INTINEWS.CO.ID, LAGU ASYIK – Tidak sedikit kepala daerah di nusantara ini yang hanya memikiri kepentingan pribadi, keluarga, relasi dan kelompoknya. Lagu ini adalah nyayian yang mewakili suara rakyat untuk kepala daerah.

Kepala daerah menjadi “bobrok” atau terjerat praktek korup disebabkan oleh kombinasi mempunyai karakter diri yang minus, sistem penegakan hukum di daerah yang mandul, monopoli kekuasaan atas anggaran dan proyek-proyek di daerah.
Selain enak didengar, lagu ini juga berisi narasi yang dirasakan oleh banyak masyarakat di daerah atas ketidakadilan, ketimpangan, dan kemiskinan. Janji-janji yang disampaikan pada saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) kenyataannya tidak pernah ada.
Namun, yang lebih miris lagi ketika Petahana/incumbent (Si Gubernur atau Si Bupati) itu kembali mencalonkan diri untuk posisi yang sama pada periode berikutnya malah dipilih kembali oleh masyarakat di daerah itu karena tergiur politik uang/money politic, praktik pemberian uang, barang, atau imbalan materi lainnya oleh si petahana atau tim sukses nya. Masyarakat yang tidak punya muruah atau bodoh atau mudah ditipu seketika melupakan kesengsaraan, tidak ada pembanguan dan janji yang tak pernah terbukti.
Para pembaca berita online www.intinews.co.id mau mendengarkan lagu ini dapat klik reportase oleh Ogi “Jhengghot” dibawah ini yang telah diunggah di akun resmi media sosial (medsos) TikTok @INTINEWS.Co.Id
@www.intinews.co.id Lagu KEREN On NEWS #intinews_co_id #intinewscoid #intinews
(Redaksi/R. Mukmin)





