Selamatkan Uang Negara Milyaran Kasus Tipikor Pengadaan Bibit Kopi Kabupaten Mama’sa TA 2015 Dan DAK Sulbar TA 2020 Penegakkan Hukum Tetap Berjalan Walaupun Pasca Gempa Gedung Kejati Sulbar Rusak

Logo Jaksa Republik Indonesia. foto dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, SDM INTEGRITAS – Hingga dua pekan pasca-gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju, aktivitas pelayanan hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat tetap berlangsung.

Gebrakan Tim Penyidik Kejati Sulbar dalam melakukan pemberantasan korupsi sangat patut diapresiasi, meskipun baru terbentuk beberapa tahun lalu namun Kejati Sulbar telah mengukir sejumlah prestasi dalam mengungkap kasus korupsi di Sulbar, termasuk  tindakan penyelamatan keuangan negara, dari kasus tersebut, seperti halnya pekan lalu.

Baca juga: Buronan Perkara Surat Palsu Senilai Rp. 38 M Di Tangkap Tim TABUR Kejaksaan Agung

Kejati Sulbar berhasil menyita kerugian  negara sebesar Rp.817 juta dari dugaan kasus DAK Sulbar TA 2020.

Hari ini Jumat Tim Kejati Sulbar di bawah arahan langsung Kajati Johny Manurung, SH., MH. kembali menerima pengembalian Keuangan Negara sebesar  satu miliar lebih dari Kasus Tipikor Pengadaan Bibit Kopi di Kabupaten Mama’sa TA 2015 , yang telah menetapkan dua  tersangka, Murnianyo dan Ir.Donatus Marru.

”Meskipun gedung Kejati   miring, tidak menghalangi kami dalam melalukan penegakan hukum di Sulbar,” Ujar Kajati Sulbar, JOHNY MANURUNG, SH., pada kegiatan Konfernsi Pers pengembalian Kerugian negara kasus pengadaan Bibit Kopi di Mamasa TA 2015, Jum’at, (26/2/2021), didampingi Aspidsus Feri Mupahir, SH., MH., Tim Penyidik Dr. Rizal, SH., MH., dan Kasi Penkum Kejati Sulbar Amiruddin, SH.

Baca juga: Peretas Website Kejaksaan Berinisial MFW

Di tempat yang sama, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Feri Mupahir., SH., MH menjelaskan, Tim Penyidik Kejati Sulbar kembali menerima pengembalian Kerugian Negara dari kasus pengadaan bibit kopi TA 2015 di Kabupaten Mamasa.

”Hari ini kita kembali menerima pengembalian Kerugian keungan negara sebesar Rp.1.166.808.807.00 dari penyedia bibit kopi PT Sipin Raya, atas kasus dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Kopi di Kabupaten Mama’sa TA 2015,” terang Aspidsus Kejati Feri Mupahir.

Selian itu, Feri Mupahir menyebut Tim Penyedik telah menetapkan dua tersangka atas kasus tersebut salah satunya sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Mamuju, dan tersangkanya atas nama Donatus Marru  masih dalam  proses penyidikan Tim Penyidk Kejati Sulbar.

”Tersangka dalam perkara ini ada dua yakni Murnianto yang  sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Mamuju, dan satunya lagi atas nama Donatus Marru masih dalma proses penyidikan oleh Tim Penyidik Kejati, dan masih tetap dalam pengembangan kasusnya  untuk mencari kemungkinan  adanya penambahan  tersangka,” tambah Feri.

@Sumber berita&foto, https://www.kejaksaan.go.id/berita.php?idu=0&id=17468&hal=1

(Redaksi)

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is legal cyber news in Indonesia to presents news with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous Struggle against oppressors with fact data!"

Info – Webinar HUT LPDS

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: