INTINEWS.CO.ID, WISATA BUDAYA – Destinasi wisata ke Provinsi Kepulauan Riau selain kaya dengan keindahan alamnya dan peninggalan benda bersejarah, juga memiliki kebudayaan yang unik. Salah satunya itu adalah Tari Sekapur Siri kesenian rakyat di Kepulauan Riau yang masih lestari hingga saat ini.
Tari Sekapur Sirih salah satu kekhasan objek wisata di Kepulauan Riau (Kepri) yang merupakan salah satu kesenian rakyat yang berupa tarian tradisional, yang biasanya ditarikan oleh para penari wanita yang mengenakan pakaian adat melayu, serta diiringi oleh alunan musik pengiring yang ditampilkan pada saat pembukaan acara-acara resmi untuk penyambutan tamu kehormatan.

Tari Sekapur Sirih yang sangat terkenal di tanah Melayu ini memiliki gerakan tarian yang tampak indah menyatu dengan iringan musik serta syair yang dipersembahkan kepada tamu kehormatan. Para penari wanita yang mengenakan pakaian adat melayu menari membawa cerano/wadah dengan gerakannya yang lemah lembut yang pasti akan memesonakan wisatawan nusantara atau wisatawan asing yang berkunjung ke Provinsi Kepri.
Baca juga: Pulau Penyengat Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Di Provinsi Kepri
Seperti di Pulau Penyengat, pulau yang merupakan salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Kepulauan Riau (Kepri) ini, tari pesembahan sekapur sirih acap kali dipertunjukkan pada acara-acara seperti hiburan, tamu kehormatan/kepala daerah/pejabat dan sebagainya. Di Pulau Penyengat sendiri ada sanggar atau komunitas anak tempatan yang melestarikan tari kebudayaan Melayu seperti tari persembahan sekapur sirih. Cukup banyak agen/usaha Tour&Travel atau bisnis perhotelan/kepariwisataan yang memakai tari persembahan sekapur sirih sesuai permintaan untuk menyambut rombongan para wisatawan mereka yang berwisata ke Pulau Penyengat.

Raja Hery Mokhrizal, SH., MH, Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Kepri menuturkan bahwa Tari Sekapur sirih ini kemegahannya yang tersirat.
“Biasanya ketika wisatawan nusantara atau wisatawan asing yang datang rombongan, biro perjalanan (Travel agent) itu akan menyambut rombongan wisatawan tersebut dengan Tari Sekapur Sirih ini. Kekhasan Tari Sekapur Sirih yang mengandung arti suatu bentuk keramahtamahan dan penghormatan kepada tamu kehormatan,” ucap Plt. Kadis Pariwisata Provinsi Kepri, Pak Raja Hery Mokhrizal kepada Awak Media ini, (7/3).

Tari Sekapur Sirih yang biasanya berjumlah ganjil, seperti 9 (Sembilan) Orang, seorang Penari wanita (khusus) yang membawa cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih. Pakaian yang dikenakan adalah pakaian adat Melayu, alunan musik khas Melayu dengan iringan alat musik yang biasanya terdiri dari gambus, rebana, gong, gendang, akordion dan biola. Penari Tari Sekapur Sirih harus memahami istilah-istilah khusus dalam tarian Melayu, seperti:
- Lenggang (Yang berjalan sambil menggerakkan tangannya),
- Liuk (Suatu gerakan menundukkan badan),
- Igal (Suatu gerakan tangan dan badan yang menekan),
- Titi batang (berjalan yang satu garis seperti meniti batang),
- Cicing (Menari sambil berlari kecil),
- Dan lain-lainnya.
Baca juga: 2 Tahun H. Ansar Ahmad, SE., M.M Menjabat Gubernur Provinsi Kepri
Lanjut Pak Raja Hery Mokhrizal, SH., MH, kepada Awak media ini, prihal tradisi mengunyah sirih lengkap dengan kapur dan pinang membuat keberadaan sirih bukan sekedar benda biasa pada masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. Suatu tradisi ‘berkapur sirih’ yang sudah cukup lama hidup dikalangan masyarakat Melayu di Kepri.
“Semua Penari Tari Sekapur Sirih ini mengenakan pakaian adat melayu yang lengkap, dan Penari harus memahami istilah-istilah khusus dalam tarian Melayu. Pada Tari Sekapur Sirih ragam gerakannya, seperti lenggang melayu patah sembilan dipersembahkan untuk tamu yang dihormati. Penari wanita yang membawa cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih akan mendekati tamu kehormatan. lalu Tamu kehormatan membuka wadah itu, mengambil daun sirih. Itu sebagai bentuk menghormati, salah satu adat istiadat di tanah Melayu,” jelas Raja Hery Mokhrizal, SH., MH, menutup wawancara dengan awak media ini, (7/3).
Tari Sekapur Sirih kesenian rakyat yang merupakan kekhasan di Kepulauan Riau yang masih lestari hingga saat ini, tari yang eksotis penuh pesona yang akan menambahkan keindahan objek wisata yang ada di Provinsi Kepualaun Riau.
(Redaksi/Ogi “Jhenggot”)





