Kota BATAM, UP DATE

BP Batam Jangan Berkelit Perihal Pengangguran Di Batam

INTINEWS.CO.ID, BATAM Terkait pertanyaan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Ariastuty Sirait, beberapa hari lalu di media yang menayangkan kepada yang di duga oknum Wakil Rakyat ketika menyambangi kantornya tempo hari di nilai kurang bijak menyikapi persoalan tenaga kerja di Batam. Hendaknya, BP Batam jangan berkelit perihal pengangguran di Batam.

“Seharusnya seorang wakil rakyat menawarkan dan mencari solusi untuk kepentingan masyarakat, bukan create pernyataan kontroversi di media,” ucapnya.

BP Batam Jangan Berkelit Perihal Pengangguran Di Batam
BP Batam Jangan Berkelit Perihal Pengangguran Di Batam. Ilustrasi dokumentasi INTINEWS.CO.ID

Membuat Aktivis gerakan geram, hendaknya BP Batam intropeksi diri bukan mencari pembenaran dan alasan, seolah-olah untuk menutupi kebobrokannya dengan pencitraan.

“Terbukti tingginya pengangguran di Kota Batam, akibat banyaknya perusahaan yang hengkang keluar Batam,” tandas Wawandika, Ketua Dewan Mahasiswa Posko Perjuangan Rakyat (Dema Pospera) Provinsi Kepulauan Riau, Selasa, (15/11).

Kenapa Kepala BP Batam dijadikan sorotan, karena dalam hal ini Kepala BP Batam dan Walikota Batam, artinya persoalan di Kota Batam menjadi tanggungjawab Rudi yang seyogianya merupakan Pemimpin BP Batam dan Walikota Batam. Entahlah apa saja kemampuan Rudi untuk kemaslahatan masyarakat sampai saat ini masih banyak dipertanyakan khalayak ramai.

Baca juga: Ekspose Kerja Kerja Ansar Ahmad (Bagian Satu)

Apakah mungkin Nelayan Pesisir dipersalahkan?. Jadi, jika ada komentar terkait kinerja buruk BP Batam seharusnya dijadikan masukan (input), harusnya introspeksi, atau kalau tidak siap dengan kritikan rakyat ya mundur, bukan berdalih ini dan itu, jika komentar dan sikap Wakil Rakyat saja disayangkan apalagi komentar Rakyat yang diwakili.

Persoalan pengangguran bisa dilihat dari Banyak ditemui di sejumlah Kawasan Industri di Batam, hampir setiap hari para pancari kerja (Pencaker) berbondong-bondong antri membawa lamaran kerja tapi tetap saja nihil. Ada ketidakseimbangan antara perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja, sehingga tidak tertampung bekerja di perusahaan.

“Alasan klise yang terus dijadikan alasan BP Batam, selalu saja cari investor dan terus mencari investor. Nanti ketika investor datang, tanah sudah habis dibagi-bagi kesana-sini, gak jelas,” tegas Wawan yang dipercaya mengemban amanah organisasi masyarakat yang Penasehatnya adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Baca juga: Ekspose Kerja Kerja Ansar Ahmad (Bagian DUA)

BP Batam Jangan Berkelit Perihal Pengangguran Di Batam
Adian Napitupulu beberapa waktu lalu menghadiri Pelantikan Riski Faisal sebagai Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri. Foto dokumen INTINEWS.co.id

Sebelumnya Wakil Ketua I DPRD Kepri, Bapak Rizki Faisal menilai BP Batam yang selama ini merilis angka-angka investasi yang masuk ke Batam namun hal tersebut tidak berdampak langsung ke masyarakat. Ini dapat dibuktikan dengan fakta yang ada di lapangan masih terdapat ribuan masyarakat yang masih mencari pekerjaan.

Pria yang biasa disapa RF ini juga mempertanyakan langkah-langkah BP Batam dalam mengendalikan dan mengurangi tingginya angka pengangguran tersebut. Dilansir dari data BPS pada Agustus 2021, Batam merupakan Kota dengan angka pengangguran tinggi di Kepri mencapai 11,64 persen.

“Bagi saya apa yang dilakukan Rudi sebagai Ketua BP Batam itu gagal. Karena selama ini BP Batam hanya terus mengejar infrastruktur dan tidak ada dampak pada perekonomian masyarakat,” sebut Rizki Faisal. Dia juga berharap BP Batam tidak hanya fokus pada infrastruktur dan retorika semata.

Seperti diketahui job fair yang diadakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam pada Senin (07/11) lalu berujung ricuh. Para petugas keamanan dan panitia tampak tidak bisa mengendalikan massa yang semakin banyak hadir di lokasi Job Fair yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut. Panitia akhirnya menghentikan pembukaan bursa kerja pada hari pertama tersebut.

Banyak dari para pencaker yang sangat kecewa dengan kejadian tersebut.

“Harusnya panitia lebih siap dan bisa memperkirakan kalau ini akan membludak. Kalau panitia tak siap, ya, jadinya kayak gini, Dimanakah keseriusannya soal adanya lowongan ini?” kata salah seorang pencaker.

(Redaksi)

ajax loader

Tinggalkan Balasan