BICARA MEDSOS, UP DATE

Mahasiswa Dan Elemen Buruh Desak BBM Turun Pemerintah Keluarkan Payung Hukum Pemda Jangan Ragu Alokasikan APBD

INTINEWS.CO.ID, BICARA MEDSOS Mahasiswa dan Elemen Buruh desak BBM turun Pemerintah keluarkan payung hukum Pemda jangan ragu alokasikan APBD. Oleh karena itu, sepertinya akan mendapatkan titik terang perjuangan Mahasiswa dan beberapa Elemen Masyarakat diantaranya seperti organisasi buruh yang bergerak turun ke jalan dengan aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang melambungkan harga kebutuhan hidup melonjak.

Sudah beberapa hari ini para Mahasiswa/i Indonesia bersama Elemen masyarakat turun ke jalan yang mewakili jerit masyarakat miskin dan lemah tak berdaya atas kenaikkan BBM yang diumumkan Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, ditemani Menteri ESDM, Menteri Keuangan, Menteri Sosial dan Sekretaris Negara, pada hari Sabtu, 3 September 2022, siang bolong tepat pukul 13.30 WIB, dengan dalil pengalihan subsidi BBM tersebut bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Mahasiswa Dan Elemen Buruh Desak BBM Turun Pemerintah Keluarkan Payung Hukum Pemda Jangan Ragu Alokasikan APBD
Foto tangkapan layar di situs web https://twitter.com/jokowi/status/1569285744904273920, (13/9).

Dari akun Twitter Joko Widodo (@jokowi) yang di posting pada pukul

Seluruh pemerintah daerah hendaknya tidak ragu mengalokasikan APBD untuk menyelesaikan persoalan dari penyesuaian harga bahan bakar minyak. Pemerintah telah mengeluarkan payung hukum yang jelas tentang itu melalui Peraturan Menteri Keuangan dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.

Baca juga: Boby Jayanto Menyatakan Ganti Kepala BUMD Tanjungpinang Untuk Kepentingan Siapa?

Atas yang di posting pada media sosial (medsos) Twitter @jokowi tersebut menjadi muncul beberapa pertanyaan, diantaranya seperti:

  • Apakah sebagai petanda bahwa benar telah terjadinya lonjakan harga kebutuhan hidup atas kenaikan BBM yang membuat masyarakat miskin dan lemah tak berdaya (kaum bumi putra Indonesia) semakin menjerit?
  • Dengan dalil pengalihan subsidi BBM tersebut bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran, lalu kenapa meminta Pemda ‘sesegera’ mengalokasikan APBD sampai terbitkan payung hukumnya?
  • Apakah Pemerintah Pusat mencuci tangan atas kebijakan yang telah diambil tersebut?
  • Apakah Pemerintah Daerah akan melaksanakan sesuai yang minta tersebut?
  • Bagaimana jika ada Pemerintah Daerah yang tidak mau melaakukan itu?
  • Apakah harga BBM akan diturunkan kembali?

Tanah Indonesia adalah tanah yang makmur, aneh tapi nyata; “Bukankah tanah Indonesia termasuk terbesar kelapa sawitnya tapi harga minyak goreng melonjak tinggi. Bukankah Bumi Indonesia termasuk penghasil minyak bumi terbesar tapi harga BBM naik terus”.

Baca juga: Apatis Bagian Kesatu Rahma Tidak Mumpuni Sebagai Walikota Tanjungpinang

Tanah Negeri ini bukan ngeri, Negeri Nusantara ini katanya sih Negara makmur tapi kenapa susah memakmurkan rakyatnya? sesuai lirik lagu “kolam susu” Koestono Koeswoyo berikut ini:

Bukan lautan hanya kolam susuKail dan jalan cukup menghidupimuTiada badai tiada topan kau temuiIkan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susuKail dan jala cukup menghidupimuTiada badai tiada topan kau temuiIkan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surgaTongkat kayu dan batu jadi tanamanOrang bilang tanah kita tanah surgaTongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surgaTongkat kayu dan batu jadi tanamanOrang bilang tanah kita tanah surgaTongkat kayu dan batu jadi tanaman
(Redaksi)

ajax loader

Tinggalkan Balasan