PENGETAHUAN, PERS RILIS, UP DATE

Program ‘Girls4Tech’ Pelatihan Gamifikasi Dapat Sertifikat

intinews co id jpg
Pengembangan Kapasitas Remaja Perempuan Bidang STEM. Ilustrasi gambar INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, PERS RILISKementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, berikut ini petikan siaran persnya mengenai remaja perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).

Siaran Pers No. 111/HM/KOMINFO/09/2020
Selasa, 15 September 2020
Tentang
Kominfo Dukung Pengembangan Kapasitas Remaja Perempuan Indonesia Bidang STEM

Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung upaya pengembangan kapasitas remaja perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM). Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kominfo mengapreasiasi Program “Girls4Tech” yang diinisiasi Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation dan Mastercard untuk menginspirasi remaja perempuan Indonesia usia 10–15 tahun untuk mengejar karier di bidang STEM.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti menyatakan, semua pihak harus bergandeng tangan untuk mewujudkan transformasi digital nasional. Termasuk untuk meningkatkan keterlibatan siswa perempuan serta mengurangi kesenjangan gender di bidang STEM. 

“Kita harus bergandeng tangan semua, dari pemerintah, swasta, akademisi dan berbagai bidang untuk mewujudkan arahan Bapak Presiden Joko Widodo tanggal 14 Agustus yang lalu dalam pidato kenegaraan. Beliau menekankan Indonesia betul-betul harus meningkat dalam transformasi digital nasional,” ujarnya dalam Dialog Empowering Girls Reshaping the Future dan Peluncuran Program Girls4Tech secara daring dari Jakarta, Selasa (15/09/2020).

Baca juga: Teken Investasi Rp314 Triliun, Kerja Sama Bidang Energi Dengan Persatuan Emirat Arab

Menurut Sekjen Niken, sebagai program prioritas pemerintah ada lima hal yang dilakukan untuk mewujudkan transformasi digital.

“Ada lima arahan dari bapak presiden yang pertama agar dilakukan percepatan perluasan akses internet dan peningkatan infrastruktur digital,  agar dipersiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis; ketiga agar integrasi dan pembangunan pusat data nasional ini dipercepat, keempat agar disiapkan regulasi skema skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital secepat-cepatnya dan kelima agar disiapkan kebutuhan SDM talenta digital,” paparnya.

Dalam arahan kelima, itu menurut Sekjen Kementerian Kominfo termanifestasi dalam kebijakan prioritas kementerian di bidang infrastruktur, adopsi teknologi dan percepatan pembentukan regulasi.

“Kami berkomitmen untuk merealisasikan arahan dari bapak presiden dengan mengembangkan ekosistem digital indonesia secara komprehensif,” tandasnya.

Baca juga: Polda Kepri Pelatihan Optimalisasi BHABINKAMTIBMAS Melalui Kegiatan CAPACITY BUILDING Tingkat Polda

Khusus untuk generasi penerus, Sekjen Niken mengharapkan agar Program Girls4Tech bisa dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk mengikis kesenjangan gender.

“Sehingga kita memiliki inisiatif inisiatif serupa di seluruh penjuru Nusantara. Agar tidak ada lagi kesenjangan gender khususnya dalam bidang STEM. Melalui program ini saya berharap peranan perempuan Indonesia dalam bidang STEM semakin luas,” harapnya.

Sekjen Kementerian Kominfo menyebutkan saat ini Indonesia memiliki kebutuhan 600 ribu orang talenta digital setiap tahunnya. Namun, kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi oleh dunia perguruan tinggi.

“Karena itu juga perlu akselerasi di dalam mendidik generasi muda di bidang digital ini. Kementerian Kominfo menginisiiasi Digital Talent Scholarship, beasiswa pelatihan digital bekerja sama dengan perusahan teknologi global. Ada juga sertifikasi gobal. Tujuannya sesuai dengan arahan Presiden di era digitalisasi ini tidak boleh menjadi pangsa pasar SDM dari negara-negara asing bagi tenaga kerja khususnya di bidang digital,” ungkapnya.

Platform Kursus Gamifikasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, hanya 30% tenaga kerja perempuan di sektor STEM. Hasil UNESCO dan Korean Women’s Development Institute mengungkapkan adanya permintaan yang tinggi akan pelajar perempuan di institusi pendidikan tinggi untuk mempelajari STEM. Hal ini terlihat dari jurusan kuliah seperti biologi, kimia, farmasi, dan kedokteran didominasi oleh pelajar perempuan. Akan tetapi, minat yang tinggi dalam bidang STEM ini tidak berlanjut sampai dunia kerja, sebagaimana perempuan yang aktif bekerja di bidang STEM masih jarang. Padahal kemampuan di bidang STEM hal fundamental untuk mendukung industri 4.0 di Indonesia.

Girls4Tech merupakan program pelatihan selama 3 tahun melalui platform belajar digital, dengan menargetkan pendidikan pada 60.000 remaja perempuan mengenai STEM. Sejak platform tersebut dirilis, terdapat:

  • 2000 remaja perempuan yang mendaftar, dan
  • 40 guru menjadi mentor sukarelawan. 

Pendiri dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam menyatakan platform Girls4Tech menyediakan kursus gamifikasi dan memberikan fasilitas asisten digital untuk para guru, mentor dan remaja perempuan.

“Selama lima hari, peserta akan diberikan pelatihan berupa game edukasi, video animasi, dan buku elektronik. Ada pula forum diskusi untuk tanya jawab antara pengajar dan partisipan, koordinasi dan monitoring dengan guru selama pelatihan. Peserta yang terpilih akan menerima penghargaan dalam bentuk sertifikat dan kesempatan untuk mengikuti pelatihan STEM lanjutan.” ungkapnya. 

Girls4Tech akan dimulai di empat wilayah di tahun pertamanya, yaitu:

  1. Jawa Timur,
  2. Jawa Barat,
  3. Banten, dan
  4. Jakarta.

Para siswi akan diberikan pelatihan berupa gamifikasi online dengan materi  kriptologi, deteksi fraud, keamanan siber dan cyber-hygiene, dan inovasi teknologi.

Sekolah dan guru yang ingin mengikuti program STEM dapat mendaftar melalui tautan bit.ly/G4TIndonesia.

@Sumber berita, https://www.kominfo.go.id/content/detail/29412/siaran-pers-no-111hmkominfo092020-tentang-kominfo-dukung-pengembangan-kapasitas-remaja-perempuan-indonesia-bidang-stem/0/siaran_pers

(Redaksi).

ajax loader

Tinggalkan Balasan