam penggunaan anggaran desa, dirinya siap dipanggil dan memberikan penjelasan kepada pihak yang berwenang.
Pak Kades Alimin menjelaskan ketika ada suatu kegiatan pembangunan, lalu dilaporkan telah dilaksanakan namun tidak terdapat barang atau tidak ada hasil pekerjaannya di lapangan, barulah hal tersebut dapat menjadi persoalan.
“Kecuali kalau saya pembangunan, umpamanya melaksanakan kegiatan tidak ada barangnya. Itu fiktif. Ini semua ada,” katanya.
Mengakhiri pembicaraannya Pak Kades Alimin menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan apabila penggunaan anggaran Desa Kelong diperiksa oleh pihak yang memiliki kewenangan, Ia menyatakan siap mengikuti semua prosesnya.
(Redaksi/Ogi “Jhengghot”)




