WWW.INTINEWS.CO.ID

"Sulit dapat KEADILAN berdasarkan KEBENARAN maka LAWAN PENINDASAN itu dengan Data Fakta !." (Pemred INTINEWS.co.id)

Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Penyelenggaraan Pentas Seni Virtual Semangat Daerah Destinasi Wisata

INTINEWS.CO.ID, WISATA&KEBUDAYAAN - Advertorial. Dalam wisata budaya, kebudayaan merupakan salah satu aspek yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Tanjungpinang sebagai Kota "Gurindam 12".
Sanggar bintan menampilkan tari melayu. foto Tanjungpinang .go .id

INTINEWS.CO.ID, WISATA&KEBUDAYAAN – Advertorial. Dalam wisata budaya, kebudayaan merupakan salah satu aspek yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Tanjungpinang sebagai Kota “Gurindam 12”.  Dengan memiliki masyarakat yang bernuansa heterogen menjadikan keheterogenan  masyarakat di Kota Tanjungpinang sebagai pengembangan pariwisata dalam bidang kebudayaan.

Indonesia, salah satu Negara yang juga mengalami Pandemi Covid-19, membuat terdampak di beberapa sektor usaha, salah satunya sektor Kepariwisataan. Saat ini setelah Pemerintah menetapkan ‘New Normal’. Suasana yang sebelumnya dirasakan  cenderung kevakuman aktivitas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang berupaya menghidupkan kembali suasana dengan membuat ‘Pentas Seni Virtual’ yang menampilkan lagu-lagu Melayu dan tarian budaya Melayu sebagai nilai budaya dalam berkesenian di daerah destinasi wisata.

Kantor Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. foto INTINEWS.co.id

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Drs. H. Surjadi, MT., menyikapi kondisi tetap semangat berkesenian di era pandemi Covid-19, Sabtu (27/6/2020). Sehingga berupaya memberikan kepada masyarakat suatu hiburan yang tetap menjaga; protokol Pemerintah terkait Covid-19 di masa New Normal, menampilkan nilai budaya, dan menunjukkan Kota Tanjungpinang yang tetap layak menjadi daerah destinasi wisata, maka di buat  Pentas Seni Virtual, sebagai penayangan yang perdana melalui channel youtube kebudayaan dan pariwisata Tanjungpinang, sabtu malam (27/06).

“Sebagai sebuah pentas seni virtual perdana, saya gembira, jumlah penonton dan yang memberikan komentar pada live chat nya, sangat positif. Ini bisa kita lanjutkan di masa mendatang, sampai panggung out door untuk berkesenian bisa di lakukan kembali,” terang Surjadi .

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. Ilustrasi foto dokumentasi INTINEWS.co.id

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, berencana bahwa pentas seni virtual ini akan diupayakan terus dijalankan,

“Minggu depan yang akan tampil, InsyaAllah, joget dangkong mak dare, kelompok dangkong yang sudah melegenda di Kepulauan Riau,” kata dia

Lebih lanjut Drs. H. Surjadi, MT., menyampaikan, “untuk masyarakat atau netizen yang belum sempat menonton siar perdana Sabtu malam kemarin, di silakan untuk mengunjungi channel youtube kebudayaan dan pariwisata Tanjungpinang,” ucapnya.

Tri Habib, pentolan tuju svara band, yang dikenal dengan lagu-lagu melayu, menyambut gembira, kegiatan pentas seni virtual, yang malam itu bertajuk sembang semasa. Dia berharap agar konsep yang di buat Disbudpar Kota Tanjungpinang dapat di teruskan di masa  mendatang.

“Sampai kondisi berkesenian bisa normal lagi. Banyak teman-teman seniman yang menunggu kesempatan seperti ini, dan semoga bisa di buat setiap minggu,” tutur habib.

Hal yang sama disampaikan Harry Gendis, dari Sanggar Bintan Telani, ia mengaku sudah cukup lama sejak wabah Covid-19 melanda, kegiatan menari menjadi terkendala.

“Sepanjang memenuhi protokol kesehatan, saya fikir kita harus tetap jalan,” harap Harry.

Oleh sebab itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Drs. H. Surjadi, MT., berniat di waktu mendatang, akan diupayakan Live Streaming jika teknis penyiarannya memenuhi syarat teknis.

‘Tuju svara band’ dan ‘Sanggar Bintan Telan’ yang mendapatkan kesempatan tampil di perdana dengan menampilkan lagu-lagu melayu dan tari melayu mendapat respon penonton di channel youtube tersebut menggembirakan. Pentas Seni Virtual itu sukses diselenggarakan, dan menuai animo masyarakat menjadikan salah satu solusi mengisi ruang kevakuman yang dirasakan sebelumnya dengan berekspresi dalam berkesenian namun tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan.

(Redaksi).

%d blogger menyukai ini: