Wakil Walikota Tanjungpinang : “Tingkatkan Sekolah Ramah Anak”

INTINEWS.CO.ID, KOTA TANJUNGPINANGWakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma menghimbau agar jumlah sekolah ramah anak di kota Tanjungpinang semakin meningkat.

Hal tersebut disampaikannya ketika memimpin rapat Evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang dihadapan ratusan kepala sekolah tingkat SLTP/MTS, SD/MIN/MIS, TK,KB/RA se-Kota Tanjungpinang, di aula kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (13/2).

Dikatakan Rahma, bahwa masih banyak ditemukan permasalahan anak di sekolah. Sungguh’pun demikian, diharapkan Kepala Sekolah tidak boleh mengeluarkan anak dari sekolah, apalagi karena hukuman yang diberikan mengakibatkan anak putus sekolah. Ia juga mengajak agar yang hadir punya komitmen yang kuat untuk menjadikan sekolahnya sebagai sekolah ramah anak, dimana anak dapat melanjutkan pendidikan dengan rasa aman, nyaman.

“Guru tidak menjadi pemimpin, tapi guru’lah yang menciptakan muridnya menjadi para pemimpin,” ujar Rahma.

Baca juga: Bullying atau Perundungan Dilakukan Oknum Pengajar, Orangtua Wajib Lapor (Bagian I)

Untuk itu Ia mengajak agar guru memberikan teladan yang baik kepada anak didik. Saat ini juga masih ada sekolah yang belum memiliki guru BK dengan latar belakang pendidikan BK ataupun Psikologi, maka kedepannya akan dilaksanakan pelatihan untuk guru yang menangani masalah anak di sekolah.

Kepala Dinas DP3APM, Raja Khairani mengatakan, bahwa masih ditemukan anak yang mengalami pelecehan seksual, bahkan ada anak yang putus sekolah tanpa ada alasan yang jelas.

Selain itu, juga ada yang mengalami masalah dalam keluarga yang berimbas pada kenakalan remaja, bergabung dengan geng motor, bullying, mengalami efek negatif penggunaan gadget, merokok.

“Disinilah peran guru BK disekolah perlu lebih dioptimalkan lagi,” ujar Khairani.

Baca juga: “Orang Tua Pahami Dan Diskusikan Media Sosial Dengan Anak”

Lebih lanjut dipaparkannya, upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak, serta meminimalisir masalah tersebut, DP3APM sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui tim konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) tentang pencegahan pernikahan usia anak, bullying, bahaya gadget, etika dan lainnya. Selain itu juga memberikan pembinaan melalu Pusat Pelayanan Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang berada di tiap kelurahan, sehingga apabila ada permasalahan anak di tingkat kelurahan tim PATBM akan turun bersama mencarikan solusinya. Disamping itu juga ada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang menangani anak bermasalah. DP3APM juga sudah membentuk forum Anak baik tingkat Kota maupun kelurahan yang telah menjalankan fungsi sebagai pelopor dan pelapor.

Fungsi Pelopor forum anak dapat mengembangkan inovasi, sebagai konselor teman sebaya dan turut serta menyampaikan aspirasi melalui musrenbang agar dapat mempercepat kemajuan pembangun di daerah ini. Sedangkan pelapor, forum anak dapat melaporkan kepada instansi terkait bila ditemukan permasalahan anak di  lingkungan pendidikan maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Mengeluarkan Instruksi Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak.

Berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan forum anak Kota Tanjungpinang, diantaranya;

  • sosialisasi ke sekolah,
  • memberikan bantuan sembako kepada kaum Duafa,
  • memperkenalkan permainan anak tradisional di pusat taman bermain anak,
  • turut serta musrenbang,
  • memberikan bantuan untuk korban Wamena, korban banjir,
  • sahur on the road, dan lainnya.

Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Provinsi Kepri, Elvi, mengatakan, untuk menjadikan sekolah sebagai sekolah ramah anak harus ada komitmen yang kuat antara orangtua, anak, dan guru. Dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Anak yang baru, guru takut memberikan hukuman kepada anak, takut disalahkan dan dilaporkan kepada pihak penegak hukum. Seharusnya tidak perlu ditakuti, dengan menjadikan sekolah sebagai sekolah ramah anak guru tidak akan mengalami hal tersebut, sebelumnya harus ada kesepakatan yang dibuat terlebih dahulu sanksi apa yang diberikan kepada anak bila ia melakukan kesalahan.

Namun bukan dalam bentuk kekerasan, akan tetapi sanksi edukasi tanpa menyakiti. Apabila ada kesalahan, maka sanksi diberikan dan orang tua tidak boleh lagi memprotes, karna sudah ada komitmen yang harus dipatuhi bersama, ujarnya.

@Sumber berita&foto, https://www.tanjungpinangkota.go.id/berita/wawako-imbau-tingkatkan-

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: