Lantik Lulusan Taruna Militer dan Kepolisian, Presiden Jokowi: “Jangan Pernah Kecewakan Bangsa Indonesia”

Presiden Jokowi menyematkan Bintng Adhi Makayasa pada Pelantikan Perwira Remaja TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)Presiden Jokowi menyematkan Bintng Adhi Makayasa pada Pelantikan Perwira Remaja TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

INTINEWS.CO.ID, NASIONAL – Sejarah Akademi Militer (Akmil) bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun 1950, MA Yogyakarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan teknis, ditutup untuk sementara dan taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di KMA Breda, Nederland. Pada kurun waktu yang sama diberbagai tempat lain (Malang, Mojoagung, Jombang, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) didirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD/ABRI pada waktu itu.

Setelah melalui berbagai proses, maka pada tanggal 11 November 1957 pukul 11.00 Presiden RI, Ir.Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional (AMN) yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini merupakan kelanjutan dari MA Yogyakarta dan taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AMN angkatan ke-4. Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang. Mengingat pada saat itu masing-masing angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri Bagian Darat berubah namanya menjadi Akmil (Akademi Militer).

Pada tanggal 1 April 1999 secara resmi Polri terpisah dari tiga angkatan lainnya, dan ABRI berubah menjadi TNI. Sejak itu pula Akademi Kepolisian terpisah dari AKABRI. Kemudian AKABRI berubah namanya menjadi Akademi TNI yang terdiri dari AKMIL, AAL, AAU. Berdasarkan Perpang Nomor:Perpang/ 28/ V/ 2008 tanggal 12 Mei 2008 Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka dan Integratif Akademi TNI pola 12 bulan langsung di bawah Mako Akademi TNI. Kemudian AKMIL menyelenggarakan pendidikan khusus Taruna Angkatan Darat tingkat II, III dan IV.

Berdasarkan sumber berita https://setkab.go.id/lantik-perwira-remaja-2019-presiden-jokowi-jangan-pernah-kecewakan-bangsa-indonesia/, petikannya sebagai berikut:

Setelah melalui proses penyaringan yang sangat ketat dan perjuangan yang sangatlah berat, Presiden Joko Widodo menilai, para Perwira Remaja TNI dan Polri kini menjadi putra-putri terbaik Bangsa Indonesia. Untuk itu, Presiden mengaku bangga bisa melantik para Ksatria Muda itu.

Presiden  meminta mereka mengingat perasaan bangga orang tua masing-masing, dan jangan pernah mengecewakan mereka. “Jangan pernah kecewakan bangsa Indonesia, jangan pernah kecewakan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan amanat pada Pelantikan Perwira Remaja TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7) pagi.

Para Perwira Remaja TNI dan Polri, menurut Presiden, adalah penjaga masa depan bangsa ini. Ia menyebutkan, kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. “Masa depan yang penuh harapan tetapi juga sekaligus penuh dengan tantangan-tantangan besar,” ujarnya.

Presiden menegaskan, tantangan yang kita hadapi ke depan semakin berat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat bahkan maha cepat. Revolusi industri 4.0 diakuinya telah melahirkan banyak teknologi baru, teknologi yang merubah cara-cara hidup masyarakat dunia, dan media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi. Tetapi di saat yang sama juga menimbulkan jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan kita bersama.

Dunia sekarang ini, lanjut Presiden, penuh dengan distrubsi, penuh perubahan, penuh risiko-risiko. Dunia juga semakin kompleks juga penuh dengan kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan-hitungan kita.

Karena tantangan yang sudah sangat berubah, menurut Presiden Jokowi, maka cara kita menghadapi tantangan dan masalah juga harus berubah, cara-cara dan model-model lama tidak bisa kita lanjutkan.

 “Tidak ada pilihan lain bahwa kita harus cepat, kita harus fleksibel, kita harus cerdik, kita harus semakin menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden mengingatkan para Perwira Remaja TNI dan Polri juga harus mengikuti dan mengejar perkembangan zaman.

Di dunia kemiliteran, sebut Presiden, pasti terjadi perkembangan yang luar biasa dalam strategi, dalam taktik, dalam doktrin, dan dalam sistem persenjataan. Sementara di dunia kepolisian juga harus semakin canggih dalam memberantas kejahatan digital, dalam penegakan hukum, dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta perlindungan dan pelayanan kepada rakyat dan masyarakat.

“Semua harus dihadapai dengan respon yang cepat, harus dihadapi dengan respon yang cerdas, harus dihadapi dengan respon yang tepat, harus dihadapi dengan respon yang profesional serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Presiden.

Presiden meminta para Perwira Remaja TNI dan Polri harus menjadi bagian penting dari kualitas SDM Indonesia yang hebat untuk membangun Indoensia yang berdaulat dan bermartabat.

“Sekali lagi, ada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ada mental dan karakter yang tangguh, yang tanggap, cepat, dan cerdas, ada karakter kebangsaan yang kokoh menjaga NKRI dan menjaga Pancasila yang sejati,” pesan Presiden.

Para Perwira Remaja TNI dan Polri yang dilantik itu keseluruhannya berjumlah 781 orang, terdiri atas:

  • 259 orang dari Akademi Militer,
  • 103 orang dari Akademi Angkatan Laut (AAL),
  • 90 orang dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan
  • 306 orang dari Akademi Kepolisian.

Adhi Makayasa, adalah Penghargaan tahunan kepada Lulusan Terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian. Dan peraih Adhi Makayasa, yaitu;

  1. Dari Akmil bernama Fajar M Al Farouk berasal dari Korps Penerbang Angkatan Darat,
  2. Dari AAL bernama Ariz Pama Yudhaprawira dari Korps Pelaut,
  3. Dari AAU bernama M Ihza Nurrabanni dari Korps Teknik,
  4. Dan Akademi Kepolisian bernama Muhammad Idris.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain  Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, para Kepala Staf TNI, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: