NASIONAL

Masih Kurang Kebijakan Pemerintah Pro Industri Baja Nasional

0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second
wwwintinews.co .id
Gedung DPR RI. ilustrasi foto dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap industri baja nasional. Mengingat saat ini pemerintah malah meningkatkan kuantitas impor baja dibanding melakukan ekspor ekspor. Padahal, Indonesia memiliki PT Krakatau Steel yang seharusnya dipacu produksinya dengan memberikan relaksasi dari sisi kebijakan sehingga mendorong optimalisasi produksi baja nasional.

Hal tersebut disampaikan Andi Yuliani usai mengikuti kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke PT Karakatau Steel, di Serang, Banten, Kamis (11/2/2021). Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut:

  • Dirut PT Krakatau Steel,
  • jajaran Direksi PGN dan
  • Dirjen Migas, serta
  • perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kita harus memberikan keberpihakan terhadap industri dalam negeri termasuk Karakatau Steel yang menghasilkan baja yang banyak digunakan oleh industri-industri dalam negeri seperti industri manufaktur pesawat, kabel-kabel dan lainnya. Tetapi sayangnya kita masih impor, nah seharusnya kita tidak usah impor lagi. Pelan-pelan kita kurangi, mungkin tidak langsung mendadak kebijakanya, tapi kita impornya dikurangi,” harapnya.

Baca juga: Indonesia Ikut Pameran Teknologi Industri Terbesar Dunia ‘Hannover Messe 2020’

Politisi Fraksi PAN ini turut mengapresiasi PT Krakatau Steel yang telah berhasil melakukan restrukturisasi perusahaan. Kinerja perusahaan pun terbilang membaik, sehingga masih memiliki strategi untuk memperpanjang utangnya. Hal ini terbukti dengan keuntungan yang berhasil diperoleh PT Krakatau Steel pada kuartal pertama tahun 2020.

“Di sini Karakatau Steel melakukan defiasi di berbagai sektor, ada di semen, baja, energi dalam hal ini gas. Sehingga ini menjadi satu perputaran yang tidah sia-sia, ketika Karakatau energi mensuplai untuk pembuatan baja dia bisa mensupali jauh lebih murah. Kalau misalnya untuk pembuatan baja harus membeli (sektor pendukung) dari luar negeri, tidak bisa menekan harga dan akan menjadi mahal,” ujar Andi.

Baca juga: Hilirisasi Industri Gaet Investasi dan Genjot Ekspor

Pertemuan tersebut juga membahas kondisi dan proyeksi pasokan gas untuk PT Karakatau Steel. Secara umum pasokan gas untuk perusahaan baja nasional ini diberikan oleh PGN dan Pertamina PHE berjalan lancar. Apalagi dengan harga gas yang diturunkan pemerintah menjadi seharga 6 dolar/MMBTU.

Untuk tahun 2020, penyaluran rata-rata gas dari PGN ke Krakatau Steel Grup sebanyak 17.4 BBTUD atau sekitar 82 persen dari kontrak minimal. Dengan komplemen dari Pertamina PHE, kebutuhan gas untuk PT Krakatau Steel ini relatif cukup terpenuhi. Ke depan saat produksi gas dari Pertamina HE habis, maka komitmen pasokan gas akan dipenuhi dari PGN.

@Sumber berita, https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/31789/t/Pemerintah+Harus+Berpihak+Pada+Industri+Baja+Nasional

(Redaksi)

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: