INTINEWS.CO.ID, NASIONAL –Usaha Kecil dan Menengah (UKM). menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

UKM juga menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, sehingga UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi dan menampung tenaga kerja. Sampai saat ini Pemerintahan Indonesia, terus aktif memberikan perhatian kepada UKM. Salah satunya Pameran Karya Kreatif Indonesia 2019 digelar oleh Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu wujud apresiasi bagi UMKM-UMKM yang berhasil meningkatkan kualitasnya dan mampu menembus pasar digital serta ekspor ke mancanegara.

Berikut ini petikan dari sumber berita http://presidenri.go.id/berita-aktual/buka-pameran-karya-kreatif-indonesia-2019-dorong-ukm-masuk-digital.html :

Presiden Joko Widodo membuka pameran bertajuk Karya Kreatif Indonesia 2019 di Hall A, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 12 Juli 2019.

Pameran yang menyuguhkan tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital” ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) dan menjadi kegiatan rutin tiap tahunnya.

“Saya melihat produk-produk UKM-UKM yang didampingi, dikawal, dan dibina oleh Bank Indonesia ini ada lompatan dari sisi kualitas,” kata Presiden selepas peninjauan.

Selain itu, Kepala Negara juga mengaku senang dengan adanya inisiatif untuk memasukkan produk-produk tersebut ke dalam pasar digital. Dengan masuk ke pasar digital itu, bukan tak mungkin nantinya produk-produk UKM kita akan merambah hingga mancanegara.

“Saya kira cara-cara yang dilakukan oleh BI ini sangat bagus. Diseleksi, dikuratori, memang prosesnya seperti itu sehingga ketemu produk-produk yang premium dan kualitasnya tinggi dan ya dijual harga berapapun orang akan senang,” ucapnya.

Saat peninjauan sejumlah stan tersebut, Kepala Negara melihat adanya potensi besar dari UKM kita utamanya untuk produk-produk seperti kerajinan buatan tangan. Untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya, menurutnya Indonesia harus lebih memfokuskan diri pada kekuatan utama dari sisi kerajinan tersebut.

“Yang benar ya seperti ini, produk-produk handicraft yang penuh dengan keterampilan tangan, handmade, kekuatan kita ya di situ. Coba dilihat produk-produk yang ada di sini, semua kelihatan kelasnya. Masuknya di situ,” tuturnya.

Untuk diketahui, pameran Karya Kreatif Indonesia 2019 digelar oleh BI sebagai salah satu wujud apresiasi bagi UMKM-UMKM yang berhasil meningkatkan kualitasnya dan mampu menembus pasar digital serta ekspor ke mancanegara. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang memberikan laporannya mengatakan bahwa dari 898 UMKM binaan BI, sebanyak 91 di antaranya telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Alhamdulillah sudah 91 UMKM ekspor. Nilainya Rp1,4 triliun selama setahun terakhir. Tapi UMKM kita tidak hanya sudah ekspor, juga sudah go digital,” kata Perry.

Perry juga mengatakan bahwa UMKM yang tergabung dalam pameran ini merupakan UMKM yang telah terseleksi dan terkurasi oleh pihak BI sehingga menampilkan produk-produk kelas premium namun dengan harga yang bersahabat.

“Kami sudah pilih 370 UMKM dari 898 yang mereka ini best of the best. Produknya adalah produk unggulan dan produk pilihan. Kualitas produknya sangat bagus tapi harganya harga pengrajin,” ujarnya.

Dalam acara ini, Presiden Joko Widodo tampak didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan istri Wakil Presiden Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Hadir pula dalam acara tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

(Redaksi).