PENGETAHUAN, UP DATE

5 Pemuda Sederhana Jadi Terkenal Karena Bermental Baja Dan Kepiawaiannya

1 Views

INTINEWS.CO.ID, PENGETAHUAN Ini lah 5 Pemuda sederhana jadi terkenal karena bermental baja dan kepiawaiannya. Bukan dari pengaruh jabatan orang tua atau pun kekayaan harta orang tua, 5 pemuda ini mampu menjadi perbincangan khalayak ramai, disegani, dan kisahnya itu melegenda sampai kapanpun.

Bukan ayam sayur atau jagoan kampung, justru di luar kampung halamannya 5 Pemuda sederhana jadi terkenal karena bermental baja dan kepiawaiannya terebut.

5 Pemuda Sederhana Jadi Terkenal Karena Bermental Baja Dan Kepiawaiannya
Ilustrasi, Ogi “Jhengghot”, (25/2).

Siapa saja Mereka? Ini lah riwayat singkat Mereka sebagai berikut:

  1. Sahara Oloan Panggabean.
    Panggilan terkenalnya “Olo Panggabean” (24 Mei 1941 – 30 April 2009), Olo adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara dari pasangan Friedolin Panggabean dan Esther Hutabarat. sampai akhir hayatnya Olo tidak pernah Olo tidak pernah diketahui menikah.

    Olo Panggabean diperhitungkan setelah keluar dari organisasi Pemuda Pancasila (PP), saat itu di bawah naungan Effendi Nasution alias Pendi Keling, salah seorang tokoh Eksponen ‘66’. Tanggal 28 Agustus 1969, Olo Panggabean bersama sahabat dekatnya, Syamsul Samah mendirikan organisasi Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang bermarkas di Medan, Sumatera Utara.

    Olo menggeluti berbagai macam usaha, wilayah kekuasannya yang cukup dikenal ada di kawasan bisnis di Petisah. Organisasi IPK yang didirikannya terus berkembang sampai kepelosok Sumatera Utara (Sumut) bahkan ke Provinsi lainnya.

    Sebagian orang ada yang menyebut Olo Panggabean merupakan “Raja Perjudian” yang berpengaruh, namun Olo juga terkenal sebagai orang yang dermawan, sering membantu kegiatan sosial, dan masyarakat susah/ketimpa bencana. Ada sekian banyak kisah karena berkat bantuan Olo, namun, ada sebuah kisah yang digoreskan Olo, dan tidak akan pernah hilang negeri ini, yaitu; “Kisah sedih bayi kembar siam Angi-Anjeli” anak dari pasangan Subari dan Neng Harmaini yang kesulitan membiayai dana operasi pemisahan di Singapura, tahun 2004 yang lalu.  Ibu sang bayi, Neng Harmaini, melahirkan bayi kembar siam Angi-Anjeli melalui operasi caesar di RS Vita Insani, Pematang Siantar, pada hari Rabu, 11 Februari 2004, pukul 08.00 WIB. Bayi kembar siam ini lahir dengan organ jantung, hati dan paru-paru yang saling berdiri sendiri. Dalam kesusahan keuangan, dan repons bantuan Pemerintah daerah gak kunjung datang, Olo Panggabean yang langsung turun tangan menanggung seluruh biaya yang diperlukan.

  2. Jhony Indo.
    Jhony Indo lahir di Garut, 6 november 1948, dan meninggal, pada hari Minggu, (26/1/2020). Jhony Indo terlahir dengan nama Johane Hurbetus Eijkenboom, ayahnya bernama Mathias Eijkenboom, mantan serdadu belanda, dan ibunya bernama Sophia, pribumi. Jhony Indo, legendaris mantan narapidana kelas kakap dalam kasus perampokan. Sepak terjangnya dalam dunia hitam cukup kesohor. Sosok cerdas, yang membuat Ia selalu lepas dari pencarian aparat hukum pada waktu itu, karena kecerobohan salah seorang anak buahnya, Johny Indo beserta seluruh anggota dapat tertangkap dan dijebloskan di penjara.Jhony Indo menikahi Stella pada usia muda (16 tahun), dan Ia bekerja di bengkel ayahnya, lalu menjadi supir truk. Setalah ayahnya meninggal, Jhony Indo harus menanggung semua beban hidup keluarganya dan adik-beradiknya. Berbagai pekerjaan pun digelutinya, jadi foto model sampai jadi artis.Di era tahun 1978 – 1979, di Kota Jakarta gempar dengan seringnya aksi perampokan toko emas. Jhony Indo dengan kompolotannya melakukan aksi dengan terperinci, strategi, taktik, persenjataan, bahkan memiliki kode etik tersendiri yang dibuat oleh Jhony Indo. Jhony Indo terkenal tidak ada rasa takut, nyalinya itu cukup terkenal dikalangan dunia hitam. Bersama anak buahnya, Johny Indo tega membunuh korban. Aksi perampokan dia lakukan saat siang hari bersama komplotannya itu dikenal sebagai Pasukan China Kota atau Pachinko.

    Akhirnya aparat hukum berhasil menangkap satu persatu anak buahnya, dan Jhony Indo ditangkap terakhir pada tanggal 26 April 1979, di tempat persembunyiannya di sebuah gua di Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Johny divonis 14 tahun penjara di LP Nusakambangan, Pulau Nusakambangan.

    Jhony Indo masuk di Alcatraz-nya Indonesia, yaitu Pulau Nusakambangan yang berlokasi di sebelah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, merupakan sebuah tempat penampungan tahanan atau narapidana kelas kakap di negri ini. Penjara yang dilengkapi dengan sistem keamanan yang sangat ketat. Namun, bagi Jhony Indo berhasil melarikan diri dari seketat apapun sistem yang digunakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP/lapas) Nusakambangan tersebut.

    Sekitar 3 (tiga) tahun dipenjara disitu, Jhony Indo dan 34 napi lannya berhasil menjebol lapas Nusakambangan, pada 1982. Namun Johny berhasil ditangkap kembali setelah bertahan selama 12 hari. Johny dibebaskan secara murni dari penjara, menyelesaikan hukumannya pada 27 Februari 1988, Ia menunaikan janji kepada anak-anaknya yaitu untuk bertobat, Ia pun lebih aktif mengerjakan hal yang religius. Menurut pengakuan Jhony Indo di sebuah chanel YouTube, mengaku yang membuat Ia jadi perampok toko emas karena Jhony Indo miris melihat banyaknya orang miskin.

  3. Kusni Kasdut.
    Bernama asli Waluyo, (Desember 1929 – 16 Februari 1980), asal Blitar, jawa Timur. terlahir dari keluarga miskin, ayahnya petani miskin bernama Wonomejo, dan Ibunya Mbok Cilik. Ayahnya meninggal ketika Ia berumur 5 tahun, lalu bersama Ibunya hidup menderita, tinggal di daerah miskin Gang Jangkrik, Wetan Pasar, Malang.Kusni Kasdut adalah bekas Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), dan akhirnya menjadi penjahat. Nama Kusni Kasdut tersemat menjadi Pejuang Kemerdekaan RI karena ketika masa penjajahan Jepang di Indonesia, Ia mendaftarkan diri jadi heiho (tentara pembantu). Kusni ditempatkan di Batalion Matsamura, Kota Malang. Ia sempat belajar sampai kelas dua Sekolah Teknik (ST). Lalu, pada 19 Agustus 1945, Kusni bergabung dengan laskar yang tergabung di dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di daerah Rampal, Malang. Ia bergabung dengan Tentara Pelajar pimpinan Mas Isman. Ia bergerilya hingga Surabaya menghadapi serangan pasukan Sekutu dan Inggris. Saat berada di Yogyakarta pada 19 Desember 1948, Kusni menemukan meriam tentara Belanda. Ia dan warga mendorong meriam itu sejauh 20 kilometer untuk diserahkan kepada segerombolan prajurit untuk modal melawan Belanda.Kusni Kasdut merasa kecewa berat ketika dirinya dan laskar Brigade Teratai tidak masuk daftar sebagai pasukan TNI. Kesatuan yang Ia ikuti di Brigade Teratai maupun Barisan Bambu Runcing tidak terdaftar sebagai milisi pro republik. Selama satu tahun di Rampal, Kusni mengurus surat pernyataan bekas pejuang. Di kantor Biro Rekonstruksi Nasional di Jakarta (Biro tempat mengurus penempatan bekas Pejuang), Kusni kembali kecewa karena tidak diberi pekerjaan. Penuh kekecewaan selama 4 (empat) tahun berjuang demi Tanah Air tidak dianggap, diberikan penempatan kerja di salah satu instansi pemerintahan pun tidak, kembali lah Kusni Kasdut  jadi orang susah.

    Kusni Kasdut menjadi Penjahat dan perampok kelas kakap yang tersohor di masa revolusi Indonesia. Memiliki julukan penjahat berdarah dingin, sebagian aksi perampokannya minimal makan satu korban tewas. Kasus terbesar yang pernah menyeret namanya yaitu perampokan 11 permata di Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah) pada 31 Mei 1961, dengan melakukan penyamarannya sebagai polisi.

    Setelah merasakan kekecewaan yang besar tidak dianggap sebagai pejuang, Kusni kembali ke Surabaya. Ia bertemu dengan beberapa rekan bekas pejuang, salah satunya Subagyo. Kejahatan pertamanya disana, Subagyo ajak Kusni untuk memeras dengan modus penculikan saudagar kaya. Mereka berhasil mendapat uang Rp 600.000,00 (Jumlah yang sangat besar pada zaman itu). Dan, uang hasil memeras tersebut dibagikan Kusni secara merata kepada sesama pejuang. Oleh khalayak ramai khususnya masyarakat miskin/susah Kusni dijuluki ‘Robin Hood’, karena setiap hasil rampokannya dibagi-bagikan kepada masyarakat miskin/susah.

    Aksi brutal lainnya, Kusni bersama komplotan Bir Ali (Muhammad Ali) asal Cikini Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, merampok warga keturunan Arab bernama Ali Badjened pada 1960. Ali Badjened dirampok sore hari ketika keluar dari rumahnya di kawasan Awab Alhajiri atau Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih. Badjened tewas bersimbah darah diberondong peluru yang ditembak dari dalam mobil jip yang dikendarai oleh Kusni. Peristiwa ini sangat menggemparkan sejagat nusantara.

    Aksi nekat komplotan Kusni Kasdut lainnya adalah merampok perhiasan koleksi Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Ia dan kawanannya berhasil menggondol perhiasan emas dan 11 berlian senilai Rp 2,5 miliar, pada 30 Mei 1963. Kusni bersama Herman, Budi, dan Sumali merampok dengan mengenakan seragam polisi, dan menenteng senjata laras panjang jenis Vicker buatan Jerman dan Jepang. Dengan mudanya Mereka ke dalam museum karena penjaga menyangka mereka adalah polisi yang tengah melakukan inspeksi. Kusni naik ke lantai atas tempat koleksi benda-benda pusaka disimpan. Bergerak cepat dengan sebuah obeng besar, ia membobol lemari pajangan perhiasan kuno. Setidaknya, ada 11 perhiasan berlian yang diambilnya. Kusni langsung kabur. Dua penjaga curiga dan berteriak, tetapi keduanya langsung ambruk, ditusuk pisau belati milik Herman dan Sumali.

    Polisi sudah mengendus jejak Kusni karena Herman, Budi, dan Sumali sudah tertangkap lebih dulu. Kusni pun tertangkap saat ingin menjual hasil rampokannnya itu. Ia akhirnya divonis hukuman mati oleh pihak pengadilan, pada 1964. Selama menunggu eksekusi, Kusni dipenjara Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang.

    Kusni tercatat beberapa kali pindah penjara, termasuk Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Ia juga tercatat sudah delapan kali kabur dari penjara. Ia melarikan diri terakhir kali pada 10 September 1979 sekitar pukul 03.00 WIB, padahal pada saat itu Kusni sudah mengajukan permohonan grasi kepada Presiden. Kepala Polri saat itu Letjen Awaluddin Djamin memerintahkan seluruh polisi di Jawa mencari Kusni Kasdut. Satu bulan kemudian, 17 Oktober 1979, Kusni ditangkap di tempat persembunyiannya di Surabaya.

    Ia kemudian dijebloskan ke Lapas Kalisosok, Surabaya. Saat berada di sel penjara, Kusni menerima kabar usaha grasinya ditolak melalui Keputusan Presiden Nomor 32/G Tahun 1979. Menjelang eksekusi mati, Kusni pasrah dan bertobat, Kusni pun meminta dibaptis menjadi seorang Katolik, dengan nama “Ignatius Waluyo” oleh Romo Theodorus Tandya Sukmana CM.

    Kusni melukis Gereja Katedral Jakarta dengan gedebog pisang, dan lukisannya itu dipajang di sudut lantai dua Museum Katedral Jakarta. Kusni Kasdut sosok yang murni telah berjuang untuk membela Negeri ini pun hidupnya berkahir di depan regu tembak, pada 16 Februari 1980.

  4. Jhony Sembiring.
    Pria intelektual ini pernah mendekam satu sel bersama Kusni Kasdut, Johny Sembiring memiliki kisah hidup yang sangat melegenda, berotak cerdas, bernyali besar, dan suka berfilsafat. Johny Sembiring menguasai banyak bahasa, diantaranya seperti Sunda, Jawa, Tapanuli, Belanda, Inggris, Jerman, Mandarin, dan lain-lainnya. Jhony Sembiring akhir hidupnya sungguh menyentuh hati dan cukup tragis.Dalam kekuasaan premanisme jaringan Jhony Sembiring luar biasa besar. Jhony Sembiring hanya merampok orang-orang besar pada zaman itu. Isunya Jhony Sembiring pernah berhasil mengelabui Perdana Menteri Malaysia untuk mendapatkan uang dengan modus memanfaatkan ketegangan politik antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 60an.Dari kepintaran otak yang dimiliki oleh Jhony Sembiring sudah tentu sosoknya bukanlah orang yang sembarangan. Lalu, kenapa milih jadi preman? Situasi pada era tahun 50an, pasca revolusi, yang membuat Johny menjalani hidup sebagai preman. Namanya pun disejajarkan dengan Kusni Kasdut dan Johny Indo sebagai preman kelas kakap.

    Tragedi yang masih meninggalkan banyak pertanyaan terkait Johny Sembiring soal menembak Letkol Penerbang Steven Adam. Meski pada saat kejadian, dini hari, tanggal 29 Mei 1983, Johnny Sembiring memiliki alibi yang kuat, sejumlah saksi memberi keterangan bahwa Johny berada di tengah keluarganya di Jakarta, namun jaksa pada waktu itu lebih meyakini pengakuan saksi yang lain bahwa malam itu Johny bersama sejumlah kawannya mendatangi rumah Steven, Bogor.

    Setelah beberapa kali keluar masuk bui, akhirnya Jhony Sembiring bertaubat. Ia mendirikan sebuah kantor konsultan di Kebun Sirih, Jakarta. Bisnisnya itu anatara lain meliputi; jasa konsultasi, penagihan hutang, jasa mediator atas wan prestasi. Tak butuh waktu lama, bisnisnya pun berkembang pesat. Kantor konsultan Johny Sembiring jadi sangat diminati oleh masyarakat ibu kota yang membutuhkan jasanya, banyak pihak yang iri dan tersinggung dengan bisnis yang dijalankannya sukses. Bisnis Penagih hutang di zaman orde baru merupakan suatu usaha yang harus punya “keberanian” dan “kecerdasan”. Jhony Sembiring menyebut profesi penagih hutang sebagai profesi  yang mulia. Jhony Sembiring dianggap sebagian orang sebagai salah satu pelopor profesi penagih hutang (debt collector).

    Kematian Johny Sembiring meninggalkan duka juga misteri sendiri. Jhony Sembiring diculik dan dibunuh, tahun 1996. Kematian tragisnya tetap menjadi teka-teki yang belum terpecahkan, meninggalkan banyak pertanyaan dan misteri dalam sejarahnya. Sampai sekarang belum diketahui pasti kelompok siapa/pelakunya. Kelompok Johny Sembiring pun dengan sendirinya bubar setelah kematian pimpinannya tersebut.

  5. Ronny Iblis.
    Pria yang sempat membuat Jakarta mencekam, bernama asli Ronny Syaifudin. Ingar bingar kehidupan Ibu kota tidak lepas dari dunia gelap. Dan, tidak ada di dunia gelap itu yang tidak dijalankan oleh Ronny Iblis. Ketika sudah tersulut emosinya, dia tidak segan untuk menyerang siapa saja di dekatnya dan tidak ada yang mampu menghentikannya, oleh sebab itu Ia dijuluki Ronny Iblis. ‘Sang iblis’ ini diperkirakan sudah keluar masuk penjara sebanyak 10 kali dengan beragam kasus.Ronny Iblis juga dijuluki sebagian rekan-rekannya sebagai ‘tikus got’ karena dia pernah terkapar di dalam got selama dua hari akibat terlalu banyak meneguk minuman keras.Ronny Iblis, rupanya mempunyai sisi dunia gelap yang begitu brutal dan kejam. Sang penantang Master Limbad ini, pernah terlibat dalam beberapa tindak pidana kejahatan. Dia mendekam di Nusakambangan selama 12 tahun karena kasus pembunuhan.

    Saat ini ‘sang iblis’ sudah menjelma menjadi manusia, Ia bertaubat, dan bekerja seadanya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, mau melakukan pekerjaan apapun asalkan “halal” demi memberi nafkah pada istri dan anak.

Kerasnya kehidupan dan ketidakadilan akan dominan membentuk jati diri. Itulah kisah 5 Pemuda sederhana jadi terkenal karena bermental baja dan kepiawaiannya versi berita online www.intinews.co.id

(Redkasi/Ogi “Jhengghot”)

Loading

Tinggalkan Balasan