Jaya Selalu TNI AU

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). ilustrasi foto, dokumentasi INTINEWS.co.d

INTINEWS.CO.ID, PENDIDIKAN&IPTEKTentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan Negara Republik Indonesia di Udara. Besok tanggal 29 Juli 2019 adalah hari bakti TNI AU. Apakah kita sudah mengetahui tentang sejarah TNI AU?. Berikut ini kutipan sejarah TNI AU.

Lambang TNI-AU
TNI AU, dengan moto Swa Bhuwana Paksa (bahasa Sanskerta: “Sayap Pelindung Tanah Airku), pada awalnya merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat yang dulunya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR Jawatan Penerbangan).
TNI Angkatan Udara dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Udara (MABESAU). KASAU saat ini dijabat oleh Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Kekuatan TNI-AU saat ini memiliki tiga komando operasi yaitu;

  • Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma, jakarta.
  • Komando Operasi Angkatan Udara II (Koops AU II) yang bermarkas di Makassar.
  • Komando Operasi Angkatan Udara III (Koops AU III) yang bermarkas di Biak.

TANGGAL SEJARAH TNI-AU

Tanggal 23 Agustus 1945,TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR), guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Tanggal 5 Oktober 1945, berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Tanggal 23 Januari 1946, TKR ditingkatkan lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) sesuai dengan Penetapan Pemerintah Nomor 6/SD Tahun 1946, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara.

Tanggal 9 April 1946, TRI Jawatan Penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tanggal 29 Juli 1947, 3 (Tiga) Kadet penerbang TNI AU, yaitu;

  1. Kadet Mulyono,
  2. Kadet Suharnoko Harbani, dan
  3. Kadet Sutarjo Sigit

Dengan menggunakan dua Pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU.

Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 DakotaB-25 MitchellP-51 MustangAT-6 HarvardPBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12.

Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 Orang Calon Penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti Pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). Saat itu TNI AU mendapat pesawat tempur dari Uni Soviet dan Eropa Timur, berupa;

Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora.

TNI AU mengalami Popularitas Nasional Tinggi di bawah dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani awal 1960-an.

TNI AU memperbarui armadanya pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 BroncoA-4 Sky HawkF-5 TigerF-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

Sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI pada Pasal 10, Angkatan Udara bertugas:

  • Melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan.
  • Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi Nasional sesuai dengan ketentuan Hukum Nasional dan Hukum Internasional yang telah diratifikasi.
  • Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara.
  • Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

Perpres Nomor 62 Tahun 2016 ini ditegaskan, bahwa perubahan dan/atau pembentukan unit organisasi baru yang dijabat oleh Perwira Tinggi ditetapkan oleh Presiden. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Juli 2016, juga memuat organisasi Markas Besar TNI Angkatan Laut. 

KEORGANISASIAN TN-AU

TNI-AU berada di bawah Markas Besar TNI. Kepala Staf TNI Angkatan Udara, adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Marsekal mengepalai Angkatan Udara di bawah Panglima TNI. Mabes TNI AU membawahi Komando Utama atau biasa disingkat Kotama. Kepala Staf TNI Angkatan Udara saat ini adalah Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Komando Utama (Kotama) di dalam TNI AU masing-masing dipimpin oleh seorang Pati bintang dua berpangkat Marsekal Muda yaitu:

  1. Mabes TNI AU
  2. Koopsau I, teritorial wilayah udara bagian barat NKRI. bertugas membina segala potensi dan kekuatan udara yang dimiliki di wilayah barat NKRI.
  3. Koopsau II, teritorial wilayah udara bagian tengah NKRI. bertugas membina segala potensi dan kekuatan udara yang dimiliki di wilayah tengah NKRI.
  4. Koopsau III, teritorial wilayah udara bagian timur NKRI. bertugas membina segala potensi dan kekuatan udara yang dimiliki di wilayah timur NKRI.
  5. Kohanudnas, Komando Pertahanan Udara Nasional. bertugas membina segala potensi dan kekuatan pertahanan udara NKRI.
  6. Kodiklatau, Komando Pendidikan dan Latihan TNI AU. bertugas membina dan melaksanakan pendidikan dan latihan TNI AU.
  7. Koharmatau, Komando Pemeliharaan Materiil TNI AU. bertugas melaksanakan pemeliharaan segala materiil TNI AU.
  8. Korpaskhasau. Korps Pasukan Khas TNI AU. Pasukan tempur darat TNI AU untuk melaksanakan segala operasi tempur baik darat, laut dan udara serta segala operasi tempur maupun kemanusiaan di seluruh wilayah NKRI.
  9. Seskoau, Sekolah Staf Komando TNI AU untuk para Pamen.
  10. AAU, Akademi Angkatan Udara.

Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Udara adalah Marsekal Besar dengan Bintang Lima. Pangkat ini ditandai dengan lima bintang emas di pundak. Pangkat ini sepadan dengan Jenderal Besar di TNI Angkatan Darat dan Laksamana Besar di TNI Angkatan Laut. Sampai saat ini belum ada seorang pun perwira TNI Angkatan Udara yang dianugerahi pangkat tersebut.

Pangkat Marsekal dengan Bintang Empat, Marsekal Madya dengan Bintang Tiga, Marsekal Muda dengan Bintang Dua, Marsekal Pertama dengan Bintang Satu.

Komando Operasional ;

Komando Tempur;

Pasukan Khas (Korpaskhas) dipimpin oleh Marsekal Muda TNI Eris Widodo Y.

Komando Pendidikan;

Pasukan Khusus;
  • Paskhas atau Korps Pasukan Khas adalah unit tempur bagian darat milik TNI Angkatan Udara, bisa disebut sebagai Infanteri Angkatan Udara (Air Force Infantry) Indonesia, dengan baret berwarna jingga (Oranye).
  • Satuan Bravo 90 (Satbravo-90) dipimpin oleh Kolonel Pas Dodi Irawan

TNI Angkatan Udara saat ini dperkuat oleh 2 Pasukan yang keduanya mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda, yaitu;

  1. Korps Pasukan Khas (Korpaskhas). Pasukan Baret Jingga yang dulu sangat terkenal dengan nama Pasukan Gerak Tjepat (PGT) merupakan pasukan berkualifikasi Para Komando adalah pasukan pemukul tempur darat TNI Angakatan Udara bersifat ofensif, yang terdiri dari:
    1. Satbravo 90 Paskhas/Anti Teror
    2. Satwalkol Paskhas/Mabes TNI AU
    3. Denmatra Paskhas
    4. Denhanud Paskhas (Hanud Titik dan Hanud Menengah/Jauh)
    5. Pasukan Para Komando (Yonko 461-469)
    6. Resimen Bantuan Tempur Paskhas
    7. Kompi Hanlan “BS” Paskhas (di Satkamhanlan tiap Lanuma)
    8. Pusdiklat Pasukan Khas
  2. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan TNI AU, bersifat Defensif. Pasukan Kamhanlan sebelumnya telah ada setiap Lanuma dan Lanud di seluruh Indonesia yang anggotanya terbentuk dengan mengambil beberapa orang dari tiap staf yang ada di pangkalan dengan di Kepalai seorang perwira sebagai Kasi Kamhanlan. Kedepan Kamhanlan akan dibentuk menjadi Satuan sendiri dipimpin oleh seorang Pama sebagai Komandan Satuan Kamhanlanau yang bertugas melaksanakan pengamanan, pertahanan pangkalan TNI AU juga sebagai pasukan taktis dari tiap lanud. Tugas pengamanan pangkalan sebelumnya diemban oleh Satuan Provost AU kala itu masih menggunakan Korps Pasukan (Psk) yang salah satunya bertugas sebagai Pamfik, maka setelah berubah menjadi POMAU selanjutnya dikembalikan melaksanakan tugas-tugas kepolisian militer yaitu Gaktiblin, Penyidikan, Walmor dan Protokoler.

Organisasi Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan TNI AU (Satkamhanlanau) terdiri dari gabungan kekuatan:

    1. Kompi Hanlan (Kekuatan inti Personel dari Paskhas dengan dilengkapi persenjataan berat 12,7 mm).
    2. Kompi Kamlan, yaitu Kompi Taktis Lanud (Personel Organik Lanud dengan dilengkapi perlengkapan PHH dan kendaraan water canon).
    3. Ton Paspam Pomau.
    4. Ton Brigan Pomau.

KOMANDO OPERASI TEMPUR TNI-AU

Pelaksanaan Operasi Tempur TNI Angkatan Udara merupakan gabungan dari;

  • Komando serangan udara,
  • Komando pertahanan udara, dan
  • Komando dukungan udara

Yang merupakan unsur-unsur tempur yang dimiliki TNI Angkatan Udara yaitu PESAWAT, RADAR, RUDAL, KORPASKHAS, PANGKALAN UDARA, dan kedepan KAPAL LAUT untuk penggelaran Radar yang terletak di pertengahan lautan yang tidak terdapat pulau dan juga untuk memobilisasi personel dan peralatan ke satuan-satuan radar terpencil yang tidak bisa didarati oleh pesawat.

Wing Udara menyiapkan Pesawat tempur taktis, strategis, sergap, intai, pembom, SAR, angkut, dan segala pesawat dukungan udara. Wing Radar menyiapkan satua-satuan radar yang tergelar diseluruh pelosok NKRI. Korpaskhas menyiapkan Pasukan pemukul (Satbravo 90, Den Matra, Divisi Parako PPRC, Menbanpur, Menhanlan) dan pertahanan udara Korpaskhas menyiapkan di Hanud Jarak Sedang/Jauh Rudal menengah/jauh dan Hanud Titik Meriam dan Rudal jarak dekat, serta Pangkalan Udara menyiapkan pangkalan udara untuk melaksanakan dukungan operasi penerbangan.

Kesemuanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan suatu operasi udara atau untuk lebih mudah menyingkatnya dengan istilah Komando Operasi Tempur Udara. Kotama Operasi pelaksananya adalah:

  1. Komando Serangan Udara/Koserud:
    1. Divisi Serangan Udara:
      1. Skadron Udara Tempur Strategis
      2. Skadron Udara Tempur Taktis
    2. Divisi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Paskhas:
      1. Brigade Komando 1/2/3 Paskhas (Yonko 461-469 Paskhas)
      2. Resimen Banpur Paskhas
      3. Satbravo 90 Paskhas
      4. Den Matra 1/2/3 Paskhas
  2. Komando Pertahanan Udara Nasional/Kohanudnas:
    1. Wing 100 Hanud Jarak Menengah/Jauh Paskhas
    2. Wing 200 Satuan Radar
    3. Wing 300 Skadron Udara Tempur Sergap
    4. Wing 400 Hanud Jarak Dekat Paskhas
  3. Komando Dukungan Udara/Kodukud:
    1. Unsur pesawat (Angkut, Intai, Heli)
    2. Unsur Lanuma/Lanud.

Selamat hari bakti TNI AU, Jaya selalu TNI AU !!!. (Redaksi).

@Sumber berita https://id.m.wikipedia.org/

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: