PENGETAHUAN

Segera Ada Perubahan Besar di Dunia Pendidikan

0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second
IMG 20190612 221237
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PERKAPALAN (Ship Building/Naval Architect), Jalan Kesatrian, No.9, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan-Kepulauan Riau, Kode Pos 29152. ilustrasi Foto, dokumentasi INTINEWS.CO.ID

INTINEWS.CO.ID, PENDIDIKAN&IPTEKJakarta, Presiden Joko Widodo menjanjikan perubahan besar di dunia pendidikan Indonesia melalui sistem aplikasi yang menjangkau seluruh perubahan yang ada dengan dukungan anggaran pendidikan 20 persen.

Sesuai Sumber dari https://jpp.go.id/humaniora/pendidikan/333320-segera-ada-perubahan-besar-di-dunia-pendidikan, petikannya sebagai berikut:

“Ya nanti di situ yang akan ada perubahan besar, harusnya dengan angka 20 persen itu kita bisa misalnya meraih kualitas SDM kita lebih baik,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam wawancara khusus di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Jokowi mengakui selama ini penempatan Anggaran Pendidikan lebih banyak yang tidak memberikan keluaran atau output yang konkret.

Oleh karena itu, ia mengatakan Pemerintah akan menyiapkan aplikasi sistem yang mendukung perubahan menjadi lebih baik.

“Sehingga yang namanya kualitas siswa, kualitas guru, kita ini negara sebesar ini dengan 17.000 pulau, 514 kabupaten/kota, 74.900 desa bayangkan kalau tidak ada aplikasi sistem yang bisa menjangkau semuanya ya perubahan itu,” katanya.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya peran kementerian yang menyangkut pendidikan termasuk Kemendikbud, Kemendikti, dan Kemenag.

Insya Allah saya yakin selesai, yakin selesai saya. Ada perubahannya sehingga output-nya konkret,” kata Jokowi.

Ia mencontohkan, kualitas guru yang betul-betul meningkat dengan tolak ukur dan standar kompetensi melalui sertifikasi.

“Kan sudah sertifikasi, ya apa hasil dari sertifikasi konkretnya karena saya senang yang konkret yang nyata, juga yang berkaitan misalnya dengan pendidikan vokasi, harus ada perubahan betul harus ada perubahan guru yang punya kemampuan melatih,” katanya.

Menurut Jokowi, jumlah guru yang menguasai vokasi harus berjumlah 80 persen sementara 20 persen sisanya baru guru normatif. Sebab di situlah, kata dia, skill untuk keterampilan diujikan.

“Misalnya guru SMK jurusan mesin ya betul-betul ngerti mesin, bagaimana merakit mesin, ngerti semua sehingga terobosan-terobosan seperti itu keluar sehingga guru SMK itu betul-betul memiliki skill mengajar muridnya sampai saat keluar (selesai) sekolah betul-betul diterima (pasar),” katanya.

(Redaksi).

ajax loader

cropped cropped Logo Resmi INTINEWS co id ©®2020 1

About Post Author

www.INTINEWS.co.id

www.intinews.co.id is The legal cyber news in Indonesia with professionality, actual and no hoaxes. With Motto: "Continuous struggle against oppressors with fact data!"
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: