Batu Satam, Suvenir Unik dari Pulau Belitung

INTINEWS.CO.ID, DAERAH – Bangka Belitung (BABEL), Provinsi yang satu-satunya tempat adanya Batu Satam. Menindak lanjuti yang pernah di pos kan di Media INTINEWS.co.id ini, tertanggal 13 September 2019 tentang Batu Satam, batu yang karena keunikannya dan satu-satunya batu yang hanya ada di Babel sehingga batu ini menjadi batu yang banyak diincar oleh para kolektor di dunia.

Di Kota di tempat keberadaannya, batu ini sudah menjadi ikon, bahkan di dalam berbagai hal batu ini di buat dengan bentuk beraneka perhiasan, seperti;

  • sebagai mata cincin,
  • mata giwang, atau
  • liontin.

Batu ini mempunyai corak warna hitam dan memiliki urat-urat yang khas. Batu Satam merupakan hasil proses alam, yakni meteor yang bertabrakan dengan lapisan bumi berjuta-juta tahun silam. Hasil proses alami ini berbentuk serpihan batu meteor yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia, tepatnya di Pulau Belitung.

Contoh Batu Satam.

Daya tarik wisata ke Belitung bukan hanya keindahan alamnya saja, tapi karena kehadiran batu satam yang langka dan bernilai jual tinggi.

Sejarah batu ini serta kepercayaan magis yang ada di dalamnya pun tergolong unik.  Batu ini banyak diburu oleh kolektor batu di seluruh dunia, karena  keberadaannya yang langka dan tampilannya yang unik.

Batu satam mempunyai corak warna hitam dan memiliki urat-urat yang khas. Batu satam merupakan hasil  proses alam, yakni meteor yang bertabrakan dengan lapisan bumi berjuta-juta tahun silam. Hasil proses alami ini berbentuk serpihan batu meteor yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, di antaranya Australia, Arab dan juga di Indonesia, tepatnya di Pulau Belitung.  Meteor yang jatuh di pulau Belitung membentuk batu hitam karena bereaksi dengan timah. Batu ini’lah yang kemudian dikenal dengan sebutan Batu Satam.

Masyarakat Belitung, biasanya menemukan batu ini pada saat menambang timah, kira-kira di kedalaman 50 meter.  Biasanya batu ini pun ditemukan secara tidak sengaja oleh para. penambang.  Jadi, bisa dibilang bahwa batu ini merupakan benda berharga dan harta karun tersembunyi.

Di luar itu semua, masyarakat pulau Belitung mengolah Batu  Satam ini menjadi sesuatu yang bernilai jual, seperti suvenir khas pulau Belitung, yang bernilai jual tinggi. Cindera mata khas Belitung ini dapat dijumpai dalam beragam bentuk. Dibuat aneka perhiasan, seperti sebagai mata cincin, mata giwang, atau liontin.

Selain sebagai Cindera mata, beberapa orang mempercayai bahwa satam memiliki kekuatan tersendiri. Mitosnya, batu ini bisa menjadi penangkal racun hingga penolak jin dan setan. Sehingga diyakini oleh sebagian orang, batu ini memiliki energi positif, yang dapat dijelaskan secara sains fisika. Yang pasti, satam dengan segala keunikannya memiliki harga jual yang cukup tinggi, dari harga ratusan hingga jutaan rupiah. Bentuk dan ukurannyalah yang mempengaruhi harga batu.

Batuan berwarna hitam pekat ini akhirnya menjadi ikon pulau Belitung. Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah setempat akan eksistensi batu ini, pemerintah Belitung pun akhirnya membuat tugu sebagai ikon Tanjung Pandan, ibukota Kabupaten Belitung. Tentunya sayang sekali jika kamu tidak bertandang ke kota ini dan menikmati segala keunikan yang ada di dalamnya.

@Sumber berita&foto, https://pesona.travel/keajaiban/4031/

(Redaksi).

Redaksi

www.intinews.co.id adalah berita siber legal di Indonesia, menyuguhkan berita dengan profesionalitas, aktual dan anti hoaks. (www.intinews.co.id is legal news in Indonesia that presents news with professionality, actual and no hoaxes) With Motto: "The Struggle Continuously, oppressive opponents with fact data !".

Related Posts

Terima kasih atas perhatiannya. Hormat kami, Pimred www.intinews.co.id

%d blogger menyukai ini: