INTINEWS.CO.ID, KOTA TANJUNGPINANG – Baru dua hari ini pemadaman listrik bergilir dilakukan di Kota Tanjungpinang. Eleman mahasiswa yang tergabung di HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan demo PLN UP3 Tanjungpinang. Kepala PLN UP3 Siap mundur dari Jabatannya jika besok masih ada Pemdaman Listrik bergilir.
Foto. Kepala (Manajer) PLN UP3 Tanjungpinang Bapak Rully Agus Widanarto saat menerangkan ke HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan. Foto oleh. Ogi “Jhengghot” (14/10).
Tampak keluh kesah dan kritikan dari warga melalui media sosial (medsos) dan percakapan WA Grup atas pemdaman listrik secara bergilir di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya yang baru dilakukan beberapa hari ini saja. Pemadaman listrik secara bergilir tersebut menimbulkan efek yang tidak memuaskan bagi sebagian masyarakat Kota Tanjungpinang dan sekitarnya.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan yang aktif mengawal isu-isu sosial dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Sekitar 20an orang HMI cabang Tanjungpinang-Bintan melakukan aksi demo di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang yang berada di Jalan Bakar Batu, No. 55, Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 10.15 WIB.
Dalam aksi demo HMI cabang Tanjungpinang-Bintan di depan PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang melakukan beberapa orasi, salah satunya mempertanyakan kenapa pemadaman listirk yang dilakukan secara bergilir tersebut tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Kurang lebih setegah jam berorasi, aparat kepolisian polresta Tanjungpinang memfasilitasi para pendemo dari HMI cabang Tanjungpinang-Bintan tersebut berbicara langsung dengan Kepala (Manajer) PLN UP3 Tanjungpinang Bapak Rully Agus Widanarto di ruang lobi, lantai satu Kantor PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang.
Diskusi penyampaian aspirasi dari HMI cabang Tanjungpinang-Bintan dengan Kepala (Manajer) PLN UP3 Tanjungpinang Bapak Rully Agus Widanarto berjalan dengan lancar dan baik.
Semua pertanyaan dari HMI cabang Tanjungpinang-Bintan di jawab oleh Manajer PLN UP3 Tanjungpinang Bapak Rully Agus Widanarto.
Bapak Rully Agus Widanarto juga menerangkan semua persoalan terkait pemadaman listrik secara bergilir dan apa sebabnya kenapa pemedaman listrik secara bergilir tersebut terjadi tidak sama waktunya di tiap area.
Awak media ini pun mewawancarai Manajer PLN UP3 Tanjungpinang Bapak Rully Agus Widanarto di sela waktunya. Apakah benar pernyataan Pak Rully tadi bahwa akan mengundurkan diri jika besok masih terjadi pemadaman listrik secara bergilir?
“Iya benar, cuman tadi Saya sampaikan didepan semuanya, tidak berbisik-bisik, tidak sembunyi-bunyi tapi terbuka. Itu bentuk tanggung jawab moral Saya, pelayanan masyarakat itu lebih penting dari jabatan. Jadi Kami juga memberikan edukasi kepada adik-adik mahasiswa, Kita jangan ciptakan lagi generasi-generasi yang pengecut. Saya siap kapan pun, besok kalau belum nyala total bawa surat pernyataan, saya teken (tanda tangan) Saya setorkan ke atasan Saya. selesai masalah,” ungkap Manajer PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto, (14/10).
Lanjut Manajer PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto, (14/10).
“Mulai malam ini semuanya sudah nyala. Konsekuensinya apa? seperti yang Saya sampaikan tadi, bagaimanapun juga Kami tidak boleh mencari alasan, tidak boleh mencari kambing hitam, tapi tentu Kami tetap bertanggung jawab,” jawab tegas Pak Rully Agus Widanarto, (14/10).
“Pelayanan kepada masyarakat jauh lebih penting dari pada Jabatan,” Pak Rully Agus Widanarto, (14/10).
Awak media ini juga mewawancarai Pak Deni, Bagian Umum PLN UP3 Tanjungpinang.
“Kalau secara kemampuan pembangikit sebenarnya Kita sudah full, sudah bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, untuk normal seperti kondisi semula tentu prosesnya bertahap, artinya tidak bisa seperti Kita dapat energi langsung kita alirkan ke pelanggan semuanya seperti membalikkan telapak tangan, Kita tetap prosesnya bertahap. Bertahap begitu Kita lihat, Kita masukkan 1 section begitu kondisinya sudah stabil, sekian lama baru Kita tambah lagi. nah, jadi Kita tidak bisa langsung ‘blek’ langsung hidup seperti itu. Jadi, artinya tetap Kita mempertimpangkan kemampuan dan stabilitas mesin, jangan sampai akan blckout kembali. Kalau blckout kembali ya Kita akan mulai dari Nol lagi proses start nya,” terang Pak Deni, (14/10).
Apakah itu maksud dari Pak Rully tadi?
“Kalau secara penyaluran, Kita sudah tidak ada masalah. Kita bisa melayani seluruh pelanggan seperti semula. Namun prosesnya untuk menyala semuanya tentu berproses, bertahap artinya itu,” jelas Pak Deni, (14/10).