Sakit Sesak Nafas

Sakit, ya berobat. ilustrasi foto, dokumentasi INTINEWS.co.id

INTINEWS.CO.ID, KESEHATAN – Bernapas merupakan hal penting bagi kelangsungan hidup manusia. Namun apa jadinya jika mengalami gangguan dalam bernapas atau sesak napas?. Jelas hal itu tidak mengenakkan menjalani kehidupan.

Sesak napas sendiri adalah kondisi ketika Anda kesulitan dalam bernapas atau tidak cukup mendapat asupan udara. Ada beberapa penyebab yang memungkinkan sesak napas.

Penyebab Sesak Napas

Seseorang mengalami sesak napas bisa karena faktor obesitas, berolahraga terlalu berat, berada di tempat dengan suhu ekstrem, atau berada di daerah dengan ketinggian tertentu. Namun jika sesak napas disebabkan oleh gangguan kesehatan, maka kondisi yang bisa menyebabkannya adalah:

  • Pilek
  • Alergi
  • Asma.
  • Anemia
  • Kehamilan.
  • Sinusitis
  • Tuberkulosis
  • Tekanan darah rendah.
  • Patah tulang rusuk.
  • Keracunan karbon monoksida
  • Pneumonia (paru-paru basah).
  • Kanker paru-paru.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Gangguan pada jantung seperti gagal jantung, serangan jantung, atau aritmia jantung.

Dari kondisi yang telah disebutkan di atas, penyebab umum yang kerap memicu kondisi sesak napas adalah Asma, penyakit yang berhubungan dengan paru-paru dan jantung. Sesak napas yang disebabkan oleh kondisi tersebut biasanya berlangsung dalam jangka panjang atau disebut juga dengan istilah kronik.

Sesak napas juga kerap dialami oleh penderita sakit maag. Pada kondisi tertentu, sesak napas perlu diwaspadai karena bisa merupakan salah satu gejala serangan jantung.

Demikian juga sesak napas pada anak, jangan dianggap remeh, karena bisa jadi keluhan tersebut merupakan pertanda penyakit serius.

Untuk mengetahui penyebab sesak napas yang dirasakan, harus memeriksakan diri ke Dokter agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga.

Pemeriksaan fisik dan berbagai tes juga akan dilakukan, contohnya;

  • tes darah,
  • foto Rontgen, dan
  • tes pernapasan spirometri.

Pemeriksaan Darah digunakan untuk menilai kesehatan secara umum.

Foto Rontgen, atau jika perlu CT-scan, untuk mengetahui gambaran kondisi paru-paru, jantung, dan tulang.

Tes pernapasan spirometri akan diketahui berapa banyak udara yang bisa Anda embuskan dan seberapa cepat Anda mengembuskannya.

Tes alergi juga mungkin bisa membantu Dokter mengetahui penyebab sesak napas.

Penyebab sesak napas paling umum adalah asma, tapi pemicu terbesar asma adalah alergi.

Mengetahui penyebab pasti mengapa Anda sesak napas sangat penting, karena hasilnya akan dijadikan patokan untuk menangani sesak napas secara efektif.

Cara Menanganinya

Penanganan sesak napas tidak selalu sama, tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, dibutuhkan diagnosis yang tepat mengenai penyebab sesak napas. Berikut penanganan sesak napas berdasarkan penyebabnya:

  • Jika Anda mengalami sesak napas karena asma atau alergi, maka yang perlu Anda lakukan adalah menghindari unsur-unsur pemicu, seperti debu, asap rokok, polusi udara, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari. Jaga selalu kebersihan rumah agar terbebas dari debu, kutu, atau tungau.
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti dekongestan dan antihistamin, juga bisa Anda lakukan untuk menangani sesak napas akibat alergi. Kedua obat ini bisa memperlancar proses menghirup udara. Jika alergi Anda sudah parah, kemungkinan akan diberikan obat kortikosteroid hirup. Obat hirup ini juga bisa diberikan pada penderita sinusitis.
  • Penderita asma juga bisa ditangani dengan obat-obatan yang dihirup atau diminum. Tujuannya membantu meringankan atau mencegah terganggunya jalan napas dan produksi lendir yang berlebihan. Jika Anda menggunakan obat hirup, selalu pastikan pasokannya memadai dan alatnya bekerja dengan baik, bila sewaktu-waktu dibutuhkan pada saat terjadi serangan asma.
  • Berhenti merokok bisa melancarkan pernapasan Anda. Di samping itu, dengan berhenti merokok, Anda bisa mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan kanker.
  • Menjalani diet bisa dilakukan jika Anda mengalami sesak napas karena obesitas. Dengan menurunkan berat badan ke tingkat yang sehat, pernapasan bisa lebih lega.
  • Untuk menghindari sesak napas pada saat berada di tempat yang tinggi, hindarilah melakukan aktivitas berat ketika berada di tempat dengan ketinggian lebih dari 1500 meter.

Bagi Anda yang mengalami sesak napas akibat penyakit serius, mungkin harus menjalani perawatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu dari dokter. Konsultasikan kepada dokter mengenai pengobatan apa yang tepat untuk kondisi Anda.

Jika Anda mengalami sesak napas diiringi demam tinggi, menggigil, batuk, bengkak di kaki, warna bibir menjadi biru, atau sesak napas yang kian memburuk, kunjungi dokter secepatnya.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian
@Sumber berita, https://www.alodokter.com/sering-sesak-nafas-ini-bisa-menjadi-

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: