Di Vonis Kanker, ini Pencegahannya

Kanker
ilustrasi foto, hellosehat.com

INTINEWS.CO.ID, KESEHATANSiapapun Manusia ketika di vonis terkena Kanker, sudah pasti sangat miris yang dirasakannya.

Apa itu Penyakit Kanker ?, Kanker terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, yang menyebabkan jaringan tubuh normal rusak.

Pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari triliunan sel yang tersebar di setiap organ dan bagian. Sel-sel ini nantinya akan terus tumbuh dan berkembang menjadi sel baru. Sementara sel-sel yang sudah tua, tidak sehat, dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.

Sel Kanker akan terus mengganda, dapat tumbuh secara agresif dan menyebar ke bagian tubuh lainnya guna membentuk sebuah jaringan baru. Sel kanker tidak bisa mati dan rusak dengan sendirinya.

Berikut ini petikan penjelasan kanker sumber dari https://hellosehat.com :

“Penyakit kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis penyakit kanker yang ditemui pada manusia. Dilaporkan bahwa terdapat lebih dari 200 jenis penyakit kanker yang berbeda.”

Penyakit ini bisa menyerang dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat.

Berikut adalah beberapa gejala kanker yang tidak boleh diabaikan:

1. Muncul benjolan yang tidak lazim

Gejala kanker yang paling khas adalah munculnya benjolan tumor yang tidak lazim. Jika Anda menemukan benjolan yang tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat dan berbentuk tidak wajar, bisa jadi ini merupakan gejala kanker payudara.

2. Perubahan pada kulit

Lakukan pemeriksaan kulit secara rutin sendiri untuk mengetahui ada tidaknya pertumbuhan yang tampak aneh pada kulit. Jika Anda mencurigai adanya perubahan ukuran, bentuk, atau warna tahi lalat yang tak wajar, waspadai gejala kanker kulit. Untuk memastikan segala perubahan yang terjadi pada kulit segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh.

3. Masalah pada Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah struktur jaringan kecil berbentuk menyerupai kacang merah yang memegang peranan besar dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi, ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda.

Oleh karena itu, pembengkakan kelenjar getah bening perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda kanker, seperti leukimia dan limfoma. Kelenjar ini banyak terdapat pada leher, paha bagian dalam, ketiak, di sekitar usus, dan di antara paru-paru.

4. Berat badan turun tanpa sebab

Apabila penurunan berat badan Anda terjadi tanpa sebab yang jelas, perlu waspada. Penurunan berat badan bisa saja menjadi gejala kanker usus besar, pankreas, atau pencernaan lainnya. Bisa menjadi tanda penyakit ini yang dapat menyebar ke hati sehingga akan mempengaruhi nafsu makan dan kemampuan tubuh Anda untuk melepaskan limbah makanan dalam tubuh.

5. Batuk atau sesak yang berkepanjangan

Kebanyakan batuk mungkin tidak perlu diwaspadai. Akan tetapi jika batuk yang Anda alami tak sembuh-sembuh, terjadi dalam waktu yang lama dan disertai dengan sesak napas ataupun darah, Anda harus waspada. Pasalnya, ini bisa berbahaya karena menunjukkan bahwa paru-paru Anda bermasalah. Dalam skenario terburuk, yang Anda alami bisa jadi kanker paru.

Maka dari itu, bila Anda terkena batuk yang berkepanjangan, pergilah ke pusat kesehatan untuk melakukan X-ray atau CT Scan dada.

6. Rasa sakit tanpa sebab

Jika rasa sakit Anda akibat dari cedera fisik, ini mungkin bukan masalah serius. Namun, apabila Anda mengalami rasa sakit yang tetap dan tanpa sebab ini patut diwaspadai.

Tergantung pada lokasi rasa sakitnya, sakit kepala yang tak kunjung sembuh meski sudah menjalani pengobatan bisa menjadi gejala kanker otak.

7. Perdarahan tidak normal

Perdarahan tidak normal bisa mengindikasikan kemungkinan bahwa Anda memiliki penyakit ini. Misalnya, perdarahan vagina di luar menstruasi ataupun setelah berhubungan seksual bisa menjadi tanda kanker endometrium dan serviks.

Semakin dini penyakit ini terdeteksi, peluang untuk sembuhnya juga akan semakin besar. Jika mengalami tanda atau gejala kanker yang disebutkan di atas, atau konsultasi gejala penyakit ini pada Dokter.

Penyebab kanker paling umum adalah perubahan (mutasi) pada gen dalam sel. Di dalam gen, terkandung ribuan DNA yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup.

Maka inti sel yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.

Sayangnya, proses ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen.

Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.

Biasanya, mutasi gen baru akan berpotensi menimbulkan kanker jika terjadi lebih dari lima kali dan melibatkan gen yang berbeda. Proses ini bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh Anda diperiksa.

Namun, pada kasus anak-anak, kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Jadi, mereka memang memiliki gen bawaan yang rusak dalam sel tubuh sehingga proses terbentuknya penyakit kanker tidak membutuhkan waktu yang lama.

Secara umum, ada dua faktor penyebab kanker yang paling sering terjadi, yaitu:

  • Faktor internal. Anda mungkin terlahir dengan mutasi genetik yang diwariskan dari orangtua Anda. Jenis mutasi ini bertanggung jawab atas persentase kecil dari penyakit ini.
  • Faktor eksternal. Kebanyakan mutasi gen terjadi setelah kelahiran dan tidak diwariskan. Sejumlah faktor dapat menyebabkan mutasi gen seperti merokok, radiasi, virus, bahan kimia penyebab kanker (karsinogen), obesitas, hormon, peradangan kronis dan kurangnya berolahraga.

Para ilmuwan tidak mengetahui seberapa banyak mutasi yang harus terakumulasi sehingga bisa jadi penyebab Kanker.

Para ilmuwan percaya bahwa penyebab kanker akan bervariasi pada setiap orang tergantung jenis kanker yang dialaminya.

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, seperti:

  • Usia. Penyakit ini bisa memerlukan waktu puluhan tahun untuk tumbuh. Oleh karena itu, kebanyakan orang yang didiagnosis penyakit ini berusia 65 tahun atau lebih. Meski begitu, penyakit ini bukanlah penyakit eksklusif untuk orang dewasa. Pasalnya, penyakit ini juga dapat didiagnosis pada usia berapa pun.
  • Kebiasaan buruk. Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan seks yang tidak aman bisa jadi faktor penyebab kanker.
  • Riwayat keluarga. Dalam banyak kasus, penyakit ini sifatnya menurun. Maka, Anda harus menjalani tes genetik untuk pencegahan lebih lanjut. Meski begitu, dengan memiliki mutasi genetik yang diturunkan bukan berarti Anda akan terkena penyakit ini.
  • Kondisi kesehatan. Beberapa kondisi kesehatan kronis seperti ulcerative colitis dapat dengan nyata meningkatkan risiko tumbuhnya penyakit ini jenis tertentu.
  • Lingkungan hidup. Bahan kimia berbahaya seperti asbes dan benzena di rumah atau tempat kerja bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini. Meskipun Anda tidak merokok, Anda bisa menghirup asap rokok jika berada di sekitar orang yang merokok atau tinggal dengan seseorang yang merokok.

Beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan melakukan colok dubur jika mencurigai Anda mengalami penyakit ini di usus atau prostat. Metode pemeriksaan fisik lainnya juga mungkin dilakukan untuk memperjelas diagnosis penyakit pasien.
  • Tes laboratorium. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk untuk menggambarkan kesehatan pasien secara keseluruhan dan mendeteksi ada tidaknya kelainan.
  • Tes pencitraan. Beragam tes pencitraan seperti PET scan, MRI, rontgen, ultrasound, dan CT scan dapat digunakan untuk mencari tahu apakah penyakit ini telah menyebar.
  • Biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat sebagian kecil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop. Sampel yang diambil dalam biopsi kemudian dianalisis oleh ahli patologi. Ia akan mengevaluasi sel, jaringan, dan organ dalam tes laboratorium untuk menentukan diagnosis penyakit.

Secara umum, berikut ini beberapa obat kanker yang paling umum:

  1. Kemoterapi, adalah perawatan menggunakan zat kimia dengan intensitas kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan sebagai obat kanker, karena sel penyakit ini berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh. Obat-obatan kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan sebagai obat kanker. Kemoterapi adalah cara yang efektif untuk mengobati banyak jenis penyakit ini namun memiliki risiko efek samping yang juga harus diwaspadai.
  2. Radioterapi, adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi paling sering digunakan sebagai obat kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.
  3. Terapi target, adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:
  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase).

Perubahan gaya hidup berikut dapat membantu Mencegah dan Mengatasi penyakit kanker:

  • Jangan merokok. Merokok telah dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit ini—termasuk paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, rahim dan ginjal.
  • Makanlah dengan pola makan yang sehat.
  • Makanlah banyak buah-buahan dan sayuran.
  • Batasilah daging olahan.
  • Pertahankanlah berat badan yang sehat dan aktif secara fisik. Mempertahankan berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko berbagai jenis penyakit ini, termasuk payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan ginjal.
  • Lindungilah diri dari sinar matahari.
  • Dapatkan perawatan medis yang teratur.

Yang terpenting sejak dini kita selalu hidup sehat, rutin berolah raga, jaga kebersihan diri dan lingkungan, jaga pola makan.

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: