“Keseragaman memahami Ideologi Pancasila, bukan berarti menyeragamkan masyarakat. Pancasila menghargai perbedaan di masyarakat, sepanjang Ideologi berbangsa dan bernegaranya satu. Ini juga sesuai dengan Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Arief P Moekiyat saat menjadi pembicara Dalam Rangka Pengendalian Pembinaan Ideologi Negara di Banten, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Presiden: Pancasila Jadi Benteng Hadapi Bahaya Ideologi Lain

Arief mengatakan, Bung Karno, sebagai salah satu pendiri bangsa menegaskan bahwa Bangsa Indonesia tidak dibangun atas dasar kesamaan suku bangsa, agama maupun golongan.

Baca juga:  ‘GAMELAN” Cerminan Diplomasi Budaya

Bangsa Indonesia dibangun atas dasar kesamaan semangat dan cita-cita berbagai golongan untuk merdeka dari penjajahan, dimana tercantum secara eksplisit dalam rumusan alinea kedua Pembukaan UUD 1945.

“Dengan demikian, beragam bukan berarti Seragam. Yang seragam adalah Ideologinya, yakni Pancasila. Sedangkan masyarakatnya beragam sesuai Semboyan Negara,” kata Arief.

@Sumber berita&foto, https://polkam.go.id/

(Redaksi).