Radar Padi, Tampilkan Data Akurat Wujudkan Kedaulatan Pangan

BPS. ilustrasi foto, dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, NASIONALUntuk mewujudkan kedaulatan pangan, data produksi padi/beras yang akurat merupakan sebuah keharusan. Data tersebut merupakan instrumen kunci dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan pemerintah untuk mencapai swasembada.

Selama ini, ketidakakuratan data produksi padi/beras nasional merupakan isu utama dalam debat kebijakan dan politik dibidang pangan. Disasosiasi antara data produksi beras nasional dengan kebijakan impor kerap kali terjadi.

Banyak pihak menengarai bahwa data produksi padi/beras yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) overestimate atau lebih tinggi dari kondisi riil di lapangan. Kondisi ini mengakibatkan bias kebijakan terkait importasi untuk pengendalian harga, manajemen stok, perdagangan, dan distribusi beras terus terjadi.

Sebagai solusi dari permasalahan, tersebut BPS didukung oleh;

  • BPPT,
  • Kementerian ATR/BPN,
  • BIG,
  • LAPAN, dan
  • Kementerian Pertanian

Melakukan inovasi Radar Padi (Raih data akurat padi dengan metode kerangka sampel area untuk mendukung kebijakan pangan). Melalui inovasi ini, BPS mengembangkan metode baru dalam mengestimasi luas panen padi, yang merupakan komponen utama dalam perhitungan produksi padi/beras, dengan memanfaatkan teknologi informasi mutakhir. Metode ini dikenal dengan nama Kerangka Sampel Area (KSA).

20190702 KIPP Day 1 Radar Padi 2Kepala BPS Suhariyanto saat presentasi dan wawancata Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Kementerian PANRB

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dahulu untuk menentukan luas panen, BPS menggunakan data eye estimate (pandangan mata).

“Jadi kita ke sawah, kira-kira berapa ya luasnya. Tentunya kalo perkiraan tersebut tidak akurat,” ujarnya saat presentasi dan wawancata Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) beberapa waktu lalu.

Lanjutnya dikatakan, dalam pengukuran perlu metodologi yang lebih baik agar hasil lebih objektif dan munculah inovasi Radar Padi.

“Jadi kita menggunakan citra satelit, kita menggunakan foto untuk datang ke lokasi, sawahnya kita foto dan kita kirim ke server. Jadi yang paling penting disini pengukurannya objektif dan transparan,” jelasnya.

Inovasi Radar Padi telah diimplementasikan sejak 2018 dan menandai dimulainya era baru data produksi beras nasional. Dengan Radar Padi, data produksi yang dihasilkan lebih;

  • objektif,
  • akurat,
  • cepat, dan
  • modern.

Pada Oktober 2018, data luas panen dan produksi beras dengan menggunakan metode KSA dirilis. Data tersebut dapat memenuhi kebutuhan pemerintah terkait informasi kuantitas dan sebaran produksi padi/beras nasional.

Saat ini, data tersebut masih terus dikumpulkan setiap bulan. Hasilnya dimanfaatkan secara berkala sebagai input dan landasan pembuatan kebijakan oleh sejumlah lembaga pemerintah, seperti;

  • BULOG,
  • Bappenas,
  • Kemenko Bidang Perekonomian,
  • Kementerian Perdagangan,
  • Kementerian Pertanian,
  • Kantor Staf Presiden, dan
  • Sekretariat Wakil Presiden. 
@Sumber berita&foto, https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/radar-padi-tampilkan-data-

(Redaksi).

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is legal cyber news in Indonesia to presents news with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous Struggle against oppressors with fact data!"

@APRIL 2020 – Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Redaksi www.intinews.co.id Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1442 H/2021 M

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: